JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 102018
 

Jet tempur F-16i “Sufa” Angkatan Udara Israel. © Major Ofer, IAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Elbit Systems dan Israel Aircraft Industries (IAI) telah menawarkan untuk bisa menyediakan pesawat tempur Lockheed Martin F-16A/B Netz dan F-16C/D Barak surplus milik Angkatan Udara Israel (IAF) kepada Kolombia, seperi dilansir dari laman IHS Jane.

Tawaran tersebut, akan mencakup pesawat tempur yang ada dalam penyimpanan dan atau pesawat yang akan segera dipensiunkan, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Kolombia (CAF) antara 12 – 18 unit jet tempur F-16 canggih untuk menggantikan jet tempur Kfir buatan IAI yang ada saat ini.

Menurut sumber IHS Jane, konsorsium Israel akan menempatkan F-16 lewat program perpanjangan layanan hidup yang akan mencakup penggantian bagian struktural dan upgrade avionik serta mesin untuk membawa jet tempur tersebut ke dalam standar yang digambarkan sebagai “mendekati” Blok 50.

Sebelumnya dikabarkan bahwa pemerintah Kroasia memutuskan untuk menggunakan jet tempur F-16D Barak bekas Angkatan Udara Israel, untuk menggantikan armada jet tempur buatan Rusia yang sudah tua.

Dewan Pertahanan Kroasia, termasuk Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic serta Perdana Menteri Andrej Plenkovic, telah membuat keputusan pada pertemuan tanggal 27 Maret 2018, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Kroasia.

Jet tempur F-16D Barak Israel dilengkapi dengan mesin Pratt & Whitney F100-PW-200 yang memiliki daya dorong 6.654 kilogram, memungkinkan terbang dengan kecepatan maksimum lebih dari 2 Mach, menurut data dari Angkatan Udara Israel (IAF).

Bagikan:

  43 Responses to “Israel Tawarkan F-16 Upgrade ke Kolombia”

  1.  

    RI jgn ada kata lg terima F16 bekas, apalagi F16 dr siRohell yg jelas2 gak ada hubungan diplomatik.emang ditawari?he3.

    •  

      GA BEKAS GA BARU APALAGI HIBAH. F-16 MAU DI UPGRADE KE BLOK 100 JG PESAWAT TUA. IBARAT MOBIL KIJANG GRAND EXTRA DI MODIF HABIS 100JT JG MOBIL TUA.

      F-16 TNI MASIH DI BAWAH F-16SG. APALAGI SU-30MKM, F-15SG, F/A-18RAAF & F-35RAAF dan J-20. TNI PAKE F-16 MAU LAWAN SIAPA?????

  2.  

    kalau ini, boleh doang di hibahkan ke Indonesia

  3.  

    Ayo 2 barang bekas masih bgs silahkan dibungkusss

  4.  

    Wakil Asisten Perencanaan (Waasrena) KSAU, Marsma TNI Arif Mustofa, memberikan sedikit bocoran kepada Angkasa. Dikatakan, untuk pengganti Hawk 100/200 saat ini ada tiga pesawat yang sedang dikaji. Ketiganya adalah jet tempur mesin tunggal, yakni Saab Gripen, Lockheed Martin F-16 Viper, dan KAI FA-50 Golden Eagle.”Ketiga pesawat ini berpeluang, terutama Gripendan Viper silakan bertarung,”ujar Marsma Arif di Jakarta, seperti dilansirAngkasa.co.id.Saat ini, TNI AU berada pada dua tahun diakhir Renstra III (2015-2019) dan kebijakan MEF Tahap II, TNI AU terus berusaha mewujudkan terpenuhinya pengadaan alutsista, seperti pesawat tempur pengganti F-5 dengan pesawat tempur generasi 4,5, pesawat angkut berat, pesawat multipurpose amphibious, pesawat helikopter angkut berat, pesawat tanpa awak (UAV), radar GCI, senjata udara dan rudal penangkis serangan udara serta fasilitas sarana dan prasarana lainnya.”Dengan demikian, di penghujung Renstra IV, TNI AU akan mampu memantapkan jatidiri sebagai tentara profesional dengan peralatan dan alutsista modern, untuk siap dihadirkan dimana saja dan kapan saja,” kata Yuyu.

