Apr 032018
 

Akan ada alih bina kapal kelas MRLF Class ( KRI John Lie, KRI Bung Tomo dan KRI Usman Harun) dan KRI Fatahilah dari Armatim ke Armabar untuk meningkatkan intensitas operasi di laut. (photo : KRI John Lie (358) by US Navy– Mass Communication Specialist 2nd Class Joe Bishop via commons.wikimedia.org)

Jakarta, Jakartagreater.com – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono, melakukan kunjungan kerja kepada Panglima Komandan Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsda TNI Imran Baidirus, pada Selasa 3 April 2018  di Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono diterima oleh Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus beserta Kepala Staf Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Arif Mustofa dan Para Asisten Kohanudnas.

Kunjungan kerja ini dalam rangka meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara satuan-satuan operasional TNI Angkatan Udara dan Angkatan Laut, khususnya antara Koarmabar dengan Kohanudnas. Selain itu, kunjungan ini untuk mempererat silaturahmi serta sekaligus dalam rangka memperkenalkan diri sebagai pejabat baru Pangarmabar.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban Pangkohanudnas menjelaskan secara singkat tugas pokok Kohanudnas serta wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Kohanudnas yang meliputi 4 Komando Sektor (Kosek) di bawah pimpinan Panglima Kosek dengan dukungan satuan radar yang berjumlah 20 satuan radar.

Dimana Kohanudnas menggelar operasi sepanjang tahun dengan dukungan unsur dari Matra Darat dan Matra Laut dengan menggunakan alutsista TNI AL yaitu KRI yang memiliki kemampuan pertahanan udara (Hanud). Untuk itu Pangarmabar menyampaikan bahwa interoperability antara unsur Kohanudnas dengan unsur Koarmabar harus dapat terlaksana.

“Kendala yang selama ini menjadi hambatan harus dapat diatasi, untuk itu kita berharap bahwa dengan koordinasi yang intensif dan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, dapat mewujudkan pertahanan keamanan atas wilayah udara nasional secara mandiri” ujar Pangarmabar.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi fasilitas yang ada di Kohanudnas yaitu Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas). Pangarmabar mendapatkan penjelasan secara singkat tentang tugas-tugas serta fasilitas yang dimiliki oleh Popunas. Dimana Popunas Kohanudnas ini dilengkapi dengan sistem Transmisi Data Air Situation (TDAS) dan sistem Thales.

“Kerjasama awal sudah terlaksana, dimana Koarmabar setiap harinya melaksanakan sharing informasi dengan Kohanudnas dengan permintaan data Air Picture Compilation yang dimiliki oleh Kohanudnas.

Hal ini penting dikarenakan adanya keterlibatan unsur KRI yang berkemampuan pertahanan udara di Kohanudnas” ujar Pangaramabar. Berkaitan dengan hal tersebut maka Pangarmabar dan Pangkohanudnas sepakat akan mengadakan kerjasama yang dinamis dalam bentuk operasi dan latihan bersama guna menciptakan situasi keamanan wilayah perairan barat Indonesia yang kondusif.

Rencana kegiatan kerjasama operasi dan latihan tersebut akan diawali dalam bentuk peningkatan kemampuan sistem komunikasi dalam operasi antara unsur KRI Koarmabar dengan pesawat udara TNI AU/unsur Kohanudnas. ”Akhir April ini, Koarmabar akan diperkuat dengan kehadiran 4 KRI yang memiliki kemampuan pertahanan udara yang mumpuni yaitu 3 Kapal jenis Multi Role Light Freegat (MRLF) dan 1 kapal jenis Korvet.

Sehingga ke depan kerjasama akan ditingkatkan dalam bentuk latihan yang lebih dinamis yaitu latihan pertahanan udara anatar KRI dengan pesawat tempur TNI AU” tegas Pangarmabar.  Di akhir kunjungan, kedua pejabat melaksanakan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama. Kunjungan ditutup dengan pelaksanaan makan siang bersama.

Dalam kunjungannya tersebut, Pangarmabar didampingi oleh Kepala Staf Guspurlaarmabar, Asisten Operasi (Asops) Pangarmabar, Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmabar dan Koorsmin Pangarmabar. (Dispen Koarmabar).

  8 Responses to “Interoperabilitas KRI Koarmabar dan Kohanudnas”

  1.  

    kalo boleh usul, baiknya komando armada (barat/tengah/timur) dan kohanudnas dibuatkan markas komando terpusat, di gabung software dan hardware komando nya dlm satu gedung dlm ruang yg sama sehingga komunikasi, pengawasan dan kontrol wilayah NKRI bisa cepat dlm waktu bersamaan.

  2.  

    Sayang strategi boleh sudah matang, tetapi alutsista pendukung masih jauh dr cukup! Semoga kedepan pelan tapi pasti semua akan terpenuhi menuju cita2 poros maritim dunia!he3

  3.  

    sekelas indo harus kuat laut dan udara,,

  4.  

    Semoga acara silahturami terus berlanjut