Iran Pamerkan Drone Jarak Jauh dengan Presisi Tinggi

Iran telah meluncurkan “Kian”, sebuah drone presisi tinggi baru yang dapat menemukan dan menyerang target jauh dari perbatasan negara itu, kata para pejabat Iran.

Brigadir Jenderal Alireza Sabahifard memamerkan drone itu di sebuah upacara di ibukota, Teheran, sebuah drone yang dapat terbang dengan jangkauan lebih dari 1.000 km dan naik ke ketinggian 5.000 meter, tulis media pemerintah.

Drone berbahan bakar jet terdiri dari dua model yang memiliki kemampuan “misi pengawasan dan pengintaian dan penerbangan terus menerus untuk misi presisi,” tulis kantor berita negara IRNA yang mengutipnya dari para Pejabat Iran.

Sabahifard mengatakan, pesawat itu dirancang, diproduksi, dan diuji oleh para pakar angkatan udara Iran dalam waktu sekitar satu tahun. Iran telah mengembangkan industri senjata domestik yang besar dalam menghadapi sanksi internasional dan embargo yang melarangnya mengimpor banyak senjata.

“Pesawat tak berawak ini mampu mengenai sasaran jauh dari perbatasan negara dan melakukan pertahanan udara dari wilayah musuh,” kata Sabahifard.

Pembukaan drone tersebut terjadi pada saat ketegangan yang memuncak dengan Amerika Serikat, yang telah meningkat sejak tahun lalu ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang ditandatangani antara Iran dan kekuatan dunia.

Washington sejak itu menerapkan kembali sanksi untuk mencekik ekonomi Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan untuk memaksa Teheran untuk menegosiasikan perjanjian baru. Para pemimpin Iran mengatakan mereka terbuka untuk dialog jika sanksi dicabut dan AS kembali ke perjanjian nuklir.

Iran menembak jatuh drone Global Hawk AS dengan rudal permukaan ke udara pada Juni karena diduga melanggar wilayah udaranya, sebuah tuduhan yang dibantah AS.

Bulan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani memperlihatkan apa yang digambarkannya sebagai sistem pertahanan udara rudal jarak jauh yang dibangun di dalam negeri, yang digambarkan oleh media pemerintah sebagai pesaing sistem rudal S-300 Rusia.
AlJazeera

TERPOPULER

Tinggalkan komentar

TAGS