Apr 112018
 

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. © Michael Vadon via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Serangan rudal yang menargetkan pangkalan udara Suriah pada hari Senin menyoroti skenario mimpi buruk yang tengah dihadapi Israel. Sementara itu Iran yang merupakan musuh bebuyutan Israel kian membara ke timur, seperti dilansir dari NBC News.

Rusia menyalahkan Israel untuk serangan dini hari di provinsi Homs. Dua pejabat AS kemudian menegaskan kepada NBC News bahwa Israel yang menembakkan misil itu setelah sebelumnya memberi tahu Washington. Israel tidak mengomentari serangan, yang disebutkan oleh grup pemantau dan berbasis di London telah menewaskan 14 orang, termasuk warga Iran.

Meskipun Israel jarang memberikan rincian atau bertanggung jawab atas serangan itu, militernya mengakui bahwa pihaknya telah menyerang ke dalam Suriah lebih dari 100 kali sejak tahun 2012. Sebagian besar targetnya diduga konvoi senjata yang ditujukan untuk kelompok militan Hizbullah di Lebanon, yang telah terlibat dalam pertempuran bersama pasukan pemerintah Suriah.

Israel menuduh Iran sebagai sponsor dari pejuang Hizbullah dan mendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Israel dan Hizbullah telah berperang selama 34 hari pada tahun 2006. Lebih dari 1.000 warga sipil Lebanon tewas, sebanyak 158 warga Israel, termasuk 119 diantaranya adalah tentara Israel. Banyak ahli Israel yakin bahwa perang berikutnya adalah Israel melawan Hizbullah, yang merupakan bagian dari pemerintah koalisi Lebanon.

Assad dianggap hampir menghancurkan pemberontakan yang telah berlangsung tujuh tahun di negaranya berkat bantuan Rusia, termasuk Iran dan Hizbullah.

Sementara itu, Presiden AS  Donald Trump tampaknya telah bertekad untuk keluar dari Suriah, setelah berdebat dengan penasihat militernya minggu lalu bahwa dia lebih suka membawa pulang pasukan AS dalam bulan ke depan, bukan tahunan.

Yossi Mekelberg, kepala hubungan internasional di Universitas Regent yang berada di London, mengatakan bahwa pemerintah Israel khawatir karena “orang-orang Iran itu terlalu dekat.”

Dorongan isolasi oleh Trump juga sangat memprihatinkan Israel.

“Saya pikir apa yang menjadi kekhawatiran di Israel sama seperti yang terjadi di banyak tempat lain… yakni ketidakpastian Trump”, menurut Mekelberg.

Jika AS tak terlibat secara mendalam di Timur Tengah, maka pihak Israel akan semakin merasa perlu untuk bertindak di Suriah untuk menggagalkan ancaman laten dari Iran, menurut Mekelberg.

“Israel sebenarnya tidak ingin bertindak di Suriah”, sebut Melekberg.

Menggarisbawahi ancaman dari wilayah utara, seorang ulama senior di Iran pekan lalu mengklaim bahwa Hizbullah memiliki senjata yang dapat menghancurkan kota-kota Israel seperti Haifa dan Tel Aviv. Merujuk pada perang tahun 2006 antara Hizbullah melawan Israel, Ayatollah Ahmad Khatami mengatakan bahwa roket dari Lebanon telah mengubah kedua kota Israel tersebut menjadi “kota hantu”.

Dan sekarang Hizbullah jauh lebih kuat, kata Khatami.

“Jika Anda ingin Haifa dan juga Tel Aviv terbakar habis, maka Anda dapat mencoba kesempatan Anda sekali lagi”, kata ulama itu memperingatkan Israel.

Giora Eiland, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, menyalahkan keputusan yang telah dibuat AS selama kepemimpinan Presiden Barack Obama di Gedung Putih untuk situasi yang terjadi di Suriah saat ini.

