Jan 302018
 

Pesawat tempur ringan T-50IQ Angkatan Udara Irak buatan KAI. Β© Alert5.com

JakartaGreater.com – Angkatan Udara Irak telah menerima setidaknya enam jet tempur ringan berbasis pesawat latih supersonik T-50 Golden Eagle Korea Aerospace Industries (KAI), seperti terlihat dalam foto yang dipublikasikan oleh akun media sosial angkatan udara, Alert 5.

Pada tahun 2013,Β Irak telah memesan sebayak 24 unit jet tempur ringan T-50IQ serta termasuk pelatihan senilai US $1,1 miliar. KAI pun telah mengumumkan bahwa mereka telah dikontrak untuk memberi dukungan atas pesawat tersebut selama 20 tahun dan total kesepakatan tersebut menjadi US $2 miliar.

Negara Irak telah memesan 24 jet tempur ringan T-50IQ, dan berdasarkan nomor seri yang ditunjukkan dalam foto tersebut setidaknya ada enam jet tempur di yakini telah dikirimkan.

Versi pesawat tempur ringan FA-50 Irak diberi label sebagai T-50IQ, dapat dipersenjatai rudal udara ke udara dan udara ke permukaan, senapan mesin serta bom berpemandu dengan senjata presisi dan amunisi lainnya, menurut keterangan KAI pada tahun 2013.

Sementara itu pada 16 Maret 2017 yang lalu, Komandan Angkatan Udara Irak (IqAF) Letnan Jenderal Anwar Hamad Amin telah mengumumkan bahwa IqAF telah menerima batch pertama jet tempur rigan T-50IQ dari Korean Aerospace Industries (KAI).

Anwar Hamad Amin mengatakan bahwa jet tempur ringan tersebut dikirimkan dengan persenjataan dan peralatan, serta akan memasuki layanan dalam waktu dekat.

Berbagi

  71 Responses to “Irak Telah Peroleh Enam T-50 Golden Eagle”

  1.  

    Selamat buat Irak. Bravo !! Pertamax.

    •  

      Saya rasa, justru kredit mestinya lebih pantas didapatkan oleh KAI… sedangkan bagi Irak sendiri sebenarnya dengan usainya perang dan kekalahan ISIS maka Pespur ini mungkin justru melewatkan kesempatan emas yang dimiliki untuk bersaing dengan Su-25 menggempur ISIS…

  2.  

    Selamat Kpd KAI terpilih Oleh Kemenhan Yg Mau Memberikan BluePrintx

  3.  

    Awas nutug deui ah

  4.  

    Angkatan udara Indonesia setidaknya telah menerima 3 unit SU35 dalam skema imbal dagang , walau dalam proses berlarut larut ,sehingga menimbulkan kecurigaan beberapa kalangan di Indonesia ikut campurnya AS , AS merasa keberatan Indonesia membeli peralatan canggih dari Rusia

  5.  

    siap saip t 50 golden eagle di uji di medan ganas.. mantap

  6.  

    FA-50 Golden Eagle – Light Combat Jet Fighter

    https://www.youtube.com/watch?v=ZfDhaDVUXOE

  7.  

    Msh kaya aja nie irak.,.ckckck

    •  

      tapi irak harus belajar dari pengalaman….pada perang irak pertama betapa perkasanya meliter mereka…700an jet tempur dalam hitungan bulan luluh lantak dihajar sekutu dengan F15 andalanya…!!!

      •  

        Jgn salah, banyakpun pespur dan persenjataan Irak kala itu tetap yg beroperasi hanya sebagian kecil dikarenakan banyak tentara Irak yg desersi dan berkhianat sampe mantu Saddam Husein sendiri ikut berkhianat sampe rahasia militer termasuk bunker2 senjata dan pespur Irak dibocorkan. Semoga tdk terjadi di RI TNI ada yg berlaku demikian.

        •  

          sorry bung no comment…kalo masalah hiyanat menghiyanat…!!!

        •  

          Cerita bung andre bs dalem gitu, tau bgt lg kisah pengkhianatan keluar saddam hussein,,,xixxi , jgn2 bekas ajudan nya ya…xixi

          •  

            maksudnya, bung Andre pernah dihianati kekasih πŸ™‚

          •  

            sebenarnya yang dimaksud bung andre perang irak jilid dua…sedang yang saya maksud perang irak jilid satu…!!!

