May 112018
 

Jet tempur siluman Chengdu J-20 dalam Zuhai Airshow 2016. © Alert5 via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pelatihan tempur diatas lautan dari jet tempur siluman buatan China yang akan membantu menghilangkan keraguan analis pertahanan Barat tentang kesiapan tempur pesawat tersebut, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

Menurut Shen Jinke, juru bicara Angkatan Udara PLA (Angkatan Udara China), pada hari Rabu mengkonfirmasi bahwa jet tempur generasi kelima buatan China, Chengdu J-20, telah berhasil menyelesaikan pengujian tahap baru.

“J-20 telah melakukan misi pelatihan tempur di wilayah laut untuk pertama kalinya dan jet siluman ini telah semakin memperkuat kemampuan tempur yang komprehensif dari Angkatan Udara PLA”, kata Shen seperti dilansir dari laman Xinhua.

Shen Jinke mencatat bahwa pelatihan para pilot J-20 telah berjalan dengan lancar, dan pesawat tersebut juga telah terlibat pelatihan tempur dengan pesawat lain, termasuk jet tempur multiperan Shenyang J-16 dan J-10C, sejak J-20 memasuki layanan musim gugur yang lalu.

“Pelatihan tempur untuk J-20 diatas laut akan membantu Angkatan Udara PLA lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan integritas teritorial”, kata Shen menegaskan.

Mengomentari latihan pada hari Rabu, pengamat militer asal China, Song Zhongping mengatakan kepada Global Times bahwa pelatihan dilaut sangat penting untuk J-20, mengingat bahwa selain peran pertempuran udara, jet tempur itu diharapkan mampu melawan target darat dan laut jika terjadi perang.

J-20 diadopsi ke dalam layanan Angkatan Udara China pada bulan September 2017. Chinamulai mengembangkan pesawat siluman pada tahun 2002, mengungkapkannya kepada publik pada akhir 2016. Angkatan Udara PLA sekarang memiliki setidaknya 28 unit jet tempur siluman J-20, termasuk 8 unit prototipe dan 20 unit atau lebih yang berada pada produksi awal.

Mesin J-20, dirancang oleh China meyerupai mesin Al-31 Rusia, yang digunakan pada jet tempur generasi keempat Su-27 dan diharap akan digantikan WS-15, mesin baru yang karakteristik kinerjaya mirip dengan mesin Pratt & Whitney F119 yang terpasang pada jet tempur siluman F-22.

Spesifikasi rinci untuk jet tempur siluman J-20 China dirahasiakan, tapi para ahli militer mengatakan bahwa pesawat itu terlihat seperti persilangan antara F-22 Amerika dan prototipe MiG 1.44 dari produsen jet tempur Rusia, yakni Mikoyan.