“Kesalahan terbesar Amerika adalah tidak dibuat pada tahun lalu, tetapi malah dilakukan pada awal pemberontakan di Suriah pada tahun 2011”, katanya.

Saat itu hanya ada dua pihak yang berseteru di Suriah, Eiland mengatakan mereka itu adalah pemerintah Assad yang terkepung dan gerakan pro-demokrasi.

“Assad cukup kesepian pada waktu itu dan intervensi Barat tentunya bisa membuat perbedaan besar bagi mereka yang berusaha menggulingkan Assad”, tambahnya.

Keuntungan apa pun yang mungkin dimiliki para pemberontak Suriah hilang setelah keputusan Rusia pada September 2015 untuk mendukung Assad secara militer, kata Eiland.

  14 Responses to “Iran-Trump Ciptakan Skenario Mimpi Buruk Bagi Israel”

  1.  

    kasihan… boboknya gak nyenyak…

  2.  

    waduh di tantang hizbullah nih,bakal jadi kota hantu itu tel aviv sama haifa

    •  

      Jk iran menyerang israel ypt? Iran harus melewati irak trlebih dahulu, yg irak sekarang masih berkoalolisi dgn amerika, yg bisa menyerang dekat ke israel ypt adalah yunani, turky, suriah, mesir & lebanon, tapi mesir msh brkoalisi dgn arab saudi, kemungkinan mesir agak sulit angkat senjata & yunani kemungkinan tidak angkat senjata krna masih dikumpulan nato, yg bisa adalah turky walau masih dikumpulan nato & suriah yg kemungkinan besar bisa angkat senjata, menyerang habis habisan israel ypt

      Hahhaahaaaa

  3.  

    andai Rusia tidak datang, Suriah pasti sudah dibawah AS lewat ISIS dan Israel akan aman, itu tujuan utama selain minyak

  4.  

    Halah… dari kmarin2 juga ga pernah tuh Rusia berani bales serangan USA or ISRAEL. Apalagi serangan besar kayak gini, yang dimana Israel, NATO and Arab saudi mungkin turun tangan. Mana berani Rusia ngebales serangan tersebut hanya untuk kepentingan presiden Assad. Karna resikonya sangat besar dan Rusia pun tau itu.

    Ambil contoh.
    1. Ketika USA merudal Suriah dgn TOMAHAWK, sih Rusia nya ga berani bales serangan tersebut. Yang dilakukan Rusia pada saat itu hanya protes, protes dan protes. Terus tuh komitmennya gimna dong? soal klo sekutu lu di serang bakal mendapatkan serangan balik. OMDO ish. (MALU SAMA KUCING).

    2. Ketika pasukan bayaran Rusia tewas di bom oleh Militer USA, sih Rusia nya hanya memilih untuk diam dan ga berani ngebalas serangan itu. Bahkan protes pun ga berani.

    3. Dan yg terakhir waktu militer Israel menyerang pangkalan militer Suriah. Yang dimana serangan tersebut menjatuhkan korban jiwa di pihak Suriah dan Iran. Tanpa berani melakukan serangan balasan. Cuihhh… Dan pemerintah Iran bersumpah bakal menyerang Israel. HELLOO… tuh kata2 udh bertahun2 lu bilang tapi ga ada tindakan juga. OMDO wkwkkwkw.

    #.Malu_dong_sama_kucing (meong, meong, meong).

