Nov 212015
 

bom-isis

Kelompok Islamic State (IS) memamerkan bom rakitan yang diklaim menjatuhkan pesawat Metrojet di dataran tinggi Sinai, Mesir. Foto bom rakitan itu diunggah di majalah online Dabiq, majalah resmi kelompok ultra radikal itu.

Dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (18/11/2015), bom tersebut dikemas dalam kaleng minuman ringan, seukuran kaleng kemasan Coca-Cola, Pocari Sweat dan sejenisnya.

Selain kaleng, ada foto detonator, timer, serta baterai pemicunya. Di dalam kaleng itu diduga diisikan bahan peledak jenis Triacetone Triperoxide (TATP), atau kerap dijuluki “Bunda Setan”.

Beratnya diduga kurang dari satu kilogram. Bahan peledak ini mudah didapat dan sulit dideteksi dengan alat apapun.

Bahan peledak yang sama digunakan oleh para pengebom bunuh diri yang beraksi di Stade de France dan gedung pertunjukan Bataclan, Paris, akhir pekan lalu.

Pesawat Metrojet berpenumpang 224 terbang dari lokasi tetirah Sharm elSheikh tujuan St Petersburg. Pesawat tiba-tiba hilang dan ditemukan jatuh berkeping di dataran tinggi Sinai.

Kelompok ISIS mengklaim mereka lah yang menjatuhkan pesawat itu. Rusia dan Mesir sempat menepis insiden itu akibat serangan bom.

Namun penyelidik Inggris dan AS meyakini, pesawat hancur di udara akibat bom.

Belakangan, Badan Keamanan Federasi Rusia dan pemerintahan Presiden Putin mengakui, pesawat jatuh akibat bom yang diduga diletakkan di kabin belakang, dekat ekor pesawat.

Bersamaan pengumuman dan pengakuan pemerintah Rusia, otoritas Mesir menciduk dua orang yang diduga kuat terlibat aksi penyelundupan bom itu ke kabin pesawat nahas itu.

Tribunjogja.com

  12 Responses to “ISIS Pamer Bom yang Jatuhkan Pesawat Rusia”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    Isis lagii

  3.  

    sepertinya ada yg baru bangun

  4.  

    Butuh bukti… jangan cuma opini.. Bisa nggak ngebuktikan?

    •  

      Obama Kepleset Lidah Mengaku AS Melatih ISISPresiden Obama terpeleset lidah dalam sebuah konferensi pers membicarakan ISIS. Dalam pernyataannya, Obama mengatakan bahwa AS melatih tentara ISIS.DiberitakanRT,Rabu (8/7/2015), pernyataan Obama itu disampaikan setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat keamanan soal upaya AS dalam mengalahkan ISIS, salah satunya adalah memberikan pelatihan bagi kelompok pemberontak moderat di Suriah.Namun dalam konferensi pers Senin kemarin, Obama mengatakan bahwa, “Kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIS, termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar.”Obama seperti tidak sadar telah mengucapkan kalimat yang salah dan melanjutkan perkataannya. Namun pihak Gedung Putih sepertinya menyadari kesalahan kalimat itu dan melakukan perbaikan dalam transkrip resmi di situs pemerintah.Dalam transkrip tersebut, kalimat Obama ditambahi kata dalam kurung “Iraqi” atau warga Irak. Namun inisiatif Gedung Putih ini juga terasa aneh dan tidak memperbaiki keadaan. Kalimat “Pelatihan pasukan ISIS (warga Irak)” bermakna seolah AS melatih pasukan ISIS yang berada di Irak.Kesalahan Obama dan perbaikannya dalam transkrip yang janggal memicu kehebohan di media sosial. Beberapa mengatakan bahwa ini adalahFreudian slip, yaitu tidak sengaja mengatakan hal-hal yang terpendam di alam bawah sadar yang biasanya merupakan kejujuran. Artinya, Obama mengakui bahwa mereka telah melatih ISIS.ISIS adalah pion yang digunakan AS dan sekutunya untuk mendestabilisasi Timur Tengah, seperti yang diungkap oleh para analis dan intelejen. Jadi, apakah ISIS serius akan menyerang ‘majikannya’ sendiri?

