Aug 182017
 

Flypass jet tempur TNI AU dalam Peringatan HUT ke-72 RI di Istana Negara, Jakarta, 17/8/2017. (foto : TNI AU)

Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur memaparkan hasil kajian mereka terkait rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke kota lain dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan ke-72 RI di kampus ITS, Kamis, 17/8/2017.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana menuturkan ada berbagai alasan yang menyebabkan Jakarta sudah tidak layak menjadi Ibu Kota Negara Indonesia.

Pertama, dari segi penunjukan kota Jakarta sebagai Ibu Kota di masa awal kemerdekaan, tidak melihat kondisi keamanan Jakarta sebagai Ibu Kota negara. Alasan selanjutnya, pembangunan kota Jakarta bersifat konurbasi.

“Artinya, terjadi kecenderungan kota yang menyebabkan daerah sekitar bergantung ke Jakarta dan tereksploitasi,” ujar Joni.

Kemudian dalam perspektif negara kepulauan, ketimpangan pembangunan sangatlah terlihat. Tercatat 81 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Indonesia tahun 2015 dikuasai oleh Pulau Jawa dan Sumatera.

Pembangunan di wilayah Indonesia bagian barat tersebut mengarah pada pembangunan berbasis ke daerah, bukan maritim.

“Padahal pemerintah Indonesia sekarang ingin mengembangkan pembangunan ekonomi berdasarkan kemaritiman sebagai sokogurunya,” ujar guru besar Teknik Lingkungan itu.

Pakar arsitektur ITS Prof Ir Johan Silas mengatakan kajian yang dilakukan oleh ITS adalah merumuskan tiga karakter Ibu Kota baru Indonesia di masa depan.

Karakter pertama, Ibu Kota baru Indonesia adalah kota marina, yakni kota yang mencerminkan karakter yang kuat akan ciri negara kepulauan (archipelago capital city) atau negara maritim.

Karakteristik berikutnya, kota mampu mengakomodasi kegiatan inti dan menyebarkan kegiatan pendukungnya mengikuti potensi masing-masing daerah. Kemudian koneksi antara kota inti dan pendukung akan efisien dan efektif jika dilakukan dengan pemanfaatan berbasis iptek.

“ITS mengusulkan kriteria pemilihan Ibu Kota Indonesia baru yang juga mencirikan Indonesia sebagai ibu kota marina. Pertama, lokasi Ibu Kota mencirikan Archipelago Capital City yang memanfaatkan potensi marina, bukan pedalaman,” ujarnya. Kemudian untuk mengatasi ketimpangan Indonesia bagian barat dengan bagian timur, lokasi Ibu Kota harus berada relatif di wilayah tengah Indonesia “Kajian yang dilakukan tim Geofisika ITS menyebutkan bahwa titik tengah Indonesia berada di antara Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara,” ujar Johan, yang dirilis Antara.

Adapun kriteria lain pemilihan Ibu Kota baru yang diusulkan ITS di antaranya adalah mempertimbangkan jalur fiber optic backbond nasional, pembatasan variansi kegiatan di dalam Ibu Kota baru, serta mengubah ‘muka’ Indonesia dari Jawa based menjadi negara kepulauan.

Hasil kajian yang sedikitnya dilakukan oleh tim dosen dari multidisiplin ilmu di ITS ini memang belum disampaikan ke pemerintah. “Kami masih menunggu respons dan masukan dari masyarakat terlebih dahulu, oleh karena itukita paparkan dulu dalam jumpa pers ini,” ujar Johan Silas.

  38 Responses to “ITS Paparkan Kajian Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta”

  1.  

    KALIMANTAN AJJAA broooo

  2.  

    Pilihannya cuma 2.
    Kalo yg terkait kelengkapan infrastruktur pilihannya adalah Makasar. Krn ada kereta api nantinya.
    Namun Jika Marina pilihannya adalah Balikpapan. Lokasinya strategis berada ditengah. Jalur laut dan halur udara jg lebih menjangkau.

    •  

      sok tau ente si tuwir….otak lu aja mengecil terus…makan tuh tanah,.

