Investigasi Internal US Navy Ungkap Ada Bencana yang Mengancam

Kapal perusak rudal Angkatan Laut AS kelas Arleigh Burke, USS Fitzgerald (DDG 62) rusak akibat tabrakan dengan kapal dagang saat beroperasi di barat daya Yokosuka, Jepang, 17 Juni 2017 © US Navy

JakartaGreater.com – Investigasi rahasia – internal – yang sebelumnya tidak diungkapkan mengenai insiden tabrakan pada tahun 2017 antara kapal perusak USS Fitzgerald dan kapal kontainer berbendera Filipina di lepas pantai Jepang menebarkan citra yang mencoreng operasional di kapal perusak kelas Arleigh Burke, menurut laporan Navy Times.

Berikut adalah beberapa poin penting yang terungkap dari hasil investigasi tersebut.

  • Diperoleh oleh Geoff Ziezulewicz seperti dipublikasikan Navy Times pada hari Minggu, investigasi dengan tujuan ganda selesai kurang dari dua minggu setelah tanggal 17 Juni 2017, sebuah rincian insiden yang mengkhawatirkan oleh para petugas anjungan dan pelanggaran yang mencolok atas perintah baku.
  • Tidak ada yang mampu menangkap kekacauan di kapal perusak lebih baik daripada detail kunjungan Laksamana Muda Brian Fort, yang mengawasi penyelidikan ke pusat informasi tempur di kapal: “Dia melihat kettlebell tergeletak di lantai dan botol berisi air kencing. Beberapa kendali radar tidak berfungsi dan dia menemukan anggota kru yang tidak tahu bagaimana cara menggunakannya”.
  • Diagnosis Laksda Brian Fort tentang kondisi Fitzgerald mencerminkan kekhawatiran para pelaut tamtama yang sebelumnya dirinci oleh Task and Purpose, yaitu semangat kerja dan tidur yang kurang yang bersumber dari tempo operasional yang tinggi yang membuat para pelaut menjadi kelelahan cuma punya sedikit waktu untuk latihan atau menyelesaikan sertifikasi kritis tulis Navy Times.

Namun, bagian yang paling memberatkan dari laporan itu adalah bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya melihat keberadaan kapal dagang berbendera Filipina tersebut.

Perjalanan kapal biasanya telah diatur oleh “rules of the road”, yakni seperangkat pedoman mengenai kecepatan, pengintaian dan praktik terbaik lainnya untuk menghindari tabrakan, tetapi berdasarkan laporan Laksda Brian Fort, dirinya meragukan apakah para pengamat di anjungan kapal perusak USS Fitzgerald dan kapal perang lainnya di Armada ke-7 memiliki pengetahuan yang cukup untuk bernavigasi dan berlayar dengan aman di lautan.

Menurut laporan Navy Times, hasil penyelidikan yang ada “dirahasiakan dari masyarakat, sebagian karena itu dirancang untuk mempersiapkan Angkatan Laut AS dari kemungkinan tuntutan hukum setelah terjadinya kecelakaan tersebut.

Tinggalkan komentar