    •  

      Karena anda melihatnya dari persepsi berseberangan… dari sisi yang mendukung barat…
      Serangan Tomahawk jelas adalah serangan yang sulit dibalas, karena yang ditarget adalah Bandara Suriah yang tidak terdapat pasukan Russia… dan serangan itu ditujukan kepada Suriah, yang sedang babak belur memerangi ISIS… dan yang aneh justru tidak ada Tomahawk yang mengarah kepada ISIS… Jika saja Suriah dalam posisi yang lebih baik pasti serangan itu akan dibalas, Russia tidak dalam posisi yang memiliki peran untuk melakukan serangan balik kepada posisi USA, karena meraka hadir di Suriah untuk membantu memerangi ISIS, dan itu sudah dilakukan…
      Wagner, di perang yaman juga banyak mengirim sejenis seperti Black Water… tujuannya jelas berbeda, pasukan bayaran jelas menjalankan misi yang bukan resmi, dan ketika mereka mendapat masalah maka tidak akan lantas mendapatkan bantuan dari militer resmi… sama persis seperti yang terjadi pada Black Water di Yaman…
      Serangan Israel dilakukan dari wilayah udara Libanon… dan siapa yang sebenarnya pengecut??? menyerang negara lain dari posisi di negara lain… kemudian kabur seperti yang sering dilakukan Israel, tentu saja ada alasan mengapa mereka tidak menggunakan F-16 yang ketembak jatuh… jika tidak ada Russia maka serangan itu mungkin tidak akan pernah bisa di ketahui dilakukan siapa…

      Dari semua insiden yang disebutkan Vhika Ferananda, tidak ada satupun serangan dari pihak barat ditujukan kepada ISIS, justru semuanya diarahkan kepada posisi pasukan yang sedang memerangi teroris… Saya ulang lagi tidak ada Tomahawk yang di tujukan untuk menyerang ISIS, justru malah digunakan untuk menyerang pasukan yang memerangi ISIS… Who is the real devil???

    •  

      Tahu sendiri kalau Tom an Jerry tengkar di Suriah….bisa picu PD3 nihhh….kalau salah satu bisa menahan diri….ya bersukurlah….soalnya medan pertempuran arenanya dan korbannya ya warga Suriah sendiri….Dahulu kala…. Suriah itu negara yang indah….kebun2 anggur dimana2, masyarakatnya hidupnya ya damai, orang KBRI ya nyaman keluyuran ke pasar2….sekarang…mengerikan !, sirene tanda bahaya bunyi setiap saat…hidup tidak senyaman dulu….

  5.  

    Lah… kok gitu.
    Masa ketika Israel menyerang dari posisi negara lain malah di bilang pengecut. Itu namanya strategi. Buat apa punya teknologi yg canggih terus ga di gunakan. Hitung2 untuk memperkecil jatuhnya korban jiwa di pihak Israel. Tapi intinya kan mereka melakukan serangan itu. Malah di bilang pengecut. wkwkkwkw… Gimana sih nih ka yuli.

    Tuh liat Iran, dari dulu bersumpah, sumpah dan sumpah mulu. Mana sumpahnya yg dari dulu yg katanya bakal lenyapin tuh Israel. OMDO aja kan.

    Di irak Israel mengambil tindakan buat ngebom reaktor nuklirnya. Di Suriah juga sama, serangan itu tetap dilakukan. Terus mana balasannya?? masih ragu kah?? masih takut kah?? tapi bukan berarti Iran pengecut. Tapi hanya saja terlalu banyak OMDO nya aja.

    Ka yuli malah ngatain Israel pengecut. Yaudah… Sekarang gini, sampai sekarang blm ada yg berani serang tuh Israel yg katanya pengecut. Mau bilang karna ada USA+NATO di belakang dia? Namanya juga sekutu dia. Makanya lu cari sekutu lah, gitu aja kok ribet. Kebetulan tuh Rusia yg katanya SUPER apalah itu kan sekutu Iran. Masih ga berani juga??

    klo ga ka yuli aja yg angkat senjata terus berangkat ke Israel. Duar2 tembak2an disana ntar aku dengerin berita aja. Ka yuli yg kabur dari medan pertempuran apa Israelnya yg kabur.

    SARAN. Ka yuli bawa orang2 yg banyak. Klo bisa ka yuli dan kawan2 + IRAN langsung menuju medan pertempuran. Nah klo udh gitu tinggal dengar berita aja siapa yg pengecut.