  5.  

    beli baru aja, local konten emang murah harganya, klo yg sparepart asli muahal…

    rante motor aja dulu waktu masih made in luar negeri harganye rp.300 rb…… ckckckckck 10 tahun yg lalu

  6.  

    kalau pilihan antara gripen dan viper sudah ambil gripen aja tapi yg versi terbaru, biar kata teknologi gado2 tapi lebih realistis operasionalnya lebih murah ketimbang viper

    •  

      jargon nya itu terus bung

      xaxaxa

    •  

      Gripen yg mana? A/B, C/D atau yg E/F??? Emangnya perbandingan biaya perawatannya berapa kok bisa bilang biaya perawatan Gripen lebih murah???

      •  

        oprasional bukan hanya sekedar biaya perawatan bung, tapi juga termasuk biaya bbm nya flight per hour

        viper pesawat bagus, tapi gak ada salahnya kita mempertimbangkan gripen E/F, kalau hanya untuk sekedar patroli sepertinya lebih menguntungkan akuisisi ini pesawat, rudal meteor juga termasuk salah satu yang mumpuni

        •  

          Yaudah, sekarang coba bandingkan biaya operasional antara F-16V dg Gripen E/F.

          •  

            http://aviatia.net/gripen-vs-f-16/

            https://www.quora.com/Between-an-F-16-Block-60-70-and-Gripen-E-which-aircraft-is-more-expensive-in-terms-of-price-and-usage

            The actual figures vary depending on what system you are using, but in terms of general consensus, the F-16 appears to be more expensive in the long run vs the Gripen. The initial cost of purchase is cheaper for the F-16, but maintenance for the F-16 will cost more in terms of flight hours.

          •  

            Tapi bung Agato… menurut saya Gripen NG itu cocoknya di compare sama FA-50…
            Kalau di compare sama F-16V, saya tetap mendukung F-16V

          •  

            Emang Ente sendiri tahu perbandingannya.?? Kalo Saab GRIPEN NG lebih murah dari F-16 Viper.? Saab Gripen lebih banyak menguntungkan kita soal TOT dia gak pelit kaya LM, saya lebih setuju pendapat bung Dedy yang pemikiran nya gak sempit kaya ente. Korea aja kena tipu suruh beli banyak F-35 eh 4 item gak dikasih.. banyakan negara Eropa gak pelit TOT dan banyak aturan yang merugikan, Eropa bener-bener mau bantu gak kaya Amerika banyak aturan nya ujung-ujungnya merugikan pihak kedua.. Brazil aja gak ada masalah sama pihak Saab Gripen untuk ngembangin Gripen NG malah sukses..dan pihak Saab Gripen juga mau membantu ngembangin IFX seperti airbrush Europe Typhoon. Kita kalo bisa buka pikiran jangan terpaku satu produk saja F-16 Viper (produk LM), kita harus bisa pertimbangkan kelebihan dan keuntungan buat negara apalagi buat kemandirian NKRI. Pendapat orang awam..

        •  

          Betul Bung Dedy, saya lebih mendukung Saab Gripen E/F banyak manfaatnya, lebih murah biaya operasional, bisa landing jarak pendek dan lebih menguntungkan lagi untuk TOT nya yang bisa kita jadi mandiri dan juga bisa untuk membatu program IFX yang sama LM tidak diberikan 4 item kunci utama (LM tukang tipu seperti salesman LM di Indonesia). Kesimpulan nya Saab Gripen E banyak menguntungkan pihak kita.

          •  

            http://media.moddb.com/images/groups/1/3/2044/Gripen_uk.jpg

            http://4.bp.blogspot.com/-rX8hpyuAE_o/UrNl8m2nIuI/AAAAAAAAGSc/2uVczYOqmg4/s1600/gripen_ng_br.jpg

            Tidak semua teknologi pada Gripen adalah buatan SAAB Swedia… ToT yang didapatkan ya sebatas yang dibuat SAAB…
            Dalam kasus pengadaan jet tempur India, ketika F-16 mentok di transfer teknologi inti, tidak lantas otomatis Gripen memenangkan persaingan, justru malah dibuka tender baru dengan melibatkan double engine… salah satu alasan yang menyandera ya karena mesin dari USA dan beberapa yang lain yang dipastikan akan mengganggu transfer teknologi…

          •  

            Yah, mau gimana lagi bung Yuli, klo mesin kena embargo ya mau tak mau kita pakai mesin potong rumput deh… 😀 hehehe

          •  

            Wah, diskusi bagus dari para suhu nih. Ane nyimak dulu ah sambil minum jus.

          •  

            Betul Bung lingkar, seandainya pilih antara Gripen NG sama F-16 Viper saya lebih pilih Gripen NG yang intinya sama-sama resiko embargo. Pertama Biaya operasional lebih murah kalo untuk patroli udara ( yang sudah diberikan link nya sama bung Yuli ), yang kedua Amerika banyak aturan-aturan yang merugikan Indonesia apa lagi suka menekan dan ikut campur urusan dalam negeri negara lain yang ujungnya mengenakan sanksi, ke 3 siapa tahu mau membantu ngembangin IFX kita dengan TOT nya. Kalo pilih tidak rawan embargo ya jelas saya pilih Sukhoi (produk Russia). Salam NKRI.

      •  

        selain itu yang patut jadi bahan pertimbangan, Amerika sudah tidak ada rencana untuk akuisisi viper, sementara swedia masih menggunakan gripen, mereka (swedia) pasti akan terus melakukan riset untuk menciptakan teknologi yang up to date, sehingga pengguna gripen yang ada di negara lain juga tidak ketinggalan teknologi

        kalau amerika riset pasti untuk f 35 nya, sementara kalau teknologi yang di update untuk f 35 trus di cangkokkan ke viper pasti hasilnya tidak maksimal IMO

  7.  

    F-16I Sufa (Storm) is an Israeli Multirole Jet Fighter

    https://www.youtube.com/watch?v=gvlJysPInKo&feature=youtu.be

  8.  

    Mana mungkin pula kolombia mau memboyong f16 israel ypt, klu pun diimbal dagangkn dgn rempah koka? Tidak mungkin juga kolombia mau, karna itukan f16 bantar gebang

    Hahhaahaaaa

  9.  

    vote: viper 3 skadron full armament AESA,IBRIS juga,,jangan lupa AREM” NYA,oh ya TOT LOH gak dikit itu belinya

  10.  

    saran saya bijak lah dalam memilih alutsista, seharusnya dalam membeli alutsista kita harus melihat apakah negara yang memproduksi alutsista tersebut masih menggunakan alutsista sejenis atau tidak, manfaat nya tentu untuk berkesinambungan, selain adanya update teknologi yang berkesinambungan, juga tersedia nya suku cadang

    selain itu ini kan kita bicaranya kebutuhan, bukan keinginan, dan hal yang patut di garis bawahi negara eropa itu tidak terlalu pelit masalah TOT, tidak seperti amerika, contoh PKR kita dapat Ilmu dari Eropa, medium tank dari eropa juga, senapan serbu dari eropa juga

    coba sebut teknologi pertahanan yang kita dapat dari amerika?
    mungkin bisa jadi tambahan wawasan buat saya, karena jujur saya belum dapat sumber yang mengatakan demikian.

    bagi teman2 yang berpendapat gripen itu teknologinya gado2 mungkin itu benar, lantas apa itu bearti mereka tidak bisa melalukan TOT ke kita?

    contoh, changbogo korea itu awalnya lisensi dari Jerman, prakteknya korea tetap bisa memberikan TOT pembuatan kapal selam untuk Indonesia kan?

    saran saya kita tidak boleh memandang gripen sebelah mata, bagaimana pun indonesia masih belum mampu buat pesawat tempur sekelas gripen, dan dari informasi yang saya dapat Turki dalam mengembangkan pesawat tempurnya mereka bekerjasama dengan SAAB loh (mungkin ini masih bisa di koreksi kalau sumber yang saya dapat salah)

    •  

      Kuncinya adalah, kirimlah Gripen ini ke dalam operasi militer diwilayah yang berkonflik berat… semakin intens terlibat dalam konflik, akan membuat pespur ini mengeluarkan kemampuan sesungguhnya… F-15/F-16/F-18/Thypoon/Rafale/Su-27/Su-30/Su-35/Mig-29/Mig-35 semuanya pernah terlibat dalam sebuah misi operasi militer, beberapa pernah saling bertarung, dan beberapa terkena serangan rudal anti pesawat… dan itu yang dibutuhkan Gripen saat ini, Battle Proven at war….

