Irak Pun Butuh S-400 untuk Perlindungan Udara

Sistem Pertahanan Udara S-400 (photo : (Own work) via commons.wikimedia.org)

Moskow, Jakartagreater.com – Irak berusaha untuk mendapatkan sistem senjata anti-pesawat S-400 Triumph untuk mempertahankan wilayahnya dari serangan udara, ujar anggota parlemen Irak, Hakim Al-Zamili, yang juga kepala komite keamanan dan pertahanan parlemen Irak, kepada harian Al-Ghad Press, Sabtu, 24/2/2018 yang dirilis TASS, 25/2/2018.

“Irak memiliki hak untuk memiliki senjata mutakhir untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara dari serangan udara,” katanya. “Terorisme menargetkan negara kita yang berlimpah tempat suci bagi setiap orang Irak. Ada tanda-tanda dan peringatan bahwa ekstrimis mungkin menggunakan pesawat untuk menyerang tempat suci tersebut, yang menyebabkan banyak kekhawatiran dan kegelisahan di negara ini, seperti setelah serangan terhadap tempat-tempat suci Samarra.”

Samarra, sebuah kota kuno di Irak utara, adalah rumah bagi beberapa tempat suci Syiah yang paling suci. Diantaranya adalah masjid al-Askari, yang dianggap sebagai tempat ziarah bagi kaum Syi’ah. Pada tanggal 22 Februari 2006, kubah emasnya yang terkenal runtuh setelah sebuah ledakan mengubur lebih dari 80 jamaah di bawah puing-puing. Kerusakan tempat suci itu membuat Irak jatuh ke dalam gelombang kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan negara Irak menemukan dirinya berada di ambang perang sipil.

“Amerika adalah negara maju, tidak kalah dengan yang lain. Namun, World Trade Center diserang oleh pesawat,” al-Zamili mencatat. “Jadi Irak bermaksud memiliki sistem seperti S-400 untuk membela tanah, tempat suci dan ruang udara. Kami serius dengan itu.”

Seiring dengan ini, anggota parlemen Irak itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat “tidak mau melengkapi Irak dengan senjata dan memasoknya dengan sistem yang akan memastikan perlindungan menyeluruh di wilayah dan ruang udaranya,” namun menginginkan Irak “menjadi arena terbuka untuk realisasi dari rencana [AS].

“Itu sebabnya, Irak perlu memiliki sistem anti-pesawat terbang sendiri,” tambahnya. “Adalah hak kita untuk mendapatkannya.”

Pada hari Rabu, situs berita Shafaq News mengatakan bahwa sebuah delegasi Irak akan mengunjungi Moskow dalam waktu dekat untuk melakukan negosiasi pembelian sistem senjata anti-pesawat S-400.

Pada bulan Oktober 2012, Moskow dan Baghdad menandatangani kontrak untuk memasok 48 sistem pertahanan udara Pantsir-S dan 36 helikopter tempur Mi-28 senilai $ 4,2 miliar. Rincian kesepakatan tersebut akhirnya berubah beberapa kali karena pengaruh kelompok teroris ISIS berkembang untuk sementara waktu di Irak.

The S-400 Triumf (nama pelaporan NATO SA-21 Growler) adalah sistem pertahanan udara Rusia jarak jauh dan menengah. Hal ini dimaksudkan untuk menghancurkan semua sarana serangan kedirgantaraan saat ini atau masa depan. Sistem rudal ini mampu mencapai target aerodinamis 400 kilometer sampai 60 kilometer – rudal balistik taktis yang terbang dengan kecepatan hingga 4,8 kilometer per detik: rudal jelajah, pesawat taktis dan strategis dan hulu ledak rudal balistik.

Tinggalkan komentar