      •  

        kok respon nya negatif bung good people…. jadi nggak respect saya.. tadinya baca komen2 anda saya cukup hormat…

        •  

          Gak usah direspon. Maklum dia masih anak TK. Pampersnya aja msh dipake…xixixi

        •  

          jgn salah bung getar, semua ini dia yg memulai, ane ga bakal spt klo dia ga memulai…coba lihat aja di artikel ttg skytrain bandara soetta…disitu entd bs kiat gamblang masalahnya….jd jgn menyalahkan ane sepihak, harus liat dr awalnya….gitu bung…

          •  

            Dan bung getar jgn hanya melihat komemtar ane ke dia dong, liat jg komentar dia ke ane…ga boleh sepihak gitu…dan satu lg ane ga butuh dihormati, tp ane paling ga suka klo ada org ngeremehin ane…itu aja!,!

          •  

            Lho Dan Yg Saya Bingung Apa Masalah Anda Dgn Saya?. Kan Saya Gk Pernah Ngapa-Ngapain Anda Tapi Kok Komen Anda Ke Saya Selalu Gk Beretika…

            #Klau Gk Suka Bilang Aja

          •  

            ane bkn blg ente oon…ane blg bang ruskyee.,. makanya baca dl komen ane..koplak bgt ente jim….jengkelin bgt,,.iya ane emang ga suka ngobrol sm ente,…mulai skr ga usah lg ente komenin komnetar…krn emang ane ga suka dari cara ente bicara…ngerti ente…??.. titik…awas aja lg ente komentarin ane, ane caci maki lg ente…

  3.  

    yg jelas bukan lg ditempatmu, hahhahaaaaa

  4.  

    Lebih cepat lebih baik, udah bosan liat demo2 yg ga jelas juntrungannya……

    •  

      Demo akan mengikuti di mana pun istana negara berada. hihihiiii…
      Tapi memang biaya logistik untuk kirim pendemo jadi lebih berat di ongkos.
      Jadi mungkin nanti demonya lebih sepi sedikit peserta

  5.  

    balikpapan aja

  6.  

    kalimantan

  7.  

    Setuju,di Kalimantan aja.

  8.  

    Prioritas ke 179, yang penting bagaimana memperkuat daya beli rakyat..

  9.  

    sok tau ente si tuwir….otak lu aja mengecil terus…makan tuh tanah,.

  10.  

    pokoknye jgn di sulbar aja, disana sarang pitonm ga lucu klo halaman istana dikelilingi oleh ular…hiii atutttt….

  11.  

    Menurut pemikiran sy pribadi, untuk kalimantan sangat riskan apa bila terjadi peperangan, karena wilayah daratannya berbatasan dengan negara lain,

    Apa bila di sulawesi, bila terjadi perang, maka musuh akan berusaha menguasai daratan terlebih dahulu, untuk di jadikan base camp,

    Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk musuh dapat menguasai ibu kota dari pada jika ibu kota berada di kalimantan,

    HUT NKRI 72

    NKRI harga mati

    •  

      masuk akal…

    •  

      Yah biar diancam bung, indonesia merasa aman kalo gak merasa diancam, dari sisi politis jika merasa aman juga kurang bung, akan lebih baik jika memang pesisir bukan pedalaman, karena masalah logiistik adalah tulang punggung, jika saja di negara pedalaman, jalur pasok sudah di cut otomatis cepat atau lambat akan hancur juga. Selalu ada ples minesnya, cuman kalo dari sisi ekonomisnya ya harus dekat laut/coastal sehingga pusat logistik berbasis pelabuhan akan jauh lebih murah.

    •  

      setiap ada musuh yang menyerang dengan tiba-tiba, tidak semudh itu akan mengusai ibukota jika letaknya di palangkaraya atau banjarmasin, pasti ada pos2 militer di daerah kalimantan yang masih bisa bertahan.

      Meski punya semua pulau kalimantan jatuh ketangan musuh..satuan-satuan militer2 di pulau lain juga pasti akan langsung memukul mundur musuh!!

