Apr 162018
 

Pesawat tiltrotor V-22 Osprey buatan Bell-Boeing, AS. © Peter Gronemann via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Israel telah menghidupkan kembali diskusi dengan pemerintahan Trump mengenai akuisisi potensial Bell-Boeing V-22 Osprey karena program tersebut terlihat untuk mengisi kapasitas produksi yang kosong, seperti dilansir dari laman situs Flight Global.

Pemerintah Israel tahun lalu telah membekukan rencananya untuk membeli enam unit V-22 Osprey, tiga tahun setelah Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS memberi tahu Kongres tentang kemungkinan penjualan pesawat tiltrotor ke Tel Aviv.

Namun pembekuan V-22 Osprey tampaknya berumur pendek, ketika pejabat Israel membuka kembali diskusi dengan Komando Angkatan Laut AS (NAVAIR) akhir tahun lalu.

“Dalam enam bulan terakhir, kami memiliki beberapa diskusi dan minat yang meningkat dari Israel”, kata Kolonel Matthew Kelly, manajer kantor program bersama V-22. “Tidak ada yang akan terjadi. Tapi kami senang bahwa Israel mempertimbangkan kembali V-22″.

MV-22 yang beroperasi dari USS Iwo Jima juga berpartisipasi dalam latihan Kia Green Israel pada pertengahan Maret, memberi lebih banyak kesempatan bagi pejabat Israel untuk mengevaluasi kemampuan tilrotor ini, kata Kelly.

Sementara CV-22 yang dioperasikan oleh Komando Operasi Khusus Angkatan Udara AS (AFSOC) telah digunakan secara besar-besaran dalam operasinal tempur di negara tetangga Suriah, kata Kelly, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Uji penerbangan helikopter CH-53K “King Stallion” di West Palm Beach, Florida pada 22 Maret 2017. © US Marine Corps via Wikimedia Commons

Menurut pejabat NAVAIR, setiap penjualan pesawat tiltrotor V-22 Osprey akan menjadi satu paket dengan helikopter angkut berat Sikorsky CH-53K King Stallion dan Boeing CH-47F Chinook yang kini sedang di evaluasi Israel untuk menggantikan armada tua CH-53 Yasurs.

NAVAIR berencana untuk menyelesaikan kontrak produksi multi-tahun ketiga untuk V-22 pada bulan Juni atau Juli, kata Kelly. Rencana produksi 5 tahun berikutnya akan menyerukan memperkenalkan CMV-22 kepada Angkatan Laut AS, dan mengirimkan 17 unit V-22 pesanan Jepang, bersama dengan pengiriman tambahan ke USMC dan AFSOC.

Namun rencana produksi 5 tahun masih belum mencapai kapasitas produksi patungan Bell-Boeing. Kontrak multi-tahun ketiga, saat diselesaikan, memungkinkan pengiriman sekitar 10 tambahan Osprey ke pembeli asing setiap tahun selama periode lima tahun, kata Kelly.

Selain Israel, NAVAIR juga telah menargetkan beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Norwegia, Spanyol, Jerman dan Inggris.

Bagikan:

  6 Responses to “Israel Berencana Beli Helikopter CH-53K dan Osprey”

  1.  

    Mengenal sosok The Sikorsky CH-53K King Stallion

    https://www.youtube.com/watch?v=nUvwuH_rn2c

  2.  

    Ini juga lagi di evaluasi sebagai pengganti armada CH-53 Yasurs yang udah tua…

    https://www.youtube.com/watch?v=xOIdrcJfoT4&t=24s

  3.  

    Kita harus mengakuisi satelit israel yang moncer

  4.  

    .. klo aku pingin ada desain helikoper yg baling2nya terlindungi lingkaran sehingga “aman” buat ke pepohonan dan ketempat2 sempit.. terlepas dr masalah turbolensi ya

  5.  

    Mahal diperawatan kayaknya!

 Leave a Reply