Jun 272016
 

Negosiator Israel dan Turki akan bertemu di Roma, Italia, dengan tujuan mencapai kesepakatan tentang normalisasi hubungan kedua negara setelah merenggang selama enam tahun. Sebelumnya, diskusi diharapkan akan mengambil tempat di Turki.

Menurut laporan media dan pejabat Israel, jika kesepakatan normalisasi ini tercapai, maka akan dibawa ke sidang kabinet keamanan Israel pada hari Rabu mendatang untuk mendapatkan persetujuan.

Para analis mengatakan, kesepakatan normalisasi sangat mungkin terjadi pada pertemuan yang dihelat pada Minggu (26/6/2016), seperti dikutip dari laman Al Arabiya.

Hubungan erat Israel dan Turki memanas setelah pasukan komando Israel melakukan operasi serangan fajar terhadap konvoi kapal pembawa bantuan bagi warga Palestina di Jalur Gaza pada Mei 2010 lalu.

Untuk menormalisasi hubungan, Turki mengajukan tiga syarat, yaitu permintaan maaf dan kompensasi. Sebagian besar kompensasi ini telah terpenuhi, hanya tinggal syarat ketiga, yaitu pencabutan blokade Gaza yang masih menjadi kendala utama.

Menurut harian Hurriyet Turki, kedua belah pihak telah mencapai kompromi, dimana Turki akan mengirim bantuan untuk Palestina melalui pelabuhan Israel Ashdod, bukan langsung ke Gaza.

Bagikan Artikel:

  16 Responses to “Israel upayakan normalisasi Hubungan diplomatik dengan Turki”

  1. emangnya selama ini abnormal ya.?

    • Iyalah, turki memutuskan hubungan diplomatik setelah kapal MAVI MARMARA diserang & menewaskan bberapa warga turki..
      Blokade gaza jg membuat hbungan mereka semakin memburuk..
      Anda mengetahui semua alutsista no publish alias ghoib, masa masalah yg umum ini anda tdk tahu..

      :D

  2. hmm

  3. turky mau baikan sama setan israel…?

  4. keduanya sekutu amerika… jadi gak aneh kalau turki nurut ama bos besarnya

  5. sam sama setan…

  6. jangan berkomen yang gak berimbang, kenapa gak komen ketika Turki memustuskan hubungan dengan Israel. Turki mengajukan 3 syarat normalisasi tersebut salah satunya buka blokade terhadap jalur gaza (Palestina) yang sudah 10 tahun.

  7. http://www.suaranetizen.com/2015/12/Keringnya-Sungai-Eufrat-dan-Rebutan-Gunung-Emas-Dibalik-Perang-Suriah.html

    Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘gunung emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata, ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’. (HR Bukhari).

    Lupakan kalau perang sipil di Suriah semata-mata sebagai perang untuk menggulingkan rejim Presiden Assad dan bagian dari revolusi Arab Spring yang dimulai di Tunisia.

    Anda salah jika mengira perang ini melulu dikarenakan persaingan sektarian, khususnya antara Sunni dan Shiah. Perang ini ternyata dipicu oleh faktor ekonomi, lebih tepatnya adalah karena migas.

    Misteri siapa yang mensponsori perang ini semakin terkuak ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkap asal negara donatur-donatur ISIS dan para pemberontak Suriah lainnya dalam pertemuan G-20 yang lalu (16/11). Beberapa bulan lalu Wikileaks juga telah membocorkan data intelijen bahwasanya Arab Saudi, Turki dan Qatar telah bermain mata dalam merancang pemberontakan di Suriah sejak tahun 2012.

    Sama halnya seperti revolusi Arab Spring lainnya, para pemberontak telah disponsori oleh kekuatan-kekuatan luar yang berkepentingan dalam menjatuhkan rejim yang sedang berkuasa.

    Apa yang menjadi kepentingan Arab Saudi, Turki dan Qatar tentu tidak lain adalah migas (Minyak dan Gas). Untuk menjadi pemasok migas utama ke Eropa, mereka sudah sepakat untuk membuat jalur pipa migas yang akan melintasi wilayah negeri Suriah.

    Rencana ini juga sudah disetujui oleh Amerika Serikat. Sayangnya, rencana ini tidak mudah untuk direalisasi karena pemerintah Suriah di bawah Presiden Assad ternyata diam-diam telah menyetujui untuk membangun jaringan pipa migas dari Iran ke Suriah pada bulan Juli 2011 (lihat peta).
    Oleh sebab itu, bersama Amerika Serikat yang merupakan sponsor utama Arab Spring, ketiga negara ini diam-diam ikut menyalurkan bantuan untuk kelompok-kelompok pemberontak di Suriah, dengan harapan jatuhnya pemerintahan Assad akan memuluskan rencana pipa migas mereka.

    Tetapi kondisi Suriah berbeda dengan Libya atau Mesir karena Suriah telah lama menjadi negara sekutu Iran dan Rusia. Iran yang merasa terganggu dengan modus Arab Spring ala Amerika ini juga turut berpartisipasi dengan memberikan bantuan kepada pemerintah Suriah.

    Sementara Rusia juga mempunyai kepentingan untuk mempertahankan hegemoninya di Timur Tengah. Terlebih lagi rencana jalur pipa migas Qatar-Turki bakalan menjadi ancaman serius bagi bisnis migas Rusia ke Eropa. Namun demikian Rusia tidak gegabah buru-buru masuk ke dalam konflik ini mengingat mereka waktu itu masih disibukkan dengan urusan Ukraina.

    Nah, ketika urusan Ukraina ini mulai bisa diatasi, Rusia perlahan tapi pasti mulai menancapkan kukunya ke negeri Suriah. Dengan dalih untuk menghancurkan ISIS, Rusia memasuki arena pertempuran ini dengan tujuan sebenarnya adalah untuk melanggengkan hegemoninya bersama dengan pemerintahan Assad.

    copas..lebih lengkap visik ke linknya
    —————

    gara gara gas dan minyak….hmhmhm berarti yg di ukraina jg gara gara pipa gas..karena jalurnya berasal dari rusia trus ukrania trus laut hitam dan eropa timur trus ke eropa barat.

  8. http://www.jejak tapak.com/2016/06/27/menyatakan-menyesal-erdogan-siap-perbaiki-hubungan-dengan-rusia/

    Menyatakan Menyesal, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan dengan Rusia

    • oi zero ngerti maksudnya gak tuh ada “koma”
      mksdnya edrogan menyesal (atas hubungan buruk yg sudah terjadi)makanya ia siap perbaiki hubungan dgn rusia.

      ahahhahahahhaahha

  9. Menyatakan Menyesal, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan dengan Rusia

  10. Menyatakan Menyesal, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan dengan Rusia.

  11. israel akhir nya tunduk sama turky..
    waspada lah skenario baru dari mossad…

 Leave a Reply