          •  

            @bung aming lee… Iraq adalah negara pengguna, dan mereka juga tidak mendapat dukungan langsung selama perang seperti halnya perang Korea dimana Korea Utara mendapat dukungan langsung dari USSR dan China… perang Vietnam dengan dukungan USSR terutama untuk SAM dan Pespurnya…
            Tidak ada pilot yang kemampuanya lebih baik dari pilot2 USA, Inggris, Prancis, Jerman dan Russia yang memiliki jam latihan terbang tinggi ditambah latihan yang sangat maksimal, lihat saja dengan USA yang pernah menelorkan Top Gun untuk menghadapi perang udara Vietnam…
            Tidak akan ada negara yang mampu melawan kekuatan udara USA dan Sekutunya kala itu, bahkan di Serbia pun tidak… ditambah ketika saat itu Russia yang mungkin bisa dijadikan sandaran bantuan juga sedang dalam situasi ekonomi yang buruk…
            USA mendapatkan masalah besar hanya ketika terlibat duel langsung dengan pilot2 USSR di mig Aley Korut, bahkan di perang Vietnam pun lawan mereka bukan pilot2 USSR…

          •  

            makanya semenjak berakhirnya era perang dingin sekutu meraja lela…bukan perang tapi buli yang lemah…!!!
            tapi arah mata angin mulai berubah…terbukti perang siria..tak mampunya amerika menerapkan politik dan militer untuk mengulingkan pemerintahan basar al assad…!!!
            faktor penghambat rencana usa tidak ada dukungan internasional walau kampaye negatif marak dilakukan…dan dukungan pada assad dari negara besar lainya…terutama rusia…menjadi penghambat kampaye militer usa disiria…!!!

      •  

        Gaya perang sekutu waktu itu hampir sama dengan gaya strategi perang ISIS sekarang ini, sehingga tidak ada kesempatan AU maupun Armada Darat untuk melakukan aksi serangan balik….begitu rapi dan masifnya.

        •  

          Gaya perang USA itu sebenarnya dari era PD II tidak beda jauh… lakukan serangan udara besar2an dengan target pertahanan udara, gudang senjata, menyerang pesawat di landasan atau di hangar, menyerang lokasi2 pertahanan yang sudah di deteksi sebelumnya dengan citra satelit/mata2/intelijen/bocoran dari pengkianat… setelahnya baru disusul dengan serangan darat… selalu seperti itu…
          Justru yang agak berbeda cara perang Russia di Suriah menghadapi ISIS maupun militan teroris lainya… menempatkan pasukan kusus di garis depan dan bahkan sering berada di daerah yang dikuasai militan untuk memberikan panduan serangan udara… sehingga serangan cenderung lebih taktis dan lebih efektif…
          Cek saja berapa kali USA salah menyerang teman sendiri, baik di perang Irak, perang membantu Iraq melawan ISIS, perang di Afganistan…terakir ada kesalahan menyerang pasukan keamanan Iraq, dan beralasan justru pihak Iraq lah yang meminta serangan itu…
          Bisa dimengerti jika dikatakan kondisi Raqqa paska serangan koalisi pimpinan USA untuk mendukung Kurdi menjadikan kota Raqqa seperti yang dialami kota Dresden Jerman di era PD II, hancur kotanya bahkan semua bangunan tidak ada yang utuh…

          •  

            Lol. Menyerang pertahanan udara musuh, menyerang pesawat musuh, gudang senjata dan suplai, radar, jembatan serta pemancar strategis dan gedung komando adalah cara untuk memutuskan rantai komando sekaligus menguasai supremasi udara. Itu hal yg harus dilakukan oleh semua pihak, dan USA sudah memberikan contoh. Mau cara pengumpan data pake satelit kek, intelijen kek, panduan pasukan elit kek itu hanya fokus sebagai pemberi petunjuk. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Adakah perang/pertempuran yg bisa dimenangkan tanpa menguasai supremasi udara??? Ane tanya Bung Yuli, ada gak perang yg bisa dimenangkan tanpa menguasai supremasi udara saat ini. Angkatan darat itu digunakan sebagai gong akhir untuk menyelesaikan perang.

