Aug 222014
 

Liputan6.com, Jakarta – Banyak karya anak bangsa yang mendunia. Namun ironisnya, kurang dihargai di negeri sendiri. Akibatnya, banyak ilmuwan asal Tanah Air terpaksa hijrah ke luar negeri.Β 

Salah satunya, Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, yang telah ratusan kali melakukan presentasi di berbagai negara dan mengantongi 120 hak paten.

Pesawat terbang tanpa awak (PTTA), radar, dan satelit adalah teknologi yang telah membawa Guru besar Universitas Chiba, Jepang itu dikenal dunia Internasional.

Josh, begitu pria asal Bandung Jawa Barat ini dipanggil, dipercayakan Universitas Chiba mengelola dan mengepalai laboratorium sendiri bernama Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL). Di laboratorium itu, ia bersama beberapa rekannya melakukan riset dan rekayasa. Hasilnya, JX-1, PTTA atau UAV (unmanned aerial vehicle) ini menjadi terbesar yang dibuat di Asia. JX-1 rampung dibuat sejak 2012 lalu.Β 

Karya yang ia kembangkan pun mendapat perhatian dari sejumlah negara, seperti Malaysia dan Jepang melalui program transfer teknologi. Josh menuturkan, sejak tahun 2010 Pemerintah Malaysia telah melakukanΒ kerjasama dengan dirinya melalui Japan Internasional Cooperation Agency-Japan Science and Technology Agency with Official Development Assistance atau JICA-JST ODA, program Pemerintah Jepang.

Sejak 2010 saya bekerjasama dengan pemerintah Malaysia di bawah JICA-JST ODA, program pemerintah Jepang untuk transfer teknologi atau pembangunan. UAV bersensorkan Synthetic Aperture Radar (SAR). Di mana UAV SAR ini bekerja di frekuensi L Band yang dapat tembus awan dan hutan,” ucap Josh kepada Liputan6.com, Jakarta (22/08/2014).

Josh menuturkan, sensor yang ia kembangkan ini merupakan bantuan pemerintah Jepang kepada pemerintah Malaysia. Sedangkan untuk teknologi frekuensi L Band dihasilkan langsung dari JMRSL, laboratorium miliknya tersebut.

Jaga Perbatasan dengan Indonesia

PTTA atau UAV yang diminati pemerintah Malaysia ini pun telah berjalan dan rencana tahun 2015 telah selesai. Pemerintah Malaysia akan menggunakan PTTA tersebut untuk membantu menjaga tapal batas dengan Indonesia.

“Khusus untuk pemerintah Malaysia, yang dapat digunakan untuk pengamatan perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ungkap pria murah senyum ini. Josh juga berharap, Indonesia — negaranya sendiri — pun ke depan berminat mengaplikasikan teknologi yang ia kembangkan.

Selain PTTA, sejumlah kerjasama juga dilakukan bersama pemerintah Malaysia seperti pengembangan penginderaan jauh. Teknologi ini diharapkan bisa membantu pengamatan bencana alam di negeri jiran.

“Kerjasama lainnya adalah bantuan supervisi untuk pengolahan data SAR ini yang dapat mengetahui perubahan permukaan Bumi dengan akurasi milimeter dengan pengamatan dari jarak lebih dari 700 km dengan berbagai aplikasinya misalnya pengamatan tanah longsor, penurunan tanah, dan lain-lain di wilayah Malaysia berikut pengembangan SDM Malaysia,” imbuhnya.

Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah suatu bentuk radar yang digunakan untuk membuat gambar dari obyek, seperti landscape. SAR biasanya dipasang di pesawat atau pesawat luang angkasa dan berasal sebagai bentuk lanjutan dari Side Looking Airborne Radar (SLAR). Jarak perangkat SAR dikirimkan melalui Antenna Aperture.

Di teknologi ini Josh berhasil menciptakan antena tembus pandang (transparent antenna), antena mikrostrip yang dapat digunakan berkomunikasi dengan satelit dan berbagai jenis antena untuk keperluan mobile satellite communications. Dalam penelitian ini, ia bergabung dengan laboratorium Prof. Ito Koichi.

Selain itu banyak penemuan yang telah ia hasilkan, seperti circularly polarized synthetic aperture untuk PTTA, radar peramal cuaca 3 dimensi dan small satelite. Saat ini Josh bersama rekan dan mahasiswanya di Universitas Chiba mengembangkan JX-2, UAV model baru yang lebih canggih dan lebih ringan. (Ein)

(Elin Yunita Kristanti)

Sumber : Liputan6.com

Video :

http://www.youtube.com/watch?v=9Ka_2ohiZlM

Bagikan Artikel :

  103 Responses to “Jaga Perbatasan dengan RI, Malaysia Pakai Karya Ilmuwan Indonesia”

  1. asyik UAV lagi nih,,

    • dari sekian banyak drone yang di ciptakan anak bangsa,, mana yang lebih keren …?
      1. BPPT – UAV wulung dan teman temannya.. (platuk, gagak, srinti, alap-alap)
      2. LAPAN – LSU
      3. Univ. surya & TNI AD. – UAV autopilot super drone dan teman teman nya ;;
      4. ITB – Hexarotor
      5. Univ. Indonesia, – USV sea ghost
      6. UGM – UAV. camar biru
      7, U, alazhar – UAV elang jingga
      8. lembaga swadaya institute- UAV termurah,,3 jtan
      dan sekarang pak, jos – UAV -JX1. .. JX2 …JX3…. JX 4

