AS-Israel Sepakati Bantuan Militer Sebesar 38 Miliar Dolar

13
7

Menurut media Israel, Yaakov Nagel, kepala dari Dewan Keamanan Nasional Israel, berangkat ke AS untuk menandatangani perjanjian bantuan militer baru minggu ini. Sumber mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa AS akan memasok setidaknya US $38 miliar bantuan militer kepada Israel selama sepuluh tahun ke depan.

“Amerika Serikat telah menyiapkan MOU baru untuk sepuluh tahun kedepan dengan Israel sebagai bantuan keamanan untuk tahun fiskal 2019-2028,” menurut Departemen Luar Negeri AS.

“MOU ini merupakan janji tunggal terbesar dari bantuan militer bilateral dalam sejarah AS.” Kedua negara menegosiasikan perjanjian sepanjang tahun lalu. Salah satu titik perdebatan adalah bagaimana Israel diizinkan untuk menghabiskan uang, dimana AS bersikeras bahwa bantuan harus dibayar kembali dengan belanja peralatan pertahanan ke perusahaan pertahanan Amerika bukan perusahaan pertahanan Israel.

Pengaturan baru memungkinkan Israel untuk menghabiskan uang belanja pada perusahaan dalam negerinya sendiri selama enam tahun pertama.

Ketegangan telah meningkat antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, khususnya atas kesepakatan nuklir Iran, yang sungguh-sungguh ditentang oleh PM Israel.

Mengutip ancaman dari Suriah dan Turki, pemimpin Israel mendesak AS untuk memberikan bantuan pertahanan US $50 miliar. Meski jauh di bawah jumlah permintaan Netanyahu, jumlah US $38 miliar termasuk bantuan terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya antara AS-Israel, atau lainnya, hubungan ini terutama sebagai klaim gugatan yang baru-baru ini muncul, dimana paket pertahanan dengan Israel mungkin melanggar hukum AS.

Gugatan diajukan oleh Lembaga Penelitian: Kebijakan Timur Tengah bulan lalu berpendapat bahwa dukungan keuangan Washington kepada Israel melanggar Aturan Kontrol Perdagangan Senjata, yang mencegah AS dari otorisasi bantuan kepada negara-negara yang tidak termasuk dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

“Miliaran dolar yang dikirim ke Israel setiap tahun menjadi pusat kebijakan AS yang tak terpikirkan bahwa mereka membiarkan hal kecil secara ilegal sedang berjalan”, tulis Jason ditz untuk AntiWar.com. “Namun, jika pemerintah AS kalah gugatan ini maka mereka diwajibkan untuk mengakhiri bantuan atau mengubah hukumnya untuk mengakui Israel agar dapat melewati batasan ini.”

Sumber: Sputnik News

13 COMMENTS

LEAVE A REPLY