Aug 042017
 

Mesin pengering hasil panen H-FLORY, ITS (ITS.ac.id)


Jakarta – Sebanyak 5 orang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menciptakan mesin pengering otomatis untuk mengawetkan hasil panen pertanian berbasis telepon pintar (smartphone).

Alat yang diberi nama Horticultura Fluid Flow Drier (H-FLORY) ini dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban sebagai komponen sistem otomatis, demikian siaran pers dari Humas ITS yang diterima pada Jumat 4-8-2017 di Jakarta.

Kelima mahasiswa Departemen Teknik Fisika yang menggagas alat ini adalah :

  1. Achmad Syarif Hidayat.
  2. Akhmad Ibnu Hija.
  3. Indra Yogi Prayuga.
  4. Sapto Wahyu Sudrajat.
  5. Windy Rizqia Arsy.

Dalam pengoperasiannya, pengaturan suhu dan kelembaman antar jenis tanaman tidak sama sebab itu alat diatur secara khusus untuk jenis tanaman tertentu, ujar ketua tim Achmad Syarif Hidayat.

“Seperti, cabe hanya boleh dipanaskan pada suhu 60 derajat celcius. Data tersebut sudah  tersimpan pada ‘smartphone’ yang sudah tehubung dengan bluetooth. Dari aplikasi yang sudah disediakan, pengguna cukup mengoperasikan sesuai jenis tanaman dan suhu yang diinginkan,” ujar Achmad Syarif Hidayat .

Bila pengering konvensional membutuhkan waktu 5  sampai 7 hari, sedangkan H-FLORY mampu mengeringkan hingga 8 kilogram produk dalam waktu 12 jam, ujar ketua tim Achmad Syarif Hidayat dari mahasiswa Departemen Teknik Fisika ITS.

Alat ini hemat energi, karena alat ini hanya memerlukan 1,5 kilogram gas untuk menyuplai api, ucap Achmad Syarif Hidayat .

“Alat kami dilengkapi dengan kotak kontrol yang dapat memonitor suhu dan kelembaban di dalamnya,” ujar ketua tim .

Achmad Syarif Hidayat mengatakan alat tersebut dapat mengalirkan panas secara merata meski mempunyai bentuk rak bersusun dengan dimensi 50x50x50 cm. Desain tersebut dapat memberikan kualitas yang sama pada semua tingkatan.

Selama ini, petani di Indonesia menggunakan metode pengeringan secara konvensional sehingga masih terkendala iklim dan cuaca.

“Sudah banyak timbul solusi dari permasalahan iklim seperti pembakaran biasa, oven, maupun yang bersistem otomasi canggih. Namun inipun masih tidak hemat energi,” kata ketua tim Achmad Syarif Hidayat dari mahasiswa Departemen Teknik Fisika ITS. Dirilis Antara 4 Agustus 2017.

Bagikan Artikel :

  6 Responses to “ITS Ciptakan Mesin Pengering Hasil Pertanian”

  1. Ada gak yg bisa ngeringkan kapasitas 5 ton sekali olah dlm waktu 6 jam. Jika itu dibuat maka petani padi dan kopra serta tepung akan menjadi konsumennya. Karena menangkas biaya dan waktu. Sehingga priduksi bisa langsung di lempar ke pasaran.

    • memang yg byk diperlukan dg kapasitas besar & sebaiknya pemerintah buatkan yg besar 5 ton utk ditempatkan di KUD di daerah², tahap awal tiap desa dpt 1 unit.
      bisa dipakai utk pengering padi, jagung, coklat dll.

  2. Siiip …. Maju terus ITS

  3. Nb …..
    Teknologi tapak tilas ( tex book ) adalah sangat penting,……..akan tetapi akan selalu tertinggal jauh dari negara negara maju…..

    Teknologi Revolusioner …. Kontra tex book / penyempurnaan tex book, akan menjadikan persaingan seimbang dengan negara negara maju ……

    Hmmmmmm ……..

  4. waahhh…ini sih ukuran penetas telur ayam,, ane pikir bisa buat ngeringin gabah 1-2 ton saat cuaca mendung ato hujan

  5. ITS yessss!!!

    Lumayan!! Karya nya masih banyak pengembangan lagi!!

 Leave a Reply