          •  

            Jelas lah… dari saat pertama operasi militer di Suriah, Russia selalu diberitakan membunuh penduduk sipil ribuan… tetapi ketika contohlah Allepo berhasil diambil alih, tidak ada berita tentang itu lagi… justru lihat saja berapa korban yang diakui dari serangan USA??? termasuk ketika membebaskan Mosul???
            Lagian media barat pasti akan menjelek2an Russia termasuk dengan White Helmet yang mendapatkan piala Oscar…

          •  

            Allepo dibebaskan ketika hampir seluruh warganya mengungsi. Ya jelas gak ada berita jatuh korban jiwa, Samsul. Gitu kok masih dibahas disini. Lebih baik USA mau mengakui daripada Rusia yg gak pernah mau mengakui kan. Liat aja yg di Cheznia dan Georgia.

          •  

            Gw mau ketawa…
            Memangnya Allepo seluruh warganya mengungsi???? beneran???
            Allepo itu ketika mau dibebaskan bahkan sampai dibuat skenario kalau ada penyerangan kepada truk pemasok bahan bantuan kemanusiaan PBB…. hla untuk mbantu siapa??? Hantu??? aneh….
            Justru ketika membebaskan Allepo Russia dan Suriah melakukan pendekatan yang lebih baik, kepada militan atau pemberontak demokrat yang tidak termasuk kelompok teroris diperbolehkan untuk keluar dari Allepo dengan aman dan diberikan akomodasi dengan Bus dan diantarkan sampai wilayah yang dikehendaki secara aman dan dijamin…
            Setelah itu, baru Allepo dinyatakan dikuasai oleh pemerintah Suriah…
            Justru waktu mau merebutnya, baik USA, Prancis, Inggris, Arab saudi dan koalisi arabnya termasuk Israel dengan gencar menekan Russia dari berbagai isu, dari serangan yang menimbulkan korban sipil, dari tekanan kepada Russia supaya tidak mendukung Assa… semuanya langsung diam setelah Allepo berhasil direbut…
            Allepo ditinggalkan seluruh warganya mengungsi…. LoL…

          •  

            Besok2 kalo mau ngebully komentar orang dibaca baik-baik ya komentarnya baru ngasih balasan.

            Ane nulisnya “HAMPIR SELURUH, bukan SELURUH”. Tau bedanya gak Jumadi ???

          •  

            xixixizzz.Z…himbawan ini khusus apa berlaku umum…???
            termasuk yang menghimbau juga…

          •  

            Halah…. mau ngepot kemana??? kenapa tidak memberikan tanggapan malah beretorika masalah Bully???
            Anda itu memang kalau sudah kepepet seperti itu, pakai nyebut samsul lah, jumadi lah… saya dalam situasi apapun selalu menyebut anda dengan nama Bung Agato… cam kan itu…

        •  

          Lol. Menyerang pertahanan udara musuh, menyerang pesawat musuh, gudang senjata dan suplai, radar, jembatan serta pemancar strategis dan gedung komando adalah cara untuk memutuskan rantai komando sekaligus menguasai supremasi udara. Itu hal yg harus dilakukan oleh semua pihak, dan USA sudah memberikan contoh. Mau cara pengumpan data pake satelit kek, intelijen kek, panduan pasukan elit kek itu hanya fokus sebagai pemberi petunjuk. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Adakah perang/pertempuran yg bisa dimenangkan tanpa menguasai supremasi udara??? Ane tanya Bung Yuli, ada gak perang yg bisa dimenangkan tanpa menguasai supremasi udara saat ini. Angkatan darat itu digunakan sebagai gong akhir untuk menyelesaikan perang.

          •  

            Memangnya saya menyalahkan supremasi udara??? Russia juga melakukan serangan udara kok… yang beda kan dalam mengantisipasi perang kota… itu saja kok… memangnya USA menempatkan pasukan kusus di garis depan sebagai pemandu serangan udara???

