Irak Minta Bantuan Internasional Selidiki Kejahatan ISIS

Dok. Kehancuran Masjid An-Nuri di Mosul, Irak (Asif Aziz @asifaziz)

New York – Irak meminta bantuan internasional pada Rabu 16-8-2017, untuk mengumpulkan dan menjaga bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS.

Irak mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan Inggris dalam menyusun suatu rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mewujudkan penyelidikan.

Pengacara hak asasi manusia Inggris, Amal Clooney serta Nadia Murad, seorang perempuan masyarakat minoritas Yazidi yang diperbudak para petempur ISIS di Mosul, telah mendesak Irak untuk membuka pintu bagi proses penyelidikan oleh PBB.

Dewan Keamanan PBB, yang beranggotakan 15 negara, sebenarnya dapat membentuk mekanisme penyelidikan tanpa persetujuan Irak.

Tetapi, Inggris menginginkan agar Irak memberikan persetujuan dalam surat yang secara resmi meminta bantuan internasional untuk menyelidiki kejahatan ISIS.

Irak sudah mengirimkan surat tersebut pada Senin14-8-2017, seperti yang dibaca Reuters.

“Kami meminta bantuan masyarakat internasional dalam usaha mendapatkan kegunaan dari keahlian internasional untuk mempidanakan entitas teroris Daesh,” tulis menteri luar negeri Irak Ibrahim al-Jaafari dalam surat, yang diterjemahkan dari Bahasa Arab.

Daesh merupakan nama lain dari ISIS.

Perwakilan tetap Inggris untuk Perserikatan Bangsa-bangsa mengatakan di Twitter bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan Irak dalam merancang resolusi.

Belum ada kejelasan soal apakah rancangan resolusi itu akan diajukan ke proses pemungutan suara di Dewan Keamanan.

Kekalifahan yang secara sepihak dinyatakan oleh ISIS sudah runtuh bulan lalu sewaktu pasukan Irak yang disokong Amerika Serikat berhasil merebut kembali Mosul sesudah melancarkan operasi selama 9 bulan.

Mosul adalah kota di Irak Utara yang dijadikan sebagai ‘ibu kota’ kelompok militan.

Beberapa wilayah di Irak dan Suriah masih berada di bawah kendali ISIS, terutama wilayah-wilayah di sepanjang perbatasan.

“Saya berharap bahwa surat dari pemerintah Irak itu akan merupakan tanda awal dari proses untuk mengakhiri pembebasan hukuman bagi para pelaku pembersihan etnis serta kejahatan-kejahatan lainnya yang dilakukan ISIS di Iran dan seluruh dunia,” ujar Amal Clooney dalam suatu pernyataan.

Para pakar PBB mengatakan pada Juni 2016 tahun lalu bahwa ISIS telah melakukan kejahatan pembersihan etnis terhadap kaum Yazidi di Suriah dan Irak dengan berusaha menghancurkan mereka melalui pembunuhan, perbudakan seksual serta berbagai kejahatan lainnya.

Pemerintah Irak mengatakan dalam surat bahwa pihaknya menganggap penting menyeret sis untuk disidangkan di pengadilan-pengadilan Irak. Antara/Reuters.

Tinggalkan komentar