Mar 272017
 

Permukiman Israel di sekitar Jerusalem (Xavier Malafosse)

New York / PBB 25/3 – Israel telah mengabaikan tuntutan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pembangunan permukiman, ujar utusan khusus PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov kepada 15 anggota Dewan Keamanan, 25/3/2017.

Sementara itu, menurut Mladenov, beberapa kelompok warga Palestina juga terus menghasut kekerasan terhadap Yahudi.

Pemaparan Mladenov itu merupakan laporan pertamanya menyangkut penerapan resolusi Dewan Keamanan, yang disahkan pada 23 Desember lalu dengan 14 suara mendukung dan AS menyatakan abstain. Presiden terpilih saat itu, Donald Trump, dan Israel meminta Washington untuk menggunakan hak vetonya terhadap resolusi tersebut.

“Resolusi meminta Israel agar mengambil langkah-langkah ‘untuk menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang didudukinya, termasuk Jerusalem timur.’ Tak ada langkah seperti itu yang diambil selama masa pelaporan,” papar Mladenov kepada Dewan.

Israel telah selama berpuluh-puluh tahun menjalankan kebijakan membangun permukiman Yahudi di wilayah yang direbut Israel pada perang tahun 1967 dengan negara-negara Arab tetangganya.

Sebagian besar negara menganggap kegiatan pemukiman Israel itu sebagai tindakan ilegal dan merupakan hambatan bagi perdamaian. Israel tidak setuju terhadap anggapan tersebut.

Palestina ingin membentuk negara independen di Tepi Barat, Gaza dan Jerusalem Timur.

“Banyak kegiatan (pembangunan permukiman) yang dilakukan dalam tiga bulan terakhir ini akan lebih jauh memutus sambungan wilayah bagi masa depan (pembentukan )negara Palestina serta mempercepat pemecahan wilayah Tepi Barat,” kata Mladenov soal pemukiman.

Ia menambahkan bahwa kegiatan-kegiatan pemukiman itu merupakan “salah satu hambatan utama bagi perdamaian.” Mladenov juga mengatakan peningkatan tembakan-tembakan roket dari Gaza ke arah Israel merupakan “perkembangan yang mengkhawatirkan”. Ia menyayangkan bahwa para pejabat Otoritas Palestina tidak mengutuk serangan-serangan terhadap Israel.

Resolusi 23 Desember, yang diusung oleh Selandia Baru, Malaysia, Venezuela dan Senegal satu hari setelah Mesir mundur karena tekanan dari Israel dan Trump, itu merupakan resolusi pertama yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB menyangkut Israel dan Palestina dalam delapan tahun belakangan ini.

Antara / Reuters

Bagikan Artikel:

  13 Responses to “Israel Abaikan PBB Soal Pembangunan Permukiman”

  1. yah Pertamax

  2. Sabar… ini ujian…

  3. Kok giliran anak emasnya berbuat ulah terus2an AS mendukung, dan Palestina yg menentang disebut negara teroris. Pesimis klu menyangkut masalah Israhell, Tuhan aja ditentang para nabi di bunuh apalagi cuma masalah ini ya dianggap enteng!

  4. Ketidak adilan NATO SIBUK NGURUSIN UKRAINA TAPI ISRAEL NYAPLOK PALESTINA MANDUL NATO DI BENTUK UNTUK KEPENTINGAN PERDAMAIAN ATAU APA ?

  5. Bubarin aja PBB..Giliran Anak kesayangan ASU si Israhell buat masalah Gk kena SANKSI…

    #Organisasi Gk ada Gunanya
    #Bubarin PBB
    #Save Palestine From Israhell
    #Fuc..ng Israhell&ASU
    #I Very Hate Israhell

  6. Pasok HAMAS dgn S400… Tinggal hubungi Om basyar al asad dan Om putin….wkwkwk

  7. PBB= persatuan bangsa barat..PBB hanya milik negara2 pemegang hak veto

  8. seharusnya hak veto di hillangkan saja…
    baru demokrasi di PBB bisa di tegakkan…

    #cuma opini doang…

  9. padahal yang menerima kaum yahudi saat genosida adalah bangsa palestina,… dengan tangan terbuka….. wajar jadi bangsa terlaknat… harus malah……

  10. Hancurkan. Pemukiman yahudi sialan…

 Leave a Reply