May 232017
 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (Kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (Kiri) di Aula Kerajaan Saudi di Riyadh, 20 Mei 2017. © Reuters

Para menteri Israel pada hari Minggu menyatakan keprihatinannya atas kesepakatan senjata dalam jumlah besar yang dicapai antara AS dan Arab Saudi, dengan mengatakan bahwa hal itu akan menyulitkan Israel mempertahankan keunggulan kualitatif militernya, seperti di lansir dari Sputnik News.

Selama kunjungan resminya pertamanya ke Arab Saudi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menorehkan namanya dalam kesepakatan bersejarah dengan importir senjata terbesar kedua di dunia dengan total kesepakatan senilai US $ 350 miliar.

Menteri Energi Israel Yuval Steinitz sebelum pertemuan kabinet pada hari Minggu berkata bahwa kesepakatan AS dengan Arab Saudi adalah masalah yang benar-benar membuat tidak senang dan menyulitkan Israel.

“Arab Saudi adalah negara yang musuh dan kita harus memastikan bahwa batas kualitatif militer Israel harus dipertahankan. Seharusnya Washington konsultasi dengan Israel sebelum menandatangani kesepakatan tersebut. Transaksi senjata ratusan juta dolar adalah sesuatu yang harus kita terima penjelasannya”, kata Yuval Steinitz.

Menteri Intelijen Israel Katz menyuarakan keprihatinan serupa, dengan mengatakan bahwa meskipun kunjungan Trump membantu memperkuat aliansi anti-Iran di kawasan tersebut, tapi penting bagi militer Israel untuk tetap mempertahankan kekuatan militernya di Timur Tengah.

Menurut Gedung Putih, tujuan kesepakatan antara Amerika dan Saudi tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kerajaan dalam menghadapi ancaman dari Iran dan mendukung upayanya untuk melawan kelompok teroris yang beroperasi di Timur Tengah.

Ini menunjukkan komitmen Amerika terhadap kemitraannya dengan kerajaan Saudi sambil memperluas peluang bagi perusahaan pertahanan AS di kawasan tersebut. Kesepakatan itu mencakup peralatan dan layanan papan atas seperti rudal, bom, pengangkut personel lapis baja, sistem anti-rudal Patriot dan THAAD serta kapal perang pesisir multi misi.

Pada bulan September tahun lalu, Israel dan AS telah meneken sebuah kesepakatan bantuan militer yang saat itu dianggap “bersejarah”. Perjanjian tersebut memberikan bantuan militer senilai US $ 38 miliar kepada Israel selama 10 tahun kedepan, dari tahun 2019-2028.

Setidaknya US $ 7 miliar dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Israel-AS tersebut adalah untuk membeli 50 unit jet tempur siluman F-35, guna membangun 2 skuadron jet F-35 pada tahun 2022. Telah disebut-sebut bahwa F-35 Israel akan menjadi superioritas udara wilayah tersebut selama 40 tahun ke depan.

Bagikan :

  21 Responses to “Israel “Bete” Atas “Skandal” Arab Saudi dan Trump”

  1.  

    89

  2.  

    israel minta disumbang oleh US.tpi disaat yg sama saudi malah memberikan pemasukan yg besar2an kepada US.donal bebek adalah seorang pebisnis tulen…pasti segala macam upaya akan diambilnya untuk membawa duit negara laen masuk ke US.

  3.  

    Kesepakatan 38 m usd dg israel dibanding 350 m usd dg saudi, sangat jauh.

  4.  

    Israel kura-kura dalam perahu,itu senjata sebagian yang lainnya akan disumbangkan kepada daesh dan Al Qaeda untuk memerangi Syria

  5.  

    mungkin, jika prbelanjaan arpemil saudi arabia hannya utk memusuhi israel? & mungkin amerika memprtimbangkannya lebih jauh lagi atau bisa sj dibatalkan amerika & dibalik itu amerika jg di untungkan dgn posisinya di negara2 arab & timur tengah sperti israel dgn begini iran juga akan meningkatkan lg arpemilnya

  6.  

    Hati hati pa donald..nanti nnti jadi target mossad lagi….

  7.  

    $ 350 m spt enteng saja ya bagi arab saudi

  8.  

    Paranoid jg Israel dgn mengatakan AS harus Konsultasi dl dgnnya sementara dia disubsidi secara ekonomi dan militer oleh AS dan memanfa’atkan bantuan tersebut untuk mengoprek Alutsista bantuan AS dan memproduksinya dgn Varian berbeda dan menjualnya ke negara konsumen, sungguh kuat lobi2 wahyudi sehingga AS dibodohi terus2an walau rakyat AS memprotes toh gak digubris! Sesudah Jazirah Arab dan Afrika Tengah kacau dan melemah karena perang suadara dgn Proxy AScs+Israel tetap aja dia masih merasa terancam!

  9.  

    Ga ada sejarahnya saudi memusuhi israel

  10.  

    Walaupun percentase yhudi gak banyak di AS tapi mereka berkecimpung di politik as, banyak orang yhudi di pentagon, parlemen dan perusahaan pembuatan senjata di amrik.
    Cuma bisa bengong karena trump pebisnis yang mengutamakan duit

  11.  

    Apa saya bilang…

    Bener kan? Presiden Trump pasti akan mendekat ke negara2 Muslim setelah jadi presiden walaupun waktu kampanye koar2 seolah2 anti muslim…

    Saya punya keyakinan dalam hati bahwa orang inilah yang mungkin akan mampu menciptakan perdamaian israel – Palestin…

    Kita lihat saja…

  12.  

    Israel cuma cemburu krn tidak didekati terlalu dlm ajah, selama ini mereka sangat mesra bahkan dlm perang yaman mereka sangat kompak, ada personil Israel yg mati kena tembak pasukan yaman.

 Leave a Reply