          •  

            https://international.sindonews.com/read/1197088/42/serangan-koalisi-as-salah-sasaran-18-milisi-tewas-1492102928

            Ini hanya satu dari banyak sekali kejadian, baik di Suriah, Irak bahkan di Afganistan….

          •  

            Lah, komentar balasan Ente buat Bung Fajr itu bahas strategi perang USA secara umum atau strategi perang kota ??? Emangnya Ente nyebut USA nyerang hanud dan hanggar itu disebutnya Perang kota ya. Ngepot ya ada batasannya, Bung Yuli..

          •  

            Hlo la salahnya apa dan dimana??? tolong ente tunjukan… saya tidak menyatakan itu baik atau buruk, saya hanya menuliskan secara datar… ente saja yang nanggepinya ngepot2… baca lagi coba… apa salahnya, bahkan saya tidak menyatakan kalau itu jelek…
            Yang saya tekankan itu kesalahan serangan yang timbul, dimana pendekatan untuk cara yang itu Russia melakukanya secara berbeda…
            Hla memangnya serangan yang dilakukan USA hanya di hangar dan hanud doang??? ga ke kota juga???

          •  

            LOl, Cara pengumpan informasi seperti yg ane bilang ada kelemahan dan kelebihan. Kelemahan hanya mengandalkan satelit/UAV itu kita gak tau kondisi realnya seperti apa, sedangkan kalo pake satuan elit, bisa jadi malah pasukan kita yg kena jebakan dan menjadi korban. Apapun itu, menyerang pangkalan udara musuh adalah hal yg biasa. Lagian Ane cuma tanya Ama ente, gak nyalahin ente juga.

            Satu lagi, Raqqa jelas beda dg yg lain karena setiap wilayahnya pasti dijaga ketat oleh militan ISIS baik pasukan biasa, Sniper hingga pasukan bom bunuh diri. Apalagi itu pusat ibukota defacto ISIS, jelas akan dipertahankan lebih kuat oleh mereka. Perang akan terjadi dari rumah ke rumah seperti Dresden waktu PD2. Jangankan Raqqa, bahkan Marawi dan Grozny pun hancur luluh lantak saat perang terjadi. Gak ada cara terbaik kalo pertempurannya dari rumah ke rumah dg jebakan bom dan bom bunuh diri, pasti bakal hancur semua bangunannya.

          •  

            Iya tetapi tidak seluruh kota di luluh lantakan… dan ini juga terjadi di Mosul… bahkan korban sipil di Mosul juga banyak, apa mungkin gara2 serangan Russia juga??

          •  

            Anda mestinya paham sejak kapan tidak lagi banyak tuduhan serangan Suriah dan Russia tidak memakan korban jiwa… setelah Allepo dan Plamyra direbut… setelah itu perang yang terjadi diluar kota tersebut tidak lagi menarik terutama media barat sampai akirnya seluruh Suriah berhasil dikuasai… dan saat itu USA sedang fokus perang di Mosul dan Raqqa…
            Mosul, akan aneh ketika Suriah sudah berhasil mengalahkan ISIS sedangkan Iraq masih keteteran dengan ISIS sehingga USA fokus berperang disitu…
            Raqqa, Kalau tidak dibereskan kota ini jelas masuk dalam jangkauan pembebasan yang akan dilakukan pasukan pemerintah, oleh karena itu serangan USA ke kota ini benar2 masif dan menghancurkan kota…
            Setelah itu, USA mengusulkan untuk segera merestorasi kota Raqqa, yang kemudian dituding oleh beberapa pihak sebagai upaya untuk menyembunyikan fakta kehancuran kota…

          •  

            Sak karepmu

          •  

            Agato kebanyakan main PS, jadi di dlm isi kepalanya adalah US army, US navy dan air strike….

  8.  

    AU Irak sekarang kerdil, coba kita tengok jaman Saddam dulu….tajir banget kekuatan udaranya, paling kuat saat itu.

  9.  

    Super blue blood moon !

    Auuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…..

