Jan 162018
 

Militer Iran (Iran Military)

Teheran, Jakartagreater.com – Iran pada Minggu 14 Januari 2018 menolak seruan AS belum lama ini bagi diizinkannya pemeriksaan asing atas lokasi militer Iran dengan dalih Kesepakatan Nuklir 2015.

Masalah pemberian akses asing ke lokasi militer Iran pada dasarnya tidak termasuk di dalam kesepakatan nuklir tersebut, yang dikenal dengan nama Rencana Aksi Menyeluruh Gabungan (JCPOA), kata Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim.

Pada masa lalu, ada beberapa kasus pemeriksaan lokasi militer Iran seperti Parchin, yang pernah diperiksa oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), kata Behrouz Kamalvandi. Saat ini, IAEA belum mengeluarkan seruan apa pun bagi pemeriksaan lokasi militer lain di Iran, ia menambahkan, sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara pada Senin 15 Januari 2018 pagi di Jakarta.

Behrouz Kamalvandi menekankan bahwa Republik Islam Iran takkan mengizinkan akses ke lokasi militernya lagi oleh pihak asing, termasuk IAEA. Pernyataannya dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat 12 Januari 2018 memperpanjang surat pelepasan tuntutan sanksi atas Iran , sementara menetapkan persyaratan bagi pelepasan sanski berikutnya.

Pada Sabtu 13 Januari 2018, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan Teheran takkan pernah merundingkan Kesepakatan Nuklir 2015, kendati ada tekanan AS. Trump terus-menerus telah mengecam kesepakatan yang ditandatangani antara 6 negara besar dunia China, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan Jerman dan Iran pada 2015.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Barat berjanji akan meredakan sanksi atas Teheran sebagai imbalan bagi dihentikannya upaya Iran untuk membuat senjata nuklir. Berdasarkan kesepakatan itu pula, presiden AS harus menandatangani peredaan sanksi atas Iran setiap 120 hari. (Antara/Xinhua-OANA)