Sep 182018
 

Senapan runduk Vintovka Timna dan AK modern buatan Silver Shadow © Survincity.com

JakartaGreater.com – Sebuah produsen senjata terkemuka asal Israel akan membuka pabrik manufaktur di Filipina untuk memproduksi senjata api beserta amunisi, seperti dilansir dari laman Jerusalem Post.

Silver Shadow Advanced Security Systems Ltd (SSASS) dilaporkan oleh Kantor Berita Filipina telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan Rayo Illuminar Corporation (RIC) untuk membuka pabrik yang akan beroperasi pada tahun depan.

Kedua perusahaan tersebut dikatakan telah memilih Limay di provinsi Baatan sebagai lokasi potensial dari pabrik yang akan dibangun.

Menurut kantor berita Filipina, SSASS telah berkomitmen untuk menanamkan investasi awal sebesar US $ 50 juta dan bahwa perusahaan Israel itu juga berkomitmen untuk melatih dan mempekerjakan setidaknya 160 tenaga kerja.

Kedua perusahaan dikatakan bahkan telah melakukan negosiasi sebelum kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Israel pada bulan Agustus ketika letter of intent antara kedua perusahaan ditandatangani.

Israel dan Filipina mempertahankan hubungan keamanan yang erat. Israel menjual sejumlah besar persenjataan kepada militer Filipina selama bertahun-tahun. Dengan ketegangan yang meningkat di Laut China Selatan atas Kepulauan Spratly yang disengketakan oleh Filipina, Malaysia, China dan Vietnam, keseluruhan aliran senjata ke wilayah itu telah melonjak.

Selama kunjungan Presiden Duterte ke Israel , lebih dari 20 perjanjian senilai US $ 83 juta telah ditandatangani. Kantor Berita Filipina melaporkan bahwa 14 MoU telah diteken, serta 8 LoI dari perusahaan Israel yang tertarik untuk berinvestasi di negara Asia Tenggara itu.

“Perjanjian ini merupakan indikasi yang jelas dari peluang bisnis dan investasi besar di Filipina yang tersedia untuk Israel”, kata Menteri Perdagangan Filipina Ramon Lopez. “Filipina berkomitmen untuk mengejar beberapa peluang dengan memperkuat kemitraan bersama Israel. Keterlibatan kami dengan mereka akan memungkinkan kami untuk menghidupkan kembali hubungan dan meningkatkan perdagangan antar negara”.

Duterte mengatakan bahwa dia melihat Israel sebagai pemasok senjata alternatif. Selama kunjungannya, dia memberi tahu Presiden Israel Reuven Rivlin bahwa ia bermaksud untuk membeli peralatan militer secara eksklusif dari Israel karena kurangnya pembatasan. Beda dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang menolak menjual senjata ke Filipina atas dalih pelanggaran hak asasi manusia.

Filipina telah bertindak keras terhadap para pengguna dan pengedar narkoba, Duterte telah meluncurkan status “perang” kontroversial melawan perdagangan narkotika yang menurut organisasi HAM Internasional, seperti Human Rights Watch, sebab telah menewaskan lebih dari 12.000 orang.

  7 Responses to “Israel Akan Bangun Pabrik Senjata Api di Filipina”

  1.  

    Wah Pindad ada saingan dong di Asean

  2.  

    menurutku ini mainan israel khususnya zionis utk menghancurkan asia tenggara, memasok lbh bnyk senjata kepada teroris binaan mereka

  3.  

    Kenapa selalu sensitif secara membabi buta… bukankah itu bisa mencoreng keagamaan dirimu sndiri… negara israel.. bgsa jahudi n siois itu 3 hal yg berbeda scr garis waktu n topografis, blm lagi keberadaan bangsa palestiNa yg ternyata juga tinggal gratis di kedaulatan israel…. faktanya palestina itu di suplai oleh UN dgn infrastruktur n SDM bukan asli dr bangsanya sndiri

  4.  

    Teroriz binaan muslim isis n irak pasti sudah di binasakan dari marawi… mknya ada lowongan bagi pengusaha snjt dr isroil

  5.  

    Ada maksud tersembunyi nggak ya??
    Nambah wacana.
    https://jakapingit.blogspot.com/2018/09/prabowo-subianto.html

 Leave a Reply