Sep 022018
 

Jet Tempur Kowsar Iran. (photo: Tasnimnews.com)

Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami bertemu dengan mitranya dari Suriah Ali Abdullah Ayyoub dan Presiden Bashar Assad, pekan lalu, untuk menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan, dirilis Sabtu 1-9-2018, oleh Sputniknews.com.

Iran berencana untuk memasok Jet dan sistem pertahanan Rudal yang diproduksi di dalam negeri ke Suriah, ujar laporan Al-Masdar News yang  mengutip sumber militer di Damaskus.

Secara khusus, Teheran dilaporkan berencana untuk mengirim Jet tempur terbarunya, Kowsar,  pada bulan Agustus 2018, dan sistem pertahanan Rudal Bavar 373 yang digambarkan sebagai analog dengan S-300 Rusia.

Laporan tidak mengungkapkan tanggal kapan waktu pengiriman atau rincian spesifik lainnya. Teheran dan Damaskus belum berkomentar tentang laporan itu.

Rudak Bavar Iran. (Tasnimnews)

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengunjungi Damaskus pada akhir Agustus 2018 dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Bashar Assad dan Menteri Pertahanannya Ali Abdullah Ayyoub.

Amir Hatami menawarkan bantuan iran untuk Suriah dalam rekonstruksi pasca perang dan dalam mengembangkan peralatan militer. Para menteri pertahanan juga menandatangani perjanjian yang bertujuan mengembangkan kerja sama militer dan pertahanan.

Tel Aviv sebelumnya menuduh Republik Islam Iran mengirim pasukan ke Suriah untuk menyerang Israel dan telah melakukan beberapa serangan udara terhadap dugaan posisi Iran di Republik Arab. Teheran membantah tuduhan itu, setelah mencatat bahwa pihaknya hanya mengirim penasihat militer ke Suriah, dan mengecam serangan udara Israel.

Berbagi

  2 Responses to “Iran Akan Kirim Jet Tempur & Sistem Rudal ke Suriah”

  1.  

    Amerika Serikat dikabarkan siap menarik pasukan dari Suriah jika pemerintahan Presiden Bashar al Assad memenuhi tiga syarat, kata surat kabar Israel “Haaretz” pada Selasa.

    Tiga hal permintaan Washington itu adalah pertama, Iran harus menjauhi kawasan selatan Suriah, yang dekat dengan perbatasan Israel. Kedua, harus ada surat perjanjian tertulis bahwa perusahaan Amerika Serikat akan mendapatkan porsi pasar minyak di sana.

    Sementara itu, yang terakhir ialah Washington harus dapat memperoleh informasi mengenai pergerakan teroris di Suriah.

    “porsi pasar minyak” ternyata 😆

  2.  

    yang nama nya ASU…setiap melihat “TULANG” pasti kepengen

 Leave a Reply