      •  

        Memang benar bung wiski,
        Untuk skenario serangan dari satu arah masih bisa,
        Bagai mana kalau skenario serangan dari utara, selatan, timur dan barat laut,
        masing2 wilayah akan sibuk mempertahankan wilayahnya masing2,
        Kalau seluruh kekuatan fokus pada perebutan kembali p. Kalimantan, konsekwensinya sebagian besar wilayah NKRI akan dikuasai musuh, dari selatan,

        Kemudian bagai mana jika sekenario WW3
        Wilayah NKRI akan menjadi rebutan Blok timur dan barat,
        Mengingat blok timur sedang berusaha membuka jalan di lcs,
        Menurut pemikiran sy, LCS bukan semata2 ingin memiliki Sda yG melimpah,

        NKRI harga mati

  12.  

    Stop javacentris.. pulau jawa sudah bisa berdiri sendiri meski tanpa adanya ibukota..meski nanti ibukota di pindah ke luar pulau jawa…update di segala sektor utama pembangunan akan tetep berjalan berjalan dengan cepat.!!!

    Dengan di pindah ibukota ke luar pulau jawa, pemerataan pembangunan dan ekonomi tersruktur akan terus berkembang di sekitar ibukota baru tersebut..!!!!

    Coba di palangkaraya atau jayapura atau sorong atau maumere atau banjarmasin…

  13.  

    jgn salah bung getar, semua ini dia yg memulai, ane ga bakal spt klo dia ga memulai…coba lihat aja di artikel ttg skytrain bandara soetta…disitu entd bs kiat gamblang masalahnya….jd jgn menyalahkan ane sepihak, harus liat dr awalnya….gitu bung…

  14.  

    oh begitu,… kalau demikian,.. islah saja,… lagian semangat persatuan di HUT RI ke 72 ini,… saling maaf.. dan chill-out…

    NKRI….!! Bersatu Teguh..!!

    •  

      knp cuma ane aja yg bung getar suruh islah..dia jg dong…pokoknya jgn memihak sepihak….liat dr awal dia komentarin anel…jd bung ga setengah2 menilai ane…

    •  

      Nggak apa-apa bung, itu hal biasa. Besok-besok juga akrab lagi. Seperti dalam politik pun begitu. Hari ini bertentangan, besok lusa bisa saja berkoalisi.
      Siapa tau nanti pilpres kita bisa majukan pasangan capres-cawapres Go-Bang (Good People – Bang Ruskye). Soal mesin politik nanti kita bisa bikin partai sendiri, kita namai Partai Gurem.

  15.  

    Kemarin pak presiden sudah memberi kode, itu pakaian adat dr mana hayoo?

  16.  

    Karena sering kebakaran hutan ya

  17.  

    Banjarmasin -Banjarbaru deh sarana air bersih melimpah batu bara melimpah tinggal bangun pembangkit listrik bebas gmpa dn banjir hmpir g ada demo pantainya langsung kelaut jawa jraknya cuma 75km dtri pusat kot

  18.  

    Cocok jg jd Marina City, Singapore bs jd rujukan dmn taman kota, taman hiburan dan fasilitas umum lainnya berkelas Internasional, klu bs pusat2 tamasya masyarakat gratis tdk seperti Ancol kepantai aja mesti bayar jg pantai2 lainnya yg dikuasai swasta sehingga hanya segelintir orang yg bs menikmati sehingga tdk berkeadilan sosial.

  19.  

    Selamat sore.. tmn2
    Kalau saya sih kurang setuju dengan pemindahan ibukota yang terlalu extreme s.d. luar jawa.
    1. Cost kalimantan yang sangat besar
    1.a) di kalimantan struktur tanah keras shng treatment yg dibutuhkan sangat wow.. untuk konstruksi gedung..
    1.b) di kalimantan sangat jauh dr sumber bahan bangunan (semen, batu, pasir, dll) jd cost +mahal.
    1.c) pergeseran staff yg ratusan ribu +keluarga berbiaya tinggi
    1.d) di kalimantan air bersih sangat susah
    2. Cost dan resiko di sulawesi
    2.a) sulawesi sangat rawan dari gempa krn dikepung sesar/patahan
    2.b) material cukup berlimpah tetapi dgn resiko gempa yg tinggi maka cost desain bisa berlipat.
    2.c) sama dengan 1.c)

    Klo keinginan pemerintah yg paling mendesak adalah krn kondisi jakarta yg sumpek maka why ngga di geser aja ke arah pekalongan dll sehingga cost lbh kecil.

    Terima kasih