Sep 262018
 

Iranian Army parades it’s ATVs during Islamic Republic of Iran Army Day. Commons wikipedia, org.

London, Jakartagreater.com – Pemimpin Agung Iran Ayatullah Ali Khamenei mengatakan pada Senin, 24/9/2018 bahwa penyerang, yang membunuh 25 orang pada parade militer, dibayar oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dirilis Antara.

Ia juga menyatakan Iran akan “menghukum berat” yang berada di balik penyerangan berdarah itu. Wakil kepala Garda Revolusi Iran juga menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam serangan tersebut dan mengatakan mereka akan menerima balasan menghancurkan dari Teheran.

Di Ahvaz, kota di bagian Barat Daya Iran, ribuan orang memadati jalan dan berkabung atas korban pada serangan pada Sabtu 22-9-2018. Banyak di antara mereka meneriakkan “Mampuslah Israel dan Amerika”. Sebanyak 12 anggota Korps Garda Revolusi, pasukan elit Iran, termasuk di antara 25 yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Peti jenazah, yang ditutupi bendera Republik Islam Iran, dibawa para pelayat. Banyak yang memegang gambar anak laki-laki, 4 tahun, yang tewas dalam kejadian itu, satu di antara serangan terburuk terhadap pasukan militer terkuat di Iran.

Empat orang penyerang melepaskan tembakan ke arah panggung di Ahvaz tempat para pejabat Iran berkumpul untuk menyaksikan parade tahunan yang menandai dimulainya perang Iran dengan Irak tahun 1980-88.

“Berdasarkan atas laporan, tindakan pengecut ini dilakukan orang yang dibantu Amerika ketika mereka terperangkap di Suriah dan Irak, dan dibayar oleh Arab Saudi dan UAE,” kata Khamenei di laman resminya.

Brigadir Jenderal Hossein Salami dari Garda Revolusi, dalam pidato yang disiarkan TV negara, mengatakan,”Anda telah melihat balasan kami sebelumnya. Anda akan lihat tanggapan kami yang menghancurkan dan Anda akan menyesal atas apa yang telah Anda lakukan.”

Kantor berita Tasnim, yang mengutip Salami, melaporkan, “kejahatan yang mengerikan itu” memperlihatkan sisi gelap dari sebuah aliansi yang AS, Arab Saudi dan Israel bentuk untuk melawan pengaruh Iran di kawasan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran mengatakan Teheran perlu berbicara dengan tetangganya untuk menghindari ketegangan.

“Ini penting untuk menyadari sepenuhnya dan meningkatkan dialog konstruktif kita guna menetralkan musuh yang ingin menciptakan kecurigaan dan ketidaksetujuan di antara negara di kawasan ini,” kata Ali Shamkhani.

Ia juga mengecam AS, dengan mengatakan sanksi AS terhadap Iran tidak sah dan bahwa Presiden Donald Trump menggunakannya sebagai alat untuk “pembalasan pribadi”.

  2 Responses to “Iran Akan “Hukum Berat” Pihak di Balik Penyerangan Parade Militer”

  1.  

    Kalo di iran.. lu ada kendala hidup.. pemerintahan daerahnya malah nyuruh unjuk rasa.. tapi setelah unjuk rasa elu di terlantarin.. mknya mrk bergejolak.. lucunya dlm 1 hari rouhani nuduh denmark inggris parpol2 besutan arab sn seluruh dunia.. pdhl jelas yg tahu parade militer itu hy rakyat iran sndiri

  2.  

    Bntar lagi ruskies akn memanfaatkn moment ini . Krn sdh jelas iran diisi diktaror yg memiliki militer n kekuatan massa unjuk rasa

 Leave a Reply