Feb 062017
 

TEHERAN – Rudal Iran akan menyerang musuh negara jika mereka berbuat salah, kata seorang komandan senior elit di Garda Revolusi Iran seperti dikutip oleh Tasnim pada hari Sabtu.

Jenderal Amir Ali Hajizadeh, kepala divisi Garda Udara, mengatakan: “Jika musuh melanggar batas, rudal-rudal kami turun pada mereka”.

Komentar Hajizadeh saat latihan militer Garda Revolusi saat menguji rudal dan sistem radarnya. Latihan itu berlangsung di daerah seluas 13.515 mil persegi di provinsi Semnan, Iran utara.

Latihan ini dilakukan sehari setelah pemerintah Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi terhadap Iran dalam menanggapi uji coba rudal yang berlangsung baru-baru ini. Sanksi menargetkan puluhan orang dan perusahaan dari Teluk Persia hingga China.

Tasnim mengatakan bahwa semua peralatan yang digunakan dalam latihan perang, termasuk semua sistem pertahanan, radar, pusat komando dan peralatan rudal permukaan-ke-udara, dirancang dan diproduksi oleh para ilmuwan Iran.

Press TV Iran melaporkan bahwa Wakil Presiden Senior Ishaq Jahangiri menanggapi sikap anti-Iran terakhir oleh AS Dia dengan menyebut tuduhan “usang” yang ditujukan oleh Washington dengan menakut-nakuti para investor.

“Bangsa dan pemerintah Iran tidak melampirkan nilai minimal atas pernyataan ini”, katanya.

Iran menegaskan bahwa uji coba rudal hanya untuk tujuan defensif dan tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB No.2231 atau kesepakatan nuklir dengan Barat.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif pada hari Jumat memberikan cuitan bahwa negaranya akan “tak tergoyahkan oleh ancaman yang datang pada keamanan warga. Iran tidak akan pernah memulai perang, namun hanya bisa mengandalkan caranya sendiri untuk bertahan”.

JakartaGreater

Bagikan: