Jul 212018
 

Menurut Kapushidrosal, Pipa gas bawah laut itu diduga patah akibat terkena benda keras. Tim Investigasi Pushidrosal, menemukan pipa dalam keadaan patah dan terdapat goresan akibat benda keras yang diduga jangkar kapal.

Banten, Jakartagreater.com – Investigasi bocornya pipa gas bawah laut Milik CNOOC di perairan Banten yang dilakukan TNI AL melalui Tim Survei Tanggap Segera Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) sudah menemukan hal yang signifikan.

Berkaitan dengan proses pelaksanaan dan hasil dari investigasi tersebut, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., Direktur Operasi Survei dan Pemetaan (Diropssurta) Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Drs. Haris Djoko Nugroho M.Si, Kepala Dinas Nautika (Kadisnautika) Pushidrosal Kolonel Laut (P) Dyan Primana Sobarudin, M.Sc dan Kepala Dinas Hidrografi (Kadishidro) Kolonel Laut (KH) Ir. Nur Riyadi, M.Si memaparkan kepada para insan media, Jumat 20 Juli 2018, di Hotel Horizon Forbis, Banten.

Menurut Kapushidrosal, Pipa gas bawah laut itu diduga patah akibat terkena benda keras. Tim Investigasi Pushidrosal yang telah bekerja sekitar 1 minggu, menemukan pipa dalam keadaan patah dan terdapat goresan akibat benda keras yang diduga jangkar kapal. Selain itu, terdapat 2 jejak garukan, yang pertama sepanjang 160 meter dan yang kedua sepanjang 1 kilometer, selebar 4 meter dan kedalaman 0,5 meter.

Hasil itu didapat dengan menggunakan alat Multibeam Echo Sounder, magnetometer dan Side Scan Sonar yang mampu mendeteksi di kedalaman dasar laut. Pipa gas yang ditanam di bawah laut itu didapati bergeser sepanjang 7 meter dan patah sepanjang 30 meter akibat tekanan gas saat pipa tersebut lantaran terkena benda keras yang diduga jangkar.

Dugaan terkena jangkar kapal itu dilihat dari bekas goresan yang mengenai pipa gas. Selain itu, benda keras di bawah laut dipastikan hanya jangkar kapal yang bisa merobek pipa gas karena beban jangkar mencapai 6 ton.

Kapushidrosal yang juga Indonesian Chief Hydrographer tersebut mengungkapkan, sesuai peraturan internasional Unclos 1982, seharusnya di wilayah yang terdapat kabel atau pipa di bawah laut tidak boleh ada aktivitas kapal pada area sejauh 1.750 m. Apabila terdapat aktivitas, sudah tentu merupakan suatu pelanggaran.

Tim Survei Pushidrosal dipimpin Dan Tim Survei Mayor Laut (E) Cecep Kurniawan dengan peralatan yang handal sesuai standard survei International Hydrographic Organization (IHO), seperti peralatan pendeteksi bawah air Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar (SSS), Sub Bottom Profilling (SBP) dan Magnetometer, sekitar seminggu telah melaksanakan investigasi bocornya pipa yang merupakan jalur suplai gas pembangkit listrik dari PT. CNOOC ke turbin PT. PLTGU Cilegon.

Hasil survei investigasi berupa info dan data image pencitraan bawah laut dapat digunakan untuk kepentingan perbaikan pipa serta berguna untuk institusi terkait yang memerlukan data tersebut. Selain itu, hasil ini akan diserahkan ke pihak yang berwenang dalam hal ini Kepolisian sebagai bahan penyelidikan insiden lebih lanjut. (Disinfolahtapushidrosal).

Bagikan:

  One Response to “Investigasi Bocornya Pipa Gas Bawah Laut Perairan Banten”

  1.  

    Mantap, semakin canggih alatnya!

 Leave a Reply