      •  

        saya rasa kita sepakat bung kalau viper atau f16 block 72+ itu belum battle proven

        karena bagaimanapun juga ada banyak yang di modifikasi termasuk struktur rangka di viper yang tidak dimiliki oleh f 16 terdahulu, dan pesawat ini masih dalam bentuk prototype ketika di tawarkan ke indonesia (ini menurut sumber yang saya dapat mungkin bisa di koreksi kalau salah bung)

  11.  

    @Yulihantoro

    saya sangat setujuh bung kalau gripen mau di compare dengan fa 50 (atau dijadikan light fighter indonesia) hanya saja itu sulit untuk terealisasi karena keuangan kas negara kita itu tidak mumpuni.

    kalau pun ada di antara gripen dan viper yang akan di akuisisi saya rasa TNI pasti akan memilih salah satu diantara 2 kandidat tersebut, sangat kecil kemungkinan viper dan gripen di akuisisi keduanya.

  12.  

    Warjager ini lucu-lucu ya.

    Baca mereka debat kayak begini : Viperlah, Gripen lah, FA-50 lah. Ada lagi yang bilang sulit diakuisisi keduanya. Ada lagi yang samain Gripen dengan FA-50.

    Oke sekarang kita ngomong tentang 1 hal dulu, misalnya kecepatan maksimum :

    FA-50 : Mach 1,5.
    Gripen (saya ambil dari jenis c/d) : Mach 2.
    F16 (saya ambil dari jenis c/d) : Mach 2.

    Masih mau samakan gripen dengan FA-50 ? Lha kecepatan maksimumnya aja beda jauh lho kok nyama-nyamain lho. Itu sama aja nyamain larinya Cheetah dengan larinya kebo.

    Sekarang kita lihat ketinggian maksimum yang dapat dicapai :

    FA-50 : 14,63 km dpa.
    Gripen (saya ambil yang versi c/d) : 15,24 km dpa.
    F16 (saya ambil yang versi c/d) : 15,24 km dpa.

    Tuh lagi-lagi gripen lebih unggul daripada FA-50.

    Kelebihan FA-50 dibanding Gripen dan F16 adalah : harga FA-50 lebih murah dan semua FA-50 itu berkursi dua.

    Karena itu manfaat FA-50 bisa 2 :
    Bisa untuk tempur terbatas dan juga bisa untuk latih lanjut peralihan dari pesawat baling-baling. Jadi kalo mau cetak penerbang jet tempur banyak, FA-50 jangan hanya 15 atau 24 unit, mesti harus total 36 – 40 unit, itu baru mantap. Jadi pilot jet tempur yang bisa dicetak bisa 27 – 30 orang per tahun.

    Sekarang kita lihat beda Gripen dan F16 selain jumlah hardpoint-nya.

    Yang pertama adalah logistik yang diperlukan dan untuk berapa lama :

    7 unit F16 ke pangkalan terdepan butuh logistik sebanyak 2 unit hercules untuk 2 minggu.

    10 – 12 unit gripen ke pangkalan terdepan butuh logistik sebanyak 1 unit hercules untuk 4 minggu.

    Lalu yang kedua adalah panjang runway yang dibutuhkan :

    Minimum take off distance :
    Gripen C : 650 meter
    F16 C : 457 meter with minimum payload (2 unit IR missile)

    Minimum landing distance :
    Gripen C : 550 meter with drag chute
    F16 C : 914 meter

    Minimum distance for safety runway for minimum payload :
    Gripen C : (650 / 3) x 4 = 216,67 x 4 = 866,67 meter dibulatkan 900 meter biar aman
    F16 C : (914 / 3) x 4 = 304,67 x 4 = 1218,67 meter dibulatkan 1300 meter biar aman.

    Yang ketiga adalah payload (berat muatan) senjata dan tangki cadangan yang dapat dibawa di hardpointnya :

    Gripen C payload 3,6 ton.
    F16 C. payload 7,7 ton.