    •  

      Banyak..tapi buat yg sdh ter brainwash oleh propaganda Usa cs dgn isisnya jadi hambar & percuma..biarlah Allah yg membuktikan kebenaran & membongkar kebohongan semuanya ini..kalo masalah keyakinan debat ga bakal ada habisnya sampai kiamat kubro sekalipun,karena semuanya merasa paling benar hahaha…peace..!!!!

    •  

      Menyusul teror Paris, Pemerintah Perancis telah mengajukan draft resolusi kepada Dewan Keamanan(DK) PBB. Antara lain, menyerukan kepada semua anggota DK untuk mengambil semua langkah yang diperlukan (take all necessary measures) di wilayah yang dikuasai ISIS, untuk melawan ISIS.Draft ini akan disidangkan oleh DK akhir pekan ini. Bila sebelumnya, berbagai draft resolusi serangan ke Suriah selalu diveto China dan Rusia, situasi saat ini berbeda. Pesawat Metrojet Rusia telah hancur berkeping-keping (31/10), dan ISIS mengaku telah menaruh bom di dalamnya. Warga negara China juga sudah menjadi korban pemenggalan ISIS (19/11) dan memunculkan kemarahan warga negeri Tirai Bambu itu. Situasi ini jelas membuat China dan Rusia sulit menolak resolusi itu.Sebaliknya, resolusi disetujui, resikonya pun besar. Sejarah telah mencatat bahwa istilahtake all necessary measuresbisa digunakan seenaknya oleh NATO. Resolusi 2011 untuk Libya, yang konon untuk ‘intervensi kemanusiaan’ ternyata berujung pada penggulingan Qaddafi dengan cara terbrutal: bombardir istana presiden, gedung perkantoran, rumah sakit, rumah penduduk, dan berbagai infrastruktur lainnya, serta menggunakan bom fosfor putih. Qaddafi pun akhirnya tewas, kekuasaan diserahkan kepada pemerintah interim. Danvoila,kilang-kilang minyak dan berbagai proyekrekonstruksi pun diserahkan kepada perusahaan-perusahaan Barat.Sejak Barat mensponsori upaya penggulingan Assad, yang dimulai tahun 2011, tujuan utama mereka adalah menggulingkan Assad. Dan ini adalah harga mati buat mereka. Resolusitake all necessary measureshampir bisa dipastikan akan dimanfaatkan untuk membombardir Suriah habis-habisan, sampai Assad tewas.Di sini “ketulusan” Rusia akan teruji. Akankah Putin benar-benar akan membela Assad, atau lebih memilih bagi-bagi wilayah kekuasaan di Suriah? Waktu yang akan membuktikan.Sementara ini, yang bisa dilacak adalah apa motif di balik sikap AS, Perancis, dkk yang sedemikian ngotot ingin “menyerang” ISIS setelah Rusia turun tangan? Perubahan sikap Barat bisa dipastikan terkait dengan kemajuan yang dicapai Rusia dan tentara Suriah di lapangan. Rusia telah membuktikan keseriusannya membombardir ISIS. Pepe Escobar menulis, pesawat temput Rusia melakukan serangan yang ‘mengesankan’ ke lebih dari 140 target yang diluncurkan melalui 34 rudal jelajah yang mutakhir, menggunakan pesawat pengebom supersonik sayap rendah Tu-160, Tu-22, dan Tu-95Mc, dan menempatkan 25 peledak strategis di Suriah, ditambah dengan 8 buah pesawat temput Su-34 ‘Fullback’, dan empat Su-27 ‘Flanker’.Dalam pertemuan G20 di Turki (16/11), Putin blak-blakan menyebut bahwa penyuplai dana untuk ISIS berasal dari 40 negara, termasuk negara-negaraG20. Segera setelah itu, Presiden Komisi Eropa mengajak Putin ‘baikan’ setelah selama ini Rusia dikucilkan akibat konflik Ukraina. Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menulis surat kepada Putin, mendorong agar kerjasama ekonomi Uni Eropa dan Eurasian Economic Union yang dipimpin Moskow semakin diperkuat. Juncker bahkan menyatakan penyesalannya, mengapa jalinan kerjasama ini tidak dimulai sejak tahun lalu.Dalam KTT G20, Putin juga menyatakan memiliki data satelit jalur perdagangan minyak illegal, dari pangkalan ISIS ke negara asing, melewati Turki. Dengan segera, AS pun membombardir jalur perdagangan minyak tersebut. Pertanyaannya,pertama, mengapa AS menunggu Putin memberi laporan di G20?Kedua, mengapa yang dibombardirAS adalah infrastruktur minyaknya (ini adalah milik pemerintah Suriah, dibangun oleh pemerintah Suriah, dan kemudian dijarah oleh ISIS)? Mengapa tidak membombardir truk-truk minyak illegal, menangkapi anggota ISIS, dan membiarkan infrastruktur aman untuk kelak dikembalikan ke rakyat Suriah?Tentu saja ini pertanyaan naif. Ini adalah pola lama, sudah terjadi di Irak dan Libya. “Hancurkan infrastruktur mereka, nanti kami yang membangun kembali,” kira-kira demikian gumam para pemilik perusahaan kontraktor Barat yang kini menguasai proyek-proyek rekonstruksi di Irak dan Libya.Keberadaan wilayah kaya minyak yang dikuasai ISIS inilah kunci kekisruhan saat ini. Begini penjelasannya. Rusia telah menggempur para teroris (tidak hanya ISIS, tapi grup-grup “jihad” lainnya), sementara tentara Suriah dengan penuh heroisme mengambil alih desa dan kota dari pendudukan para jihadis. Sebagian di antara pengungsi pun kembali ke daerah asal mereka, sambil dengan gegap gempita menyatakan terima kasih kepada Rusia dan Assad.Tentara Suriah juga telah mengambil alih wilayah selatan dan barat yang semula berada di tangan “mujahidin”. Di perbatasan Suriah-Lebanon, ISIS juga sudah dibabat oleh tentara Suriah dan Hizbullah. Saat ini target tentara Suriah adalah menguasai Aleppo kawasan utara Suriah lainnya yang masih dikuasai ISIS.Wilayah yang menjadi urat nadi ISIS adalah perbatasan Turki-Suriah, yang merupakan jalur suplai logistik (dan pasukan) ISIS yang masuk dari Turki. Padahal, pasukan Kurdi telah berhasil mengontrol daerah yang berada di perbatasan Turki-Suriah dari ujung barat hingga ke timur, kecuali hanya sebagian kecil (Jarablus di bagian timur, dan Dabiq di bagian barat). Wilayah inilah yang disebut sebagai ‘Zona Aman’ oleh NATO. Selama ini, dalam operasi militer bersama AS dan Turki, wilayah ini justru benar-benar aman. Yang dibombardir AS dan Turki justru pasukan Kurdi dan rakyat sipil, bukan ISIS. Jika tentara Suriah atau pasukan Kurdi mampu mengambil alih wilayah ini, maka jalur supplai untuk ISIS akan terpotong.Dan dalam posisi seperti, tiba-tiba teror Paris terjadi. Berdasarkan berbagai polling, publik di Eropa dan AS sudah semakin menyetujui dilakukannya serangan besar ke Suriah. Bila opini publik ini akhirnya membuat DK PBB merestui serangan NATO ke Suriah, maka sesungguhnya yang pertama akan dilakukan NATO adalah menjaga“Zona Aman ISIS” tetap aman. Dan yang lebih penting lagi, agar suplai minyak yang menghasilkan uang 1,53 juta Dollar AS per hari untuk ISIS (dan entah berapa untuk para trader) tetap aman. Perlu dicatat pula bahwa salah satu pemain utama dalam jual beli minyak illegal ini adalah Bilal Erdogan, putra Presiden Turki.Jadi, seperti saya pertanyakan di awal tulisan: seberapa jauh ketulusan Rusia akan terlihat dari keberanian Sang Beruang Merah untuk merebut kembali wilayah tersebut dan mengembalikannya kepada rakyat Suriah.

  5.  

    Perang jaman sekarang pake otak bung, apakah berita yang anda dapatoriginal jg tanpa bumbu dari yahudi, tentu tidak mereka jg membuat anda membenci mereka untuk kepentingan mereka sendiri. Belajarlah mencintai allah, dengan cara yang allah benarkan jg,
    untuk kebaikan anda bung

  6.  

    Beritanya yg baru gak muncul

 Leave a Reply