Israel Izinkan Aeronautics Ekspor Drone Kamikaze ke Azerbaijan

JakartaGreater.com – Pemerintah Israel telah mencabut penangguhan lisensi ekspor perusahaan Aeronautics yang memungkinkannya untuk menjual drone kamikaze Orbiter K1 ke Azerbaijan, seperti dilansir dari laman Times of Israel.

Penangguhan itu sebelumnya telah diberlakukan akibat Aeronautics berusaha membom sebuah situs militer Armenia atas nama Azerbaijan saat demonstrasi drone kamikaze pada bulan Agustus 2017, menurut pengaduan yang diajukan ke Kementerian Pertahanan Israel dan dilaporkan di media lokal.

Perusahaan asal Israel itu telah mengirim tim ke Azerbaijan untuk menunjukkan kemampuan drone Orbiter 1K miliknya, dilengkapi dengan muatan 1-2 kilogram bahan peledak, yang diterbangkan ke target “musuh” namun gagal dan tak ada korban yang dilaporkan.

Pada Januari 2017, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Aeronautics, Azad Systems Azerbaijan mulai memproduksi drone Orbiter 1K dengan lisensi sebagai “Zarba” (nama lokal), menurut keterangan Flight Global.

Azerbaijan memperkenalkan UAV Zarba yang diproduksi olej AZAD System Co. © Kemhan Azerbaijan

Kontrak dengan Azerbaijan diperkirakan bernilai $ 20 juta.

Perusahaan pada hari Senin melaporkan pada Tel Aviv Stock Exchange (TASE) bahwa Kementerian Pertahanan Israel telah memberi tahu perusahaan bahwa pembatasan tersebut segera dihapus.

Namun, menurut CEO divisi bisnis VP, dan karyawan lainnya listing Aeronautics dalam registrasi ekspor untuk pertahanan telah ditangguhkan sementara oleh Departemen Pertahanan sambil menunggu persidangan hingga nanti diputuskan apakah akan mengajukan dakwaan terhadap salah satu karyawannya.

Penangguhan tersebut akan dipertimbangkan kembali setelah dari Departemen Kehakiman Israel mengambil keputusan terkait dakwaan yang ada.

Sumber-sumber dalam industri pertahanan Israel menggambarkan keputusan Departemen Pertahanan ini sebagai keputusan “dramatis” yang memungkinkan perusahaan untuk memperbarui kontaknya dengan Azerbhaijan dan juga untuk mempromosikan kesepakatan senjata dimana Aeronautics nanti akan memasok negara itu dengan drone kamikaze.

Azerbaijan memperkenalkan UAV Zarba yang diproduksi olej AZAD System Co. © Kemhan Azerbaijan

Drone kamikaze tersebut dapat terbang selama 2-3 jam dengan membawa hulu ledak dan sensor elektro-optik/inframerah sebelum itu menyerang sasarannya.

Perusahaan mengklaim bahwa “tanda tangan akustiknya” yang sangat rendah berarti drone Orbiter 1K tersebut tak dapat dideteksi hingga dua detik sebelum memulai serangannya. Namun, jika seandainya target telah pindah atau tidak dapat diserang, operator dapat membawa drone itu kembali untuk melakukan pendaratan yang aman.

Tinggalkan komentar