Jan 122019
 


J-20 (foto : Common Wikipedia)

Menurut media Bussines Insider sebagaimana dikutip dari Justin Bronk, ahli pertempuran udara di Royal United Services Institute, J-20 jika berperan sebagai pesawat superioritas udara akan kalah apabila berhadapan dengan jet tempur AS atau jet tempur Eropa.

Meski memiliki persenjataan internal, radar yang kuat serta jarak terbang yang jauh, tetapi J-20 tidak cocok sebagai pesawat tempur superioritas udara seperti halnya pesawat tempur Typhoon dan pesawat tempur AS.

Hanya karena J-20 pesawat tempur terbaik dari Cina, bukan berarti dapat menghadapi Typhoon Eropa atau bahkan F-15 AS, yang pertama kali terbang pada tahun 1972.

“Dalam hal daya dorong mesin dan berat, kemampuan manuver dan kemampuan penerbangan tinggi, (J-20) tidak mungkin cocok dengan pesawat superioritas udara AS atau Eropa,” kata Bronk.

Secara taktik, J-20 merupakan ancaman serius dalam peran intersep dan serangan maritim dengan desain silumannya, meski sejauh ini belum membuktikannya.

Bronk mengatakan China telah membuat langkah besar dalam pengembangan senjata rudal udara-ke-udara dan sedang menguji pada kecepatan “sangat tinggi”, sehingga kekurangan kemampuan J-20 dapat ditutup hanya dalam waktu beberapa tahun.

Melawan pesawat tempur F-15C dan Typhoon, J-20 memang memiliki penampang radar yang lebih rendah tetapi kemampuannya belum tentu lebih baik daripada pesawat tempur Typhoon dan F-15, apalagi bila berhadapan dengan F-22 Raptor.

“F-22 kemungkinan secara signifikan mampu mengungguli J-20 di hampir setiap aspek kemampuan tempur kecuali untuk jarak terbang,” kata Bronk, dengan catatan sama-sama tanpa melakukan pengisian bahan bakar di udara.

Meski begitu, tidak diragukan lagi, J-20 merupakan lompatan jauh kekuatan China dan merupakan ancaman serius bagi kekuatan udara AS dalam kemampuannya untuk buru sergap dan melancarkan serangan mendalam.

Tetapi dalam peran ketat superioritas udara – mengalahkan pesawat tempur terbaik musuh untuk bisa mendapatkan kendali udara – pesawat tempur AS dan Eropa kemungkinan besar dapat mengalahkan J-20 China tanpa banyak kesulitan.

Bussines Insider

jakartagreater.com

  One Response to “J-20 Bukan Pesawat Tempur Superioritas Udara”

  1.  

    Pesawat siluman dengan bentuk kaku seperti peti mati terbang