Jul 082017
 

PM India Narendra Modi dan PM Israel Benjamin Netanyahu menghadiri konferensi Inovasi dengan CEO dari India dan Israel di Tel Aviv, 6 Juli 2017. © Reuters

NEW DELHI – Perusahaan pertahanan di India telah menandatangani 12 perjanjian strategis mulai dari sistem pertahanan udara, radar, rudal anti-kapal sampai Medium Altitude Long Endurance (MALE) untuk pasar India dengan transfer teknologi senilai $ 4,3 miliar dalam forum pertemuan formal pertama CEO India-Israel di Tel Aviv, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Pertemuan tersebut berlangsung di akhir kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Perusahaan Kalyani Strategic Systems Ltd. yang berbasis di Pune, telah meneken perjanjian usaha patungan dengan Israel Aerospace Industries (IAI) untuk menangani berbagai macam peluang pada sistem pertahanan udara, radar, rudal anti-kapal, sistem komando dan kontrol untuk Angkatan Bersenjata India.

Kedua perusahaan tersebut akan menghasilkan senjata senilai $ 1,54 miliar selama periode 7 hingga 10 tahun.

Perusahaan Dynamatic Technologies dan Elcom yang berbasis di Bangalore telah meneken ‘Strategic Teaming Agreement‘ untuk memproduksi, mengumpulkan dan mendukung UAV di India dengan IAI.

Perusahaan patungan ini menargetkan pasar UAV jenis MALE di India dengan alih teknologi dari IAI. Kementerian pertahanan India mengundang respon dari produsen Israel itu untuk pengadaan UAV MALE yang akan digunakan oleh tiga matra pertahanan India.

“Ini akan berada di bawah inisiatif Make in India dari perusahaan India”, kata pengumuman tersebut.

Sementara itu, Alpha Design telah menandatangani perjanjian usaha patungan dengan Elbit Security Systems senilai $ 500 juta. Kesepakatan ini akan memberi banyak kebutuhan para produsen lokal di India untuk sistem kendali tembak dan pengamatan berbasis termal, UAV, sistem observasi dan pengintaian jarak jauh (LORROS), sistem pencari laser yang aman di mata melalui alih teknologi.

Perusahaan Garware-Wall Ropes Ltd (GWRL) dan Aero-T Israel juga telah menandatangani kesepakatan untuk memproduksi dan memasok sistem aerostat canggih untuk India.

Aerostat ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini terhadap serangan udara musuh serta untuk pengawasan darat tingkat rendah. Mahindra Telephonics (India) dan juga Shachaf Engineering (Israel) bersama-sama akan merancang, mengembangkan serta memproduksi sistem elektronik strategis untuk proyek-proyek kedirgantaraan.

Texmaco Rail and Engineering dari Adventz Group India dan LeshmanLesico Group Israel akan melaksanakan proyek “rel ringan” senilai $ 2 miliar termasuk proyek rel kereta api ringan Greenfield di Tel Aviv dan juga Yerusalem.

Bagikan:

  2 Responses to “Israel-India Teken Kontrak Pertahanan $ 4,3 Miliar”

  1.  

    Rada sepi ya sekarang?

  2.  

    India g pernah tanggung2 kalo urusan alutsista walaupun rakyatnya sedikit kurang makmur…

 Leave a Reply