Jan 122016
 

M48_chaparral_air_defense_system_mim-72_united_states_002

ISIS tampaknya mencoba untuk mengembangkan sendiri sistem peluncur roket anti pesawat Chaparal Amerika Serikat, yang menggunakan rudal sidewinder menjadi sistem rudal permukaan ke udara.

ISIS mencoba menjadikan rudal ke udara jarak dekat buatan Rusia, R-13 sebagai sistem peluncuran rudal anti pesawat permukaan ke udara. Jika ISIS berhasil memecahkan tantangan teknis, sistem yang dihasilkan masih belum menjadi ancaman yang nyata bagi pesawat tempur koalisi atau pesawat sipil.

Siaran SkyNews pada 5 Januari lalu memicu kekhawatiran baru tentang keamanan penerbangan, ketika menayangkan rekaman yang menunjukkan militan ISIS mencoba merubah sistem rudal udara ke udara menjadi sistem anti pesawat permukaan ke udara.
SkyNews menyatakan memperoleh rekaman dari pemberontak Suriah yang ditangkap setelah berusaha memasuki Turki. Pada rekaman ini menunjukkan bagaimana para ahli senjata ISIS di “Universitas Jihad” di kota Al Raqqah Suriah berusaha merekayasa ribuan stok rudal tua dengan baterai thermal baru.

Terlihat dalam rekaman, rudal belum memiliki fitur yang lengkap, sistem bimbingan rudal yang tampaknya dari sebuah rudal AIM-9 Sidewinder dan sistem kontrol rudal R-13 (AA-2 Atoll), buatan Soviet yang merupakan salinan dari rudal jarak pendek inframerah Sidewinder. Varian R-13 kemungkinan merupakan rampasan pasukan pemberontak yang berhasil menguasai salah satu basis Angkatan Udara Suriah beberapa tahun terakhir.

Baterai thermal rudal Sidewinder akan sangat sulit di rubah karena merupakan bagian integral dari perangkat deteksi target (sistem sensor jarak), demikian pula rudal R-13 yang kemungkinan sama.

Beberapa rekaman menunjukkan bagian bimbingan rudal dipasang ke adaptor hardpoint (pylon), seperti yang terpasang pada pesawat tempur.
Hal ini untuk menyediakan rudal dengan daya listrik dan gas yang terkompresi untuk mendinginkan sistem seeker rudal sebelum diluncurkan, juga untuk menyatukan sistem antarmuka antara rudal dengan sistem pengendali tembakan yang nantinya memungkinkan operator untuk mengaktifkan senjata dan memberitahukan ketika sistem seeker inframerah telah mengunci target dan meluncurkan rudal.(Janes)

chap03

Chaparal buatan AS adalah sistem pertahanan udara ringan yang mobile dengan turret yang dipasang pada kendaraan beroda rantai dengan empat rudal siap tembak.

Sistem peluncur darat ke udara Chaparal dilengkapi versi rudal udara ke udara Sidewinder. Sistem pertahanan udara jarak dekat dan menyediakan pertahanan titik pada instalasi-instalasi penting dan pangkalan militer. Mampu menyasar pesawat tempur dan helikopter yang terbang rendah dengan jangkauan maksimal 5 km.

  9 Responses to “ISIS Merekayasa Sistem Rudal Anti Pesawat Chaparal”

  1. Waaww keren juga… hehehe meskipun jadul…

  2. ….yang menggunakan rudal sidewinder menjadi sistem rudal udara ke permukaan.

    aing lieur atuh lah

  3. isis walaupun di bom habis2 an oleh USA,BELANDA,PRANCIS,INGGRIS JERMAN,RUSIA, dll .
    isis santai saja….malah terus membangun jalan tol

    http://www.atjehcyber.net/2015/12/video-dibombardir-jet-as-rusia-is-di.html

  4. Josss ajalah,, ^_^

  5. Semakin di desak semakin berbahaya !!!

  6. buatlah jagoan anda tu memang bisa. Trus pada waktu dioprasikan pakai rumus diameter ph.d. Switch.. WuzzZ.. Zed… zed.. ser… Plak…Hahaha.

  7. Daesh masih dalam tahap menempel2 tekonologi eks rudal as & rusia belum mampu membuat rudal dari nol, yg bahaya itu rudal tempelan itu digunakan buat nembak pesawat sipil

  8. Kalo gak salah dikawasan teluk yang memiliki rudal chaparal adl iran…warisan jaman syah iran ketika masih akrab2nya dg amrik

    Perang kok mbulet…

 Leave a Reply