May 242014
 
Tanning Datuk, Kalimantan Barat (photo: satuharapan.com)

Tanning Datuk, Kalimantan Barat (photo: satuharapan.com)

Semarang. Sengketa lahan antara Indonesia-Malaysia untuk wilayah Tanjung Datuk, Kecamatan Paloh, Kalimantan Barat, kini dalam status quo. Tapi Malaysia, baru-baru ini, mengusiknya dengan mencoba membangun mercusuar di wilayah sengketa itu, bahkan proyek tersebut sampai melanggar batas wilayah RI.

“Kurang lebih ada sekitar satu mil — sesuai perhitungan TNI — masuk ke wilayah NKRI,” ungkap Panglima TNI Jenderal Moeldoko, di sela-sela kunjungan kerja di Markas Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/5).

Namun, kini TNI memastikan tidak ada lagi aktivitas pembangunan tiang pancang suar oleh Malaysia di Tanjung Datuk. TNI telah mengambil sikap tegas dengan menghentikan ulah lancung negeri jiran itu dan ‘mengusir’ seluruh pekerjanya.

“TNI telah mengambil langkah-langkah tegas untuk mempertahankan kedaulatan negara,” kata Moeldoko.

Langkah-langkah politik, menurut Jenderal Moeldoko, akan dilakukan pemerintah Indonesia dengan melayangkan protes atas sikap yang ditunjukkan negeri jiran itu.

Astros 2

Astros 2

Ujicoba Astros II
Bertempat di São Paulo Brasil, Tim dari Kementerian Pertahanan berkunjung ke Avibras, Sao Paulo yang memproduksi Astros II, Kamis (22/5). Tim dipimpin Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemenhan Laksda Rachmad Lubis. Rombongan diterima Presiden Avibras Sami Youssef Hassuani, Direktur Pengembangan Bisnis Internasional Leandro Villar, dan Manajer Pengembangan Bisnis Hans Kristensen.

Sami Youssef Hassuani mengatakan pemesanan atau pembelian Astros II bukan cuma kerja sama bisnis.

“Ini lebih dari sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga kerja sama telnologi, dan kerja sama pertahanan antara Brasil dan Indonesia karena meski kami perusahaan swasta, angkatan bersenjata Brasil mendukung kami,” kata Hassuani, seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Usman Kansong dari Sao Paulo, Brasil.

Dalam rombongan Kemenhan, turut serta staf Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Bappenas, dan wartawan.

Astros 2

Astros 2

image

Astros 2 TNI (photo: defense-studies.blogspot.com)

Astros 2 TNI (photo: defense-studies.blogspot.com)

image

“Ini adalah bentuk keterbukaan informasi agar rakyat tahu untuk apa uang negara digunakan, juga dalam rangka good governance dan clean government,” jelas Laksda Lubis kepada pihak Avibras.

Rombongan Kemenhan berkesempatan melihat langsung tahap-tahap produksi Astros II. Pekan depan akan dilakukan uji coba Astros II dan akan disaksikan Wamenhan Sjafrie Syamsoeddin.(Republika.co.id dan Metro TV).

  104 Responses to “Jaga Perbatasan dan Terus Perkuat Alutsista”

  1.  

    Serahkan saja semuanya kepada PEMERINTAH &TNI..strategi & perencanaan pertahanan negara ini sudah di buat program jangka panjangnya secara matang..kita cukup mendoakanya semoga segera terealisasi..dan bila sudah waktunya pokoknya tetangga sebelah bisa nangis darah dah…( itu juga kalo di publis ) klo ngga juga gpp biar tetangga nebak2 buah manggis kekuatan bangsa INDONESIA…NKRI HARGA MATI…!!!!!

  2.  

    Ratusan pswt patroli maritim yg dipersenjai, puluhan pesawat peringatan dini yg dipersenjatai, puluhan LPD, ratusan LST, ribuan tank dan panser canon amhibi cal 105 mm, ratusan unit pswt amphibi yg dipersenjatai, ratusan kpl dng pelontar drone yg dipersenjatai, pembangunan ribuan bunker utk markas, tmpt penyimpanan BBM utk 4-5 tahun ke depan, kilang utk stok cadangan nasional, kilang utk menyimpan stok nasional, memiliki radar pasif dan aktif maritim, membentuk 16 divisi utk msg2 matra, utk TNI A.U mngadakan 600-700 unit pswt trmpur, mengadkan 100 pswt latih tempur, mengadakan 400-700 baterai S 400, S300, S 500, rudal mistral, oerlikon ratusan unit msg2 utk BUK 2 ME, pantsyr S1, antey 2500, puluhan skuadron drone yg dipersenjatai dan memiliki waktu tempuh 28 jam, memikiki 80 unit pswt latih, memiliki belasan skuadron pswt angkut dr berbagai kelas dr berat sampai ringan, memiliki belasan skuadron pswt pengebom, memiliki 90 unit pswt tangker, utk TNI A.D memiliki krg lebih 1600 unit MBT, memiliki 3000 unit tank medium, memiliki 3000 unit panser dnh canon cal 105 mm, memiliki ribuan panser anoa varian 2, memiliki 1800 ujit panser dng platform anti tank dan anti kendaraan laps baja, memiliki 6000 unit jeveline, dn 12 rb NLAW, belasan skuadron utk msg2 heli serang dn heli serbu, puluhan skuadronheli angkut

  3.  

    Sbg rakyat ndeso, ane berngarep-arep pemerintah benar2 konsisten menjaga area perbatasan. Bbrp kali kebobolan ane anggap sbg tanda kedodoran dlm menjaganya. Alasan personil terbatas, kapal patroli terbatas dan anggaran terbatas adalah alasan klasik. Di dunia ini tdk ada yg tdk terbatas, negara aja ada perbatasannya….; Haarapan juga kpd para panglima atau pihak berwenang, perlunya penataan personil piket patroli perbatasan scr lebih baik shg area perbatasan bisa termonitor sbgmn layaknya negara beneran.

  4.  

    Penjelasan bung ismeds@ mantaf..kita sebagai warga negara yg peduli dgn NKRI,,seyogyanya mendukung langkah dan strategi yg di ambil TNI DAN PEMERINTAH..NKRI HARGA MATI

  5.  

    “sebelumx aq ucapkan assalamualaikum.. & salam persaudaraan.
    ..sepertix tanpa kita sadari ternyata perang terselubung antara negara kita dgn negara2 lainx masih terjadi hingga kini.dgn ragam alasan &aneka logika.tentux TNI sebagai penjaga tanah pertiwi ta’kan berdiam diri bila melihat ‘TUANNYA’merasa terancam.sebagai salahsatu generasi bangsa ini..aq berharap TNI tao apa yang harus dilakukan meski rakyat tanpa memintanya…

 Leave a Reply