Iran Kini Fokus Garap Rudal Udara Jelajah 1.000 Km

Jakartagreater  –  Iran menegaskan kembali niatnya untuk tidak mengembangkan Rudal jarak jauh yang mampu menyerang target lebih dari 2.000 kilometer, dengan mengatakan mereka tidak membutuhkan senjata semacam itu, dirilis Sputniknews.com pada Minggu, 6-9-2020.

Menhan Iran Amir Hatami mengungkapkan salah satu tujuan utama industri militer domestik negaranya saat ini adalah untuk meningkatkan jangkauan efektif Rudal Jelajah yang diluncurkan dari udara.

Saat ini, sebagian besar Rudal Iran memiliki jangkauan sedikit di atas 1.000 Km, dengan Rudal Jelajah yang diluncurkan dari darat memiliki jangkauan efektif hingga 1.400 Km.

Namun, Rudal berbasis udara Iran sejauh ini berkinerja buruk, mencapai target yang berjarak kurang dari 1.000 kilometer.

Iram sekarang bertujuan untuk memperluas jangkauan rudal udara dengan meningkatkan kapasitas output mesin dan menempatkan Rudal jelajah yang diluncurkan dari udara setara dengan jenis lainnya.

Pada saat yang sama, Iran tidak berusaha untuk meningkatkan jangkauan Rudal Jelajahnya, yang diluncurkan dari udara, darat atau laut, melebihi 2.000 kilometer, karena negara itu tidak membutuhkan senjata jarak jauh, kata menteri Amir Hatami.

Hatami memuji industri pertahanan Iran karena berkembang dengan baik dan mampu menangani modernisasi Rudal yang direncanakan.

Dia mencatat bahwa perusahaan militer dalam negeri saat ini memenuhi 90% dari kebutuhan pertahanan Teheran, namun mengakui setelah PBB mencabut embargo terhadap Iran atas penjualan senjata konvensional, Iran dapat mulai bekerja dengan negara-negara asing untuk memperoleh dan menjual senjata.

Namun, rencana pencabutan embargo di bawah kondisi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015, ditentang keras oleh AS, yang telah berjanji untuk memblokir langkah tersebut di Dewan Keamanan PBB.

Washington menuduh Teheran melanggar JCPOA dan telah mencoba untuk memulai mekanisme sanksi snapback, tetapi tidak berhasil.

Penandatangan lain untuk kesepakatan nuklir di Dewan Keamanan menolak inisiatif Amerika, dengan alasan penarikan AS dari perjanjian tersebut pada tahun 2018 dan hilangnya otoritas selanjutnya untuk memaksakan mekanisme yang dibuat sebagai bagian dari JCPOA.

Washington kemudian berjanji untuk menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Iran, bahkan jika mitra Eropa dan pihak lain dalam kesepakatan nuklir tidak mendukung mereka.

4 pemikiran pada “Iran Kini Fokus Garap Rudal Udara Jelajah 1.000 Km”

  1. Kita pernah punya rudal excocet blok 38 yg udah tak digunakan kenapa tak dioprek direverse engineering atau copy contek untuk dikembangkan, bukankah C-802 atau C-705 buatan cina juga copy contek dari excocet blok 38, …sedemikian sulitkah teknologi rudal hingga sampai abad millenium ini kita masih belum bisa berkutik apa-apa sama sekali sedikitpun utk bahkan mempelajari nya, …mungkinkah bangsa kita memang tidak mampu dari segi penguasaan teknologi, atau persoalan klasik yaitu dana atau memang tidak minat sama sekali, saya khawatir jika yang terakhir sebagai musababnya.

Tinggalkan komentar