Aug 312017
 

Dok. Kendaraan Pasukan Israel di Tepi Barat, Palestina (Syed Omar)

Jerusalem – Pasukan Israel menutup satu stasiun radio Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan, yang diduduki Israel, dan menangkap satu grup band pernikahan terkenal dengan tuduhan “menyebar hasutan terorisme”.

Satu pernyataan militer mengatakan tentara menyerbu stasiun radio Al-Huriya (Kebebasan) di Kota Al-Khalil, Tepi Barat, setelah stasiun radio itu dituduh menyiarkan lagu yang menyuarakan serangan pisau mematikan yang dilakukan satu orang Palestina di Permukiman Yahudi Halamish pada Juli 2017.

Lagu tradisional bergaya Badui tersebut ditampilkan selama suatu pesta perkawinan, dengan lirik yang diimprovisasi dengan kata-kata “mereka mengatakan tentara (Israel) mempunyai semua kekuatan, tetapi Israel membakar Halamish, kalian segerombol pemukim, kami cuma mau hidup”.

Penyanyi lagu itu, Mouhamad Barghouthi, dan beberapa anggota bandnya ditangkap dan ditahan. “Stasiun radio tersebut menyiarkan isi hasutan yang mendorong perbuatan teror,” ujar pernyataan militer, sebagaimana dikutip Xinhua.

Tepi Barat Palestina

Stasiun televisi berita Israel, Channel 10, dengan mengutip Direktur Stasiun Radio itu Ayman Kawasmeh, melaporkan ini bukan pertama kali Israel  menutup stasiun radio Al-Huriya. Tetapi kali ini, dlaksanakan secara barbar.

Israel menuduh Pemerintah Otonomi Nasional Palestina menghasut teror terhadap orang Israel, sehingga mengakibatkan gelombang serangan mematikan yang dimulai pada pertengahan September 2015 dan sudah menewaskan sedikitnya 293 orang Palestina, 48 orang pemukim Yahudi, 2 orang warga negara AS, seorang wisatawan Inggris, dan 2 orang pencari suaka Afrika.

Rakyat Palestina mengatakan itu adalah akibat dari 50 tahun pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Jalur Gaza, tempat tinggal lebih dari 5 juta orang Palestina. Antara/Xinhua-OANA, 31-8-2017.

  3 Responses to “Israel Tutup Stasiun Radio Al-Huriya Palestina”

  1. malaysia jaguh sangat kau ckckck memang jago klaim
    https://www.moddb.com/members/gentera85/images/altay-program-poster#imagebox

  2. Bangsa yg ingin merdeka dr penjajah dilabeli teroris, sama dgn pejuang Indonesia dulu jg disebut extrimisme oleh Belanda. Yg namanya penjajah sesuka hatinya berbuat pd bangsa jajahannya!

 Leave a Reply