Jul 182018
 

Batalion ke-13 Brigade Golan, Angkatan Darat Israel © IDF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Israel telah memberi waktu kepada Hamas hingga hari Jumat agar menghentikan serangan layang-layang berapi ke wilayah Israel. Laporan tersebut muncul ketika Parlemen Israel mencopot hak Perdana Menteri untuk menyatakan perang, seperti dilansir dari laman Times of Israel.

Para pemimpin Israel dilaporkan telah menginstruksikan kepada pasukan militer negara itu untuk bersiap menyerang Jalur Gaza jika serangan layang-layang berapi tak berhenti pada pekan ini, menurut laporan berita Channel 10 yang dikutip oleh Times of Israel.

Menurut laporan itu, jika Hamas gagal memenuhi permintaan tersebut, Israel mungkin memutuskan tidak punya pilihan lain selain memulai operasi militer berskala besar ke Jalur Gaza.

Israel mengirim pesan itu langsung ke Hamas melalui dinas intelijen Mesir. Laporan itu juga mengatakan bahwa Hamas menanggapi dengan mengatakan bila pasukannya akan berusaha untuk menghentikan serangan itu pada hari Jumat.

Pada hari Minggu, Divisi Lapis Baja ke-162 Israel telah meluncurkan latihan militer yang mensimulasikan serangan terhadap Jalur Gaza dan merebut Kota Gaza. Sementara itu, militer Israel mengklaim bahwa latihan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan tak ada kaitan dengan kejadian saat ini, beberapa orang melihatnya sebagai ancaman tidak langsung terhadap Hamas.

Pada hari Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Angkatan Daratnya di Divisi Gaza. Selama kunjungan itu, dia mengatakan bahwa negara tersebut sudah berada di tengah-tengah “kampanye militer”.

“Kita berada dalam kampanye militer di mana ada pertukaran serangan. Saya siap untuk mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Israel siap untuk skenario apa pun”, kata Netanyahu.

Laporan tersebut datang tepat ketika Parlemen Israel, Knesset, telah mengebiri Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Israel itu dari kemampuan untuk menyatakan perang. Undang-undang baru yang diadopsi pada hari Selasa, mendelegasikan kekuasaan terebut kepada Kabinet Keamanan, sebuah badan yang terdiri dari sejumlah pejabat, termasuk Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan.

Beberapa bulan terakhir, Israel telah mengalami banyak serangan oleh layang-layang api, balon dan benda-benda lain yang bertindak sebagai bom pembakar. Ribuan hektar lahan dilaporkan telah dibakar oleh serangan-serangan ini.

Selain itu, Israel melaporkan bahwa sejumlah bentrokan sporadis dengan Palestina dan tembakan mortir serta roket di wilayah Israel. Times of Israel pun telah mencatat bahwa tingkat ketegangan antara Israel dan Jalur Gaza telah mencapai puncaknya sejak perang Gaza tahun 2014.