    Dari sini jelas bahwa F16 tidak cocok untuk dikirim ke pangkalan terdepan dalam jangka waktu lama, F16 cocoknya bukan dikirim ke pangkalan terdepan tetapi cocok untuk ditempatkan di pangkalan terdepan (pangkalan terdepan sebagai home base).

    Pangkalan terdepan contohnya :
    Pekanbaru (dekat perbatasan Malaysia dan Singapura)
    Kupang (dekat perbatasan Australia dan Timor Leste)
    Manado (dekat perbatasan Filipina)
    Biak (dekat perbatasan Papua New Guinea, Palau, Solomon dan Guam)

    Untuk F16 cocok jika dipakai sebagai pesawat tempur workhorse untuk patroli.

    Sedangkan Gripen, mengingat :
    1) Jumlah senjata yang dibawa tidak begitu banyak
    2) bisa mendarat dan take off di landasan yang cukup pendek
    3) bisa ditempatkan di mana saja dengan logistik yang cukup minim.

    Mengingat 3 alasan tersebut, Gripen cocok untuk ditempatkan di home base dengan konsep dispersed base yang berada cukup jauh dari perbatasan (contohnya Pontianak) tetapi unit-unit flight terdiri dari 3-4 pespur per flight bisa disebarkan di mana saja di seluruh wilayah RI, sebagai kejutan untuk menyergap pesawat yang nyelonong masuk.

    Pesawat yang nyelonong masuk tentu saja akan memasuki daerah yang cukup jauh dari base F16, misal masuk lewat ALKI tetapi ternyata begitu sampai ke dalam wilayah RI pesawat melenceng dari rute ALKI. Di sinilah peran pesawat tempur buru sergap.

    Singkat kata, Gripen cocok untuk dijadikan sebagai skuadron buru sergap (interceptor) dari Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional).

    Artinya baik FA-50, Viper maupun Gripen, dibutuhkan oleh negeri ini sebab fungsinya yang berbeda.

    Artinya, tiga-tiganya bakal diakuisisi.

    Duitnya ? Ngutang dulu dong….mbayare nyicil.

    Situ kalo beli motor atau mobil khan lebih cenderung nyicil mbayarnya, betul ? Kalo situ maunya nyicil mbayar motor atau mobil, mosok negara nggak boleh nyicil mbayar pespurnya ?

    Xixixixixixi

    Pasti habis ini ada yang protes.

    Xixixixixixi

    •  

      Selain gripen banyak yg punya, tapi gripen tdk bisa jauh dr markasnya beroprasi & pesawat latih tempur yg trbaik masih yak 130

      Hahhaahaaaa

    •  

      Ah, udh beli Su-35 masa mau beli itu tiga. Klo FA-50 ane msh yakin utk ganti hawk. Viper ama gripen itu rongsokan, hhhhh…..

    •  

      penjelasan bung TN masuk akal, duit nya yang gak masuk akal kalau mau di akuisisi semuanya

      kita gak perlu terpaku lah sama paradoks indonesia negeri kaya, kita liat kenyataan nya aja
      negeri kaya SDA tapi yang kelola bukan pemerintah jadi kita cuma dapat percikannya aja, selain itu pertumbuhan ekonomi kita juga tergolong stagnan dan utang negara juga sudah terlalu besar, kalau di tambah lagi bisa2 indonesia jadi gagal bayar

      untuk menghitung rasio hutang dengan GDB saya kira itu terlalu risk-an bung, karena di dalam GDB itu juga termasuk pendapatan asing yang berinvestasi di indonesia, andai seketika pihak asing membawa keluar semua uang nya dari indonesia maka kejadian 98 itu dikhawatirkan bisa terulang lagi

    •  

      Saya nggak protes bung.. sumpah saya nggak protes, cuma mau nanya aja.
      Populasi F-16 sekitar 80an unit, FA-50 berarti nambah minimal 1Ska ( sekitar 16 unit ). Gripen C/D butuh berapa unit jadinya??

    •  

      Tanya Bng TN… Kalo F-16 C landing dg drag chute spt yg pernah d minta TNI-AU kira2 butuh landasan brp ratus meter…?

 Leave a Reply