Iran Capai Kemampuan Signifikan di Alutsista Drone

JakartaGreater  –   Larangan PBB atas penjualan persenjataan ke Iran, justru membuat Iran berkembang dalam hal industri pertahanan dalam negeri.

Dalam bidang alutsista, khususnya drone, Iran telah mencapai kemampuan yang signifikan sejak memulai pengembangannya dengan mencoba meniru model Israel dan Amerika, dirilis Sputniknews.com, 18-4-2021.

Iran telah memamerkan banyak koleksi drone militernya. Pajangan perangkat keras ini muncul selama parade Hari Tentara Nasional tahunan negara itu. Model yang ditunjukkan termasuk pesawat yang dipasang untuk berbagai tujuan, mulai dari serangan kamikaze sederhana, pemantauan hingga serangan presisi.

UAV Reconnaissance and Strike Kaman-22 pertama kali ditampilkan pada tahun 2021 ini. Drone itu diangkut di atas truk militer, sebagai tambahan alutsista terbaru untuk Angkatan Udara Iran.

Adapun drone Kaman-12, pertama kali diproduksi pada tahun 2019.

Parade militer juga mendemonstrasikan drone Qods Mohajer-6 yang agak tua, yang dikembangkan pada tahun 2017, serta drone lain dalam keluarga UAV ini, yang dikembangkan untuk tujuan pertempuran taktis.

Drone pengintai Yasir yang lebih tua dan HESA Karar UAV, yang biasanya digunakan dalam latihan menembak, juga didemonstrasikan selama parade, yang skalanya terbatas tahun ini karena batasan COVID-19.

Kendaraan militer juga membawa beberapa model sistem peluru kendali Iran, seperti Rudal jarak jauh Damavand dan sistem Zolfaqar yang menembakkan Rudal jarak pendek di ketinggian rendah.

Industri Pertahanan Berkembang di Bawah Tekanan

Jalan Iran untuk menjadi kekuatan operasi drone yang tangguh di kawasan ini dimulai dengan kemampuan yang dibatasi secara signifikan oleh sanksi internasional. Negara itu harus mengandalkan penyalinan model drone asing, mengambil puing-puing dari negara-negara terdekat atau setelah mereka ditembak di langit Iran.

Sekarang, Angkatan Udara Iran dan militer lainnya dapat beroperasi “lebih profesional dari sebelumnya” dengan menggunakan peralatan militer modern yang dikembangkan dalam kondisi “perang ekonomi”, kata Presiden negara itu Hassan Rouhani.

“Moral pasukan militer dan kualitas persenjataan mereka tidak pernah lebih baik dari sekarang,” tambah Rouhani. Drone bukan satu-satunya bidang di mana industri pertahanan Iran telah membuat kemajuan selama beberapa dekade terakhir.

Negara ini saat ini memproduksi senjata kecil, kapal perang, jet, dan misilnya sendiri, termasuk rudal balistik.

Rudal balistik Iran telah menjadi perhatian bagi Israel dan AS, dan Washington mengatakan bahwa program rudal balistik Iran akan dibatasi oleh komunitas internasional, terutama program nuklirnya.

Teheran menolak gagasan apa pun yang ditujukan untuk menghambat pengembangan persenjataan rudal balistiknya sendiri dengan bersikeras menyatakan bahwa rudal itu tidak menimbulkan ancaman bagi AS karena radius terbatas dari rudal Iran.

*Foto: Drone Kaman-22 Iran. (@tasnimnews)