Iran : Pemutusan Hubungan dengan Qatar Tak Atasi Krisis

Doha, Qatar (Erick Irani / commons.wikimedia.org/)

Teheran – Seorang pejabat istana kepresidenan Iran 5/6/2017 mengatakan pengucilan dan pemutusan hubungan dengan Qatar takkan membantu Arab Saudi dan sekutunya mengatasi masalah regional, ujar laporan kantor berita resmi Iran, IRNA.

“Era sanksi sudah berakhir, dan pemutusan hubungan diplomatik, penutupan perbatasan, pengepungan semua negara bukan penyelesaian bagi krisis,” ujar Hamid Aboutalebi, Wakil Kepala Staf Presiden Urusan Politik, di akun Twitternya 5/6/2017.

Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab (UAE) “tak memiliki pilihan kecuali mensahkan demokrasi di dalam perbatasan mereka dan melancarkan dialog di wilayah itu”, kata Aboutalebi, sebagaimana dikutip Xinhua.

Pernyataan Aboutalebi dikeluarkan sebagai reaksi atas keputusan pada Senin oleh Arab Saudi, UAE, Bahrain dan Mesir untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, setelah mereka menuduh Doha “mendukung terorisme”.

Setelah keputusan Arab Saudi, UAE, Bahrain, Mesir, Yaman dan Libya untuk memutuskan hubungan dengan Qatar pada Senin, 5/6/2017 perusahaan penerbangan UAE, Emirates, Etihad dan FlyDubai memutuskan untuk membekukan penerbangan ke Doha sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Emirates, perusahaan penerbangan internasional milik Pemerintah Dubai, mengatakan di dalam satu surel bahwa “sebagaimana diinstruksikan oleh Pemerintah UAE, Emirates akan membekukan semua penerbangannya ke dan dari Doha, mulai pagi 6 Juni 2017, sampai pemberitahuan lebih lanjut”.

Penerbangan terakhir pesawat Emirates dari Dubai ke Doha EK847 dijadwalkan berangkat pada pukul 02.30 waktu setempat 6 Juni, tambah perusahaan penerbangan tersebut.

Semua konsumen yang sudah memeran tiket pesawat Emirates ke dan dari Doha, Qatar, akan diberikan pilihan, termasuk pengembalian penuh dana dari tiket yang tidak digunakan dan pemesanan kembali secara gratis tiket pesawat Emirates ke tujuan pilihan terdekat, kata perusahaan penerbangan tersebut.

Perusahaan penerbangan yang berpusat di Dubai, FlyDubai dan Etihad Airways –milik Pemerintah di Abu Dhabi (Ibu Kota UAE), juga menyatakan keduanya akan menghentikan penerbangan ke Doha sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sementara itu, harga minyak naik satu persen sedangkan perdagangan saham turun di pasar bursa.

Pasar bereaksi terhadap peningkatan pertikaian diplomatik di Wilayah Teluk dan membuat harga minyak 1,04 persen lebih tinggi jadi 50,47 dolar AS per barel.

Antara/Xinhua-OANA

Tinggalkan komentar