Jan 022019
 

Jet tempur generasi kelima F-313 Qaher buatan Iran. © Iran Army/Youtube

Teheran – Wakil Menteri Pertahanan Iran IWamenhan) Brigadir Jenderal Qassem Taqizadeh mengatakan pada hari Minggu, 31/12/2018 bahwa Iran tidak pernah menjadi pemula dari perang dan juga tidak di masa depan, dirilis situs Irna.ir.

Berbicara selama konferensi di Universitas Pertahanan Nasional Tertinggi, Taqizadeh mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan biasa memproduksi sendiri semua peralatan yang diperlukan.

Pada tahun 2009, menteri pertahanan saat itu Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi memutuskan bahwa semua peralatan tidak harus diproduksi oleh Kementerian Pertahanan, melainkan beberapa pusat penelitian dan sektor swasta dapat diminta untuk mengambil bagian dalam memproduksi peralatan militer.

Dia mengatakan bahwa dengan kerja sama dengan sektor swasta, musuh tidak akan lagi dapat mengancam struktur pertahanan negara dengan menghancurkan unit produksi.

Tank tempur utama “Karrar” produksi Iran. © Tasnim News Agency

Teknologi Siluman

Sementara itu, di hari yang sama, Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Alireza Tangsiri, mengumumkan bahwa militer Iran berencana untuk melengkapi kapal cepatnya dengan teknologi siluman, serta persenjataan baru, ujar Kantor Berita IRNA, dirilis Sputniknews.com.

“Kecepatan tinggi dan pergerakan tinggi dalam operasi selalu sangat penting bagi angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC),” katanya.

IRGC saat ini juga sedang berupaya meningkatkan kecepatan maksimum kapal-kapal tersebut menjadi lebih dari 80 knot per jam (sekitar 148 kilometer per jam) dan memperlengkapi mereka dengan “rudal gesit”.

Berbicara tentang kehadiran militer asing di kawasan itu, Tangsiri mengatakan bahwa meskipun tidak ada kapal asing di perairan yang dipantau oleh Iran, Teheran masih terus mengawasi situasi.

 Posted by on January 2, 2019