      • JX 1 – long range & wide coverage – L BAND –
        JX 2 – long range & wide coverage – C/X BAND SAR
        JX 3 -medium range & coverage – mm W BAND SAR
        JX 4 – small range & small coverage – Multi BAND SAR

      • Gampang, kenapa semua tidak digabung menjadi satu konsorsium tapi lebih bagus yg independen. Kalau semua bisa ditempatkan dalam satu wadah saya yakin cepat dan teknologinya bisa maksimal. πŸ™‚

        • Anggaran juga tidak terpecah….

        • Kalo ini saya setuju bung Jalo, tinggal dibinkan sebuah wadah aja dan naungin dengan payung hukum yang jelas.

        • betul, bung jalo kyk nya harus buat lembaga independen, utk memfasilitasi ilmuan2 kita utk mengembangkan teknologi bangsa, tp tetap harus jelas pemasaran nya,, klo cuma sebatas prototipe, tanpa ada pemasaran nya, rasanya tidak akan berjalan lama, mungkin salah satu nya konsumen nya TNI..

          tp biasanya tergantung dari kwalitas produk, dan harga produk,,

        • Assalamualaikum wr.wb
          imho
          intervensi poitik masuk bila mengendus sumber dana yang besar :v dan juga hasil yang signifikan :v
          nanti hasil produknya pasti di klaim untuk peningkatan popularitas dalam bidang politik :v
          lebih baik jauhkan pikiran intervensi politik terhadap ilmu eksak. serta beri lembaga dan pendanaan yang tidak ada intervensi politiknya untuk ilmuan kita.
          contoh kebun binatang surabaya, di sana salah satu wadah untuk kedokteran hewan eh malah di intervensi kepentingan jadi mati semua hewannya. bukan menjadi tempat pelestarian eh malah jadi tempat kuburan hewan.

          dan masih banyak ilmu-ilmu eksak lainnya yang masih lekat dengan intervensi kepentingan diluar kepentingan ilmu itu sendiri.
          Kalau salah ya maaf πŸ˜€
          maaf oot πŸ˜€

        • itu namanya akal-akalan bung jalo, mana mau orang seenaknya aja diambil ilmunya. nanti setelah bisa malah dilupakan dianya.
          ga usah ribet-ribet, pesan aja uav dengan spesifikasi yg di butuhkan, beres.

      • Sayang sekali sebenarnya kita hanya bisa merakit (assembly) saja. Hampir semua komponen drone mesti diimport. Itulah kenyataannya!!

        • Iya kenyataannya demikian, tapi banyak yg mulai kembangkan sendiri. Seperti BPPT mulai.membuat mesin drone sendiri, mudah2an komponennya tidak rakitan.

          Mungkin bisa ambil contoh LSU-02 yg dibuat Lapan, program ini memang lama tapi bisa dilihat TKDN-nya…

    • ngeri bung kalau drone2 tsb justru memerangi manusia dan berkuasalah para mesin

    • Hmm,drone kapal induk ya Bung Joko,,sprti apa ya bentuknya?sya harap ttp mengapung d laut ya,,hehehe bcanda bung πŸ™‚

      • segede apa yah kira2 nya? drone kapal induk ini? ntar klo ada manusia nya di situ langsung di usir ma drone nya.. soal nya drone mau berkembang biak, biar tambah banyak,,, hehehehe

    • UAV buatan dan pengembangan dari Profesor Indonesia yg tinggal di Jepang. Di Transfer of Technology kan ke Malaysia buat jaga perbatasan Malaysia-Indonesia ???? Mengenaskan banget… mana neh peran Pemerintah. Apa gak sekalian aja Pak Profesor Josephat pindah warga negara aja jadi warga negara Malaysia gitu ??

  2. oh

    • janganlah menyia-nyiakan anak bangsa yang berprestasi.
      di pangkuan ibu pertiwi dibesarkan tapi jadi orang di pangkuan ibu yang lain, sebaiknya negara memanggil kembali semua aset bangsa ini untuk membangun negeri kita Indonesia berikan perhatian yang lebih agar anak bangsa ini betah di pangkuan Ibu Pertiwi, Indonesia hebat lho asalkan persatuan dan kesatuan kepentingan bangsa dan negara lebih dikedepankan Betul tidak rekan sekalian

      • Sulit klw Ibu Pertiwi gak bisa nyusuin anaknya lgi bung.hehehe,, mungkin beliau merasa hutang budi krna ilmu2nya d berikan Jpng,lagi pula negara trsebut yg slama ini memfasilitasi karyanya,mungkin ya bung, sya percaya akan ada masanya bagi bangsa ini menjadi lebih baik,krna pemegang kekuasaan jauh dri tindakan korup,,

  3. drone lagi ya..lanjut..!

