Mar 112018
 

Kapal perusak dipandu rudal AS, USS John S McCain ditarik ke pelabuhan. © Youtube

JakartaGreater.com – Berdasarkan hasil investigasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan Singapura, ditemukan bahwa awak kapal Angkatan Laut AS, USS John S McCain bersalah atas tabrakan mematikan dengan sebuah kapal dagang “Alnic MC” di Selat Singapura yang menewaskan sepuluh pelaut AS pada Agustus 2017.

Dilansir dari laman Fox News, menyebutkan bahwa laporan yang telah dirilis kemarin mengatakan, “investigasi keselamatan menentukan bahwa USS John S McCain tiba-tiba berbelok menuju pelabuhan (kiri) ke jalur kapal Alnic MC karena serangkaian kesalahan langkah yang terjadi setelah pengendali propulsi dipindahkan”.

Perubahan arah mendadak yang tak disengaja tersebut malah meningkatkan kecepatan belokan kapal, dan menempatkannya di jalur kapal komersial Liberia, Alnic MC, terang laporan biro tersebut.

Tetapi laporan badan Investigasi Keselamatan tersebut “tidak dapat digunakan untuk menyalahkan dan menentukan pertanggungjawaban awak kapal USS John S McCain”, catat biro tersebut.

Dua bulan sebelumnya, kapal perusak dipandu rudal AS, USS Fitzgerald, bertabrakan dengan kapal kontainer Filipina di lepas pantai Jepang, dan menewaskan tujuh pelaut. Komandan kapal USS John S. McCain dan USS Fitzgerald menghadapi tuntutan pidana, termasuk pembunuhan, kelalaian tugas dan membahayakan kapal, tulis VOA News.

Beberapa petugas lainnya dari kedua kapal tersebut menghadapi tuntutan pidana atau tindakan administratif, sementara sejumlah perwira senior Angkatan Laut dipecat, sebut laporan itu.

Sebuah tinjauan terhadap tabrakan kapal yang mematikan di Asia Pasifik menunjukkan bahwa para pelaut AS telah bekerja keras dan terlalu banyak bekerja. Angkatan Laut AS kemudian mengumumkan serangkaian reformasi sistemik dengan harapan memulihkan keterampilan dasar angkatan laut dan kewaspadaan di lautan, tulis Reuters.

Bagikan: