Jun 262017
 

F-16 Israel (IDF)

Yerusalem – Israel mengatakan mereka telah melakukan serangan yang ditujukan kepada militer Suriah pada Minggu,25 Juni 2017 setelah peluru yang berasal dari perang saudara di Suriah mendarat di dalam wilayah Dataran Tinggi Golan, yang dikuasai Israel.

Peluru Suriah mendarat di daerah terbuka di Golan Utara, tidak melukai siapapun, dan sebagai pembalasan, pihak militer Israel mengatakan pihaknya melakukan serangan yang menyasar dua kedudukan artileri dan sebuah truk amunisi milik rezim Suriah.

Militer Suriah kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel telah melakukan serangan terhadap salah satu pos militernya untuk mendukung kelompok teroris, menggambarkan sebuah kelompok pemberontak yang sedang beroperasi di daerah itu.

Peristiwa itu terjadi di hari kedua sejak peluru yang diluncurkan dari Suriah memicu pembalasan Israel.

Israel sebagian besar tinggal di sela-sela perang sipil Suriah, berjaga di perbatasan Dataran Tinggi Golan dan sesekali melakukan serangan udara atau membalas tembakan jika terdapat ancaman tertentu. Mereka merebut Golan pada 1967 ketika berlangsungnya perang Timur Tengah.

Pertarungan sengit melanda provinsi Quneitra di Suriah, yang berdekatan dengan Dataran Tinggi Golan, ketika para pemberontak di sana melancarkan sebuah serangan pada Sabtu 24 Juni 2017.

(Antara/reuters)

  21 Responses to “Israel Serang Pos Suriah”

  1.  

    .. udah pada gak rebutan pertamax heuheu

  2.  

    oke. mau melebarkan wilayah konflik kah?

  3.  

    Ini rusia kok diem2 aja yah, as dikasi nembak jet tempur milik suriah, skr israel serang pos2 militer nya…apa s400 nya ga berfungsi? Ato takut sm israel dan asu? Ato emang udah ga dukung suriah lg??.

  4.  

    yup betul.harusnya S300/400 tidak hanya standby di Latakia yang berjarak 600km dari Golan

    •  

      Doktrin AS di Timur Tengah, adalah membuat Israel lebih unggul secara militer dari negara di sekitarnya dan ini sudah disetujui lama oleh Senat.

      Kalau Rusia pasang S-400 yang jangkauannya hingga ke Israel, pertahanan Israel akan terkebiri/ sama saja no fly zone. Urusan bakal runyam, karena Rusia bukan akan menghadapi Israel, tapi AS, karena doktrin yg sudah dibuat, akan patah.

      Efeknya, bisa saja AS membalas, dengan memasang THAAD, atau Patriot yg menjangkau Damaskus maupun Latakia.

      Kalau itu dilakukan, pasti Rusia tidak bisa terima, karena posisi pasukan dia di Latakia, tidak aman.

      Rusia akan balas, dengan membawa rudal serangan darat, Iskander yang berdaya jangkau 500 km.

      Gak terima tindakan itu, AS akan balas, dengan membuka pangkalan militer dadakan di Israel, yang bisa menyerang seluruh target Suriah dan Rusia di Suriah.

      Rusia balas, dengan mengarahkan rudal topol ke wilayah AS.

      AS balas dengan mengarahkan ICBM ke Moskow.

      Rusia naikkan peringatan tertinggi perang nuklir

      AS balas dengan menaikan DEFCON ke level 5

      Kedua negara tegang, rakyat panik, rakyat protes, pemerintah keduanya pusing.

      Pemerintah AS – Rusia berunding.

      Hasilnya, Rusia menarik arsenal S-400 yang menjangkau Israel.

      Rusia setuju, AS membalas dengan menarik semua perangkat militer yg baru digelar.

      Hasilnya kembali lagi ke awal :ngakak

      – imho

  5.  

    Test

  6.  

    Negara2 Arab gak ada lg marwahnya karena bgt mudahnya diadu domba dan diobok2 negara2 musang!