Feb 022019
 

JakartaGreater.com – MQ-1B Predator yang dikendalikan dari jarak jauh yang diujicobakan telah jatuh pada 17 Agustus 2017, di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS pada saat itu dikerahkan dan berpartisipasi dalam misi dukungan tempur, seperti dilansir dari laman Air Combat Command, 30 Januari 2019.

Pada saat kecelakaan itu, pesawat sedang dioperasikan oleh sebuah pesawat udara dari 432d Air Expeditionary Wing, Pangkalan Angkatan Udara Creech, Nevada. Setelah pemindahan atas kontrol pesawat secara normal dari Elemen Peluncuran dan Pemulihan, yang umumnya dikenal sebagai Gaining Handover, pilot mengamati pesawat udara nirawak itu melakukan manuver penerbangan yang tak dapat dipulihkan tanpa input kontrol penerbangan pilot.

Bukti menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan itu adalah kegagalan “sistem kelistrikan” internal yang menyebabkan pergerakan permukaan ekor sebelah kiri yang tak teratur, yang mengakibatkan pesawat nirawak tidak mampu melanjutkan penerbangan.

Sebagian besar pesawat nirawak MQ-1B tersebut hancur dari kebakaran di lokasi kecelakaan menurut laporan Air Combat Command Abbreviated Accident Investigation Board yang di rilis pada hari Rabu.

Kerugian properti pemerintah dan pembersihan lingkungan akibat jatuhnya UAV Predator tersebut diperkirakan sekitar $ 5,3 juta. Kecelakaan itu tidak menyebabkan cedera atau kematian.

  One Response to “Investigasi Kecelakaan MQ-1B Predator Dirilis”

  1.  

    jatuhnya sdh dua th .lalu.