Jan 082019
 

Kapal Selam Baru Iran Akan Bertugas di Laut Oman © IRNA

JakartaGreater.com – Iran akan mengirimkan kapal perang ke Samudra Atlantik barat mulai bulan Maret, suatu langkah taktis yang kemungkinan dirancang untuk melawan kapal induk AS yang ditempatkan di Teluk Persia, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

Pengerahan ambisius ini diumumkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Iran pada hari Jumat, dan datang beberapa minggu setelah Pentagon mengirim grup serang kapal induk ke Teluk Persia.

Keputusan untuk mengirim armada Angkatan Laut sejauh ini ke barat mungkin dimotivasi oleh keinginan Republik Islam Iran untuk melawan apa yang dilihatnya sebagai kehadiran Angkatan Laut AS yang agresif di halaman belakang rumahnya sendiri. Operasi akan dimulai pada bulan Maret dan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan.

“Samudra Atlantik itu jauh dan operasi armada Angkatan Laut Iran mungkin memakan waktu sekitar lima bulan”, kata Laksamana Muda Touraj Hassani kepada media pemerintah.

Dia menambahkan bahwa Sahand, sebuah kapal perusak yang baru dibangun, akan menjadi salah satu kapal perang Iran untuk ambil bagian dalam armada. Kapal perang baru memiliki dek penerbangan untuk helikopter dan dilaporkan dilengkapi dengan senjata anti-pesawat dan anti-kapal, rudal permukaan-ke-permukaan dan juga rudal darat-ke-udara. Teheran pun mengklaim bahwa kapal perusak itu juga menawarkan kemampuan peperangan elektronik.

Kapal perusak siluman Sahand buatan Iran © PressTV

Teheran sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran grup kapal induk AS “tidak signifikan” dan berjanji untuk mencegah kapal perang AS memasuki perairan teritorial Iran di wilayah Teluk Persia.

Secara khusus, Deputi Panglima Militer Iran untuk urusan koordinasi, Habibollah Sayyari, mengatakan pada bulan Desember lalu bahwa Angkatan Laut AS diizinkan untuk berlayar di perairan internasional dekat Republik Islam Iran, ini sama seperti Angkatan Laut Iran dapat berlayar di Samudera Atlantik yang berada di dekat AS.

“Mereka tidak memiliki keberanian atau kemampuan untuk mengambil tindakan apa pun terhadap kita. Kita memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan tindakan mereka dan kita telah sepenuhnya berlatih untuk itu”, tegas Sayyari.

Pada bulan November 2018, Amerika Serikat secara sepihak memberlakukan kembali sanksi terhadap industri minyak, perkapalan dan juga perbankan Teheran. Sanksi itu sebelumnya dicabut berdasarkan kesepakatan nuklir 2015, yang ditarik secara sepihak oleh Washington pada bulan Mei 2018.

Angkatan Laut Iran untuk pertama kalinya menguji rudal relajah jarak jauh Qader dalam latihan perang di Laut Oman. © Fars News Agency

Meskipun tidak jelas apakah negara-negara lain akan mematuhi diktat Washington ini, para pejabat AS memperkirakan bahwa kapal-kapal perang Iran tidak akan lagi diterima berada di perairan internasional.

Militer Iran telah menekankan bahwa pihaknya “saat ini dipersiapkan seperti di masa lalu” untuk melindungi negara dari “segala ancaman” dan untuk memastikan jalan yang aman bagi kapal-kapal tanker minyak Iran. Teheran telah berulang kali mengancam akan menutup Selat Hormuz dan menghentikan ekspor minyak Teluk Persia jika ekspor minyaknya sendiri diblokir oleh Amerika Serikat.

Dalam beberapa bulan terakhir, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengadakan pelatihan Angkatan Laut di Teluk Persia yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur untuk “menghadapi berbagai macam ancaman”.

Bagikan