Jun 162017
 

Sebuah kebakaran menghanguskan beberapa rumah setelah serangan udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara Filipina di Marawi, Filipina selatan, Sabtu (27/5/2017). (AP/Bullit Marquez)


Ali Fauzi, bekas militan Indonesia yang pernah berperang di Mindanao dan juga adik pelaku Bom Bali Mukhlas dan Amrozi, mengatakan bahwa Pulau Mindanao merupakan satu-satunya tempat bagi ISIS untuk bisa berpijak karena begitu mudahnya lalu lintas senjata dan amunisi di pulau itu. Ia menyampaikan bahwa ISIS tidak akan bisa membangun pijakan di Indonesia dan Malaysia.

“Mereka (ISIS) kemungkinan terbesar mendirikan teritorinya di Filipina berkat senjata dan amunisi tersebar luas dan mudah sekali didapatkan di sini,” ujar Ali Fauzi kepada Channel News Asia.

Fauzi pernah membeli senjata dengan mudah di pasar gelap di Mindanao sewaktu bertempur untuk kaum separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF) pada tahun 1994—1997 dan 2002—2006. Menurutnya, kebanyakan senjata itu dijual oleh militer di pasar gelap.

“Saya mengetahuinya dari bekas kolega-kolega saya di MILF bahwa situasi seperti itu tidak berubah,” kata Fauzi.

Sementara itu, bekas pemimpin Jemaah Islamiyah Nasir Abas menjelaskan bahwa membangun kamp pelatihan paramiliter di Gunung Kararao di dekat Marawi. Seperti Fauzi, dia juga pernah dengan gampang membeli senjata di Mindanao.

“Waktu itu sejumlah tentara Filipina kabur karena takut bertempur. Kapan pun mereka kabur, mereka menjual senjata kepada penduduk setempat,” kata Nasir. “ISIS menyasar Marawi karena ini adalah kota bermayoritas muslim.”

Saat ini kelompok Maute dan satu faksi Abu Sayyaf tengah merepotkan militer Filipina di Marawi. Kota itu dikenal sebagai pusat Islam, kota dengan mayoritas penduduk muslim di negara yang 90 persen penduduknya beragama Katolik Roma.

Sumber: Antara

  5 Responses to “ISIS Tidak Bisa Membangun Pijakan di Indonesia”

  1. Walau tidak teridentifkasi isis berada di indonesia…tp ttp jalur2 rawan di singgahi kelompok2 teroris perlu di jaga ketat…

    • Bukan karna bebasnya membeli persenjataan saja seperti yg ada di filipina tetapi juga kebutuhan konsumsi untuk berperang jga gak ada di indonesia itu faktor utama isis ga berani masuk karna sekali masuk gak bisa keluar karna gak ada persediaan memadai untuk perang semua udah di bak up sama tni kita , secara logika mana bisa perang dalam keadaan perut kosong seminggu dua minggu hehehe… bener2 tni kita ahli dalam gerilya contoh GAM dan kelompok2 separatis dulu yang membangkang pada nkri sekarg bisa hidup enak kembali ke pangkuan ibu pertiwi daripada di hutan tiap hari makan pisang sama monyet hehehe… salam damai indonesiaku

  2. jangan2 hanya pengalihan supaya pemerintah terlena

  3. gak ada tempat buat isis di bumi pertiwi. simpatisan isis di sini semoga lekas sadar dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi kalo mau bikin rame di luar aja jangan di NKRI

 Leave a Reply