Feb 012019
 

JakartaGreater.com – Komandan Army Ground Force Iran mengatakan bahwa tentara telah membuat perubahan struktural pada strategi tempurnya, mencatat bahwa kini fokus pada pendekatan ofensif telah dimasukkan dalam agenda Angkatan Bersenjata Iran, seperti di lansir dari laman Tasnim News Agency.

Saat berbicara di program televisi pada Sabtu malam, Brigadir Jenderal Kiomars Heidari menguraikan pencapaian latihan militer skala besar yang diadakan pasukannya di provinsi Isfahan tengah selama dua hari.

Dia mengatakan pbahwa latihan perang ini didasarkan pada perubahan struktural yang telah diadopsi di Angkatan Darat iran dan juga fokus pada strategi baru pelanggaran yang semua Angkatan Bersenjata telah diperintahkan untuk mengejar.

Jenderal Heidari mengatakan bahwa Angkatan Darat Iran tidak bergantung kepada “perang asimetris” sebagai strategi lagi, menambahkan bahwa pasukan militernya telah memperoleh kekuatan pencegah tingkat tinggi sehingga mereka kini telah meninggalkan strategi perang asimetris dan berfokus kepada taktik ofensif yang efektif sebagai gantinya.

“Doktrin kami didasarkan pada kekuatan pencegah”, Jenderal Heidari mencatat, mengatakan para pakar militer telah mengembangkan peralatan buatan sendiri yang sedemikian canggihnya sehingga negara ini tidak memiliki masalah dalam bidang industri militer apa pun.

Angkatan Darat Iran telah menggelar permainan perang, yang melibatkan 12.000 pasukan tempur dari semua unit, pada hari Jumat dan Sabtu.

Pasukan dari artileri, unit lapis baja, pasukan reaksi cepat, infanteri mekanik, teknik tempur, telekomunikasi dan peperangan elektronik, serta unit udara diatur di zona operasi dengan dukungan jet tempur Angkatan Udara Iran.

Tujuan utama permainan perang ini adalah untuk mengevaluasi perubahan terbaru dalam struktur Angkatan Darat Iran dan fokus pada taktik pertempuran modern. Angkatan Darat Iran mengadakan latihan militer rutin setiap tahun.

Para pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu untuk memperkuat kemampuan militernya, termasuk kekuatan misilnya, yang dimaksudkan untuk pertahanan, bahwa kemampuan pertahanan Iran tak akan pernah tunduk pada negosiasi.