  10.  

    makanya semenjak berakhirnya era perang dingin sekutu meraja lela…bukan perang tapi buli yang lemah…!!!
    tapi arah mata angin mulai berubah…terbukti perang siria..tak mampunya amerika menerapkan politik dan militer untuk mengulingkan pemerintahan basar al assad…!!!
    faktor penghambat rencana usa tidak ada dukungan internasional walau kampaye negatif marak dilakukan…dan dukungan pada assad dari negara besar lainya…terutama rusia…menjadi penghambat kampaye militer usa disiria…!!!

    •  

      Dukungan internasional mana yg gak ada?? Negara2 Barat termasuk NATO join dg USA di Suriah, Negara2 Arab teluk juga join Ama USA, Jepang, Korsel dan Taiwan juga join ma USA di Suriah, Singapura-Aussie juga gabung Ama USA. So, masyarakat internasional mana lagi yg nolak ??

      •  

        anda salah resolusi PBB ditunjukan untuk memerangi isis …tidak pemerintahan siria yang berkuasa…!!!
        jadi dukungan mayoritas untuk memberantas isis bukan untuk USA dengan agendanya…!!!

        •  

          Lagian… memangnya pernah itu koalisi menyerang posisi pemerintah Suriah??? pernah ding… salah serang, keposisi pasukan pemerintah Suriah di dekat Deir Ezzor dengan alasan tidak sengaja…

          •  

            tapi rusia juga cukup banyak mengeluarkan dana hingga rada linbung ekonomi mereka….untuk kita tidak ikutan dalam rayuan rusia{vladimir putin}untuk turut serta mengirim pasukan kesiria…SBY menolak karna siria tidak butuh penjaga perdamain ….karna indonesia tau siria pusaran konflik…sukar untuk mengatasi pihak pihak yang bersebrangan….!!! jadi bagai mana mau didamaikan sedang kedua kubu lebih suka penyelesaian dengan cara militer….!!!

          •  

            Saya rasa justru Russia berusaha memperbaiki situasi ekonominya… sejak ISIS menjarah minyak, dengan tiba2 harga minyak juga turun sampai 50% lebih… dan itu cukup membuat kelimpungan bagi Russia yang mengandalkan penjualan minyak, saya rasa salah satu tujuan dari keberadaan ISIS yang menjual minyak jarahan memang untuk menjatuhkan harga minyak dunia… disatu sisi Suriah bakalan bisa dinetralkan disisi lain akan menekan kemampuan ekonomi Russia…

          •  

            Pendapat yg ngawur, kalo ada perang harga minyak dunia pasti naik dari saat sebelum perang. Berapa juta barel per hari sih yg bisa dihasilkan oleh ISIS hingga mampu menambah pasokan minyak mentah dunia dan mengguncang harga??? Puluhan ribu barel takkan menggoyangkan harga, apalagi membuat harga turun. Orang Indonesia yg produksinya 700-800an ribu barel perhari aja gak berpengaruh pada harga minyak dunia apalagi ISIS.

    •  

      Perang Suriah…. justru yang aneh, Russia yang jelas2 menghancurkan ISIS tetapi justru Russia yang di Bully karena dianggap membela presiden Assad yang dituduh rezim…. padahal sejak kapan ISIS tidak pernah pamer kebiasaan brutalnya membunuh orang, ya setelah mereka dihajar oleh Russia… persis setelah itu tidak ada lagi pembunuhan secara arogan dan brutal sambil dipamerkan didepan umum…

  11.  

    Ya sdh pasti dong broo…jgn disesatkan oleh kaum bumi datar, itu tdk masuk akal, tidak ada bukti dan hanya membenarkan pendapat nya sj tanpa bukti ilmiah,,,trus itu bayangan bumi di bulan berbentuk apa? bulan sempurna kan….yo wis lahh,.

  12.  

    tapi rusia juga cukup banyak mengeluarkan dana hingga rada linbung ekonomi mereka….untuk kita tidak ikutan dalam rayuan rusia{vladimir putin}untuk turut serta mengirim pasukan kesiria…SBY menolak karna siria tidak butuh penjaga perdamain ….karna indonesia tau siria pusaran konflik…sukar untuk mengatasi pihak pihak yang bersebrangan….!!! jadi bagai mana mau didamaikan sedang kedua kubu lebih suka penyelesaian dengan cara militer….!!!

 Leave a Reply