  4. Selamat sore ..
    perkembangan wulung skrg sampae dmn ya?
    Mhon pencerahan nya..

  5. prihatin.com

  6. duduk sila nunggu petuah

  7. Jangan dilihat masalah Dronenya, tapi lihatlah karya ilmuwan kita yang digunakan oleh tetangga kita. Besok2 kalau udah jadi lalu melakukan pemantauan di perbatasan kita. Saya cuman membayangin gimana reaksi tentara kita yg bertugas di perbatasan jika tahu itu buatan ilmuwan kita.

    ” Josh juga berharap, Indonesia β€” negaranya sendiri β€” pun ke depan berminat mengaplikasikan teknologi yang ia kembangkan.”

    • dilema bung jalo…

    • Bung jalo@ bagaimana sebenaranya kemampuan UAV hasil ilmuwan kita ini..
      Jarak tempuh dll..
      apakah beliau nantinya juga memiliki kemampuan untuk bisa menciptakan drone tempur yg sampai saat ini Di indonesia belum ada yg bisa membuat itu. .
      Terimakasih ..
      *sasak*

    • Jadi ingat cerita bung Jalo di artikel sebelumnya tentang “perdebatan” dengan pejabat TNI yg ternyata tdk tahu tentang penelitian2 teknologi yg sedang berjalan di Indonesia saat ini. #tepokjidat #ngelusdada.

      Tapi saya tidak terlalu terkejut bung Jalo. Tahun 2000 awal saya pernah berbisnis sebagai supplier perlengkapan militer untuk TNI dan POLRI. Sebutannya perusahaan rekanan. Sering keluar masuk kantor yg di Jatinegara, kantor yg di dekat Masjid Istiqlal dan lain-lainnya. Tapi lama2 gak tahan dg permainanya. Di situ saya pernah ketemu dg marketingnya Pindad. Waktu itu mereka sering lesu krn bilangnya susah tembus. Gak ada diistimewain. Lha gimana, wong dari yg bintang sampai yg melati semua ‘minta’. Gak kepake itu R&D, wong spesifikasi teknis bisa saya ‘sesuaikan’ dg barang saya. Yang gak bisa dirubah itu kalau yg menentukan spek dari ‘atas’. Itupun krn belum sempet ketemu aja. Saya yakin sdh ada ‘sales’ lain yg sudah bisa nemuin yg ‘atas’ itu.

      Jadi baca komentar bung Jalo di artikel tentang Prof Josh kemarin itu, ya cmn bisa tersenyum kecut. Pikirku: “Dari dulu juga begitu”. Langsung terbayang lagi orang2 berbintang di pundak itu, yg langsung nanya: “Kalau kontrak segini, berapa porsi saya?” Gak nanya spesifikasi teknis yg sdh disiapkan berhari2. Kelebihan alat bidik ini dibanding yg lain, ketahanannya… prettt. Kalau lolos ‘interview’, baru boleh ikut lelang.

      • itu kan guamblang banget bung roger rabbit,

        radar maritim isra dengan spec prototipe awal sudah mumpuni gak dilirik, harusnya user jadi bapak angkat yang membesarkan karya bangsa ini, eh malah mau beli radar rusia…

      • Jgn kan Drone yg harganya bisa ratusan juta bung. sya aja perpanjang SIM d tawarin perantara smuanya oknum 4orang,mau jujur sya bilang nggak,mau sendiri aja,eh malah terakhir d loket sya d suruh bayar gede bgt,SIAL !! Drone klw udah hebat kyak gini baru negara mikir,menurut sya ttp berkarya,karyanya gunakan utk pengawas hutan,perkebunan,tujuannya 1 ==> supaya Presidennya yg lihat langsung dan berminat,klw lewat tender langsung ya bgitu resikonya,,

    • Bung Jalo mohon penjelasannya terkait pembelian radar MSSR 2000 I untuk TNI AU yg kontrak pengadaannya diberikan oleh SBL Star Technology, Singapore kepada Airbus Defence & Space. Knp pemerintah unt pengadaan radar ini hrs melalui perusahaan Singapore???? Mengapa tdk menggunakan G to G atau G to B!!!!

      • Itulah yg saya bingung, padahal kita punya koneksi langsung bisa melalui PT DI

        • Itulah Bung Jalo.. Saya jg ndak habis pikir kl kita pyk akses langsung ke Airbus DS knp jg kita harus melalui perusahaan singapur unt membeli radar yg terbilang strategis ini. Kl berita ini benar adanya ada inkonsistensi pemerintah berkaitan dgn pengadaan alutsista unt TNI. Ketidak sesuaian antara statement yg sering dilontarkan dgn tindakan. Beda halnya dgn pengadaan Drone Israil yg melalui perusahaan Philipina. Alasanya kan kuat.

          • Makanya ada yg ngomong skala pembelian kita saat ini sudah bener. Hehehehehe, akhirnya ketahuan juga. Itu belum proyek-proyek kecil seperti alkom, truk atau yg lainnya. πŸ˜€

    • susah banget ya mau maju, penghambat terbesar justru datang dari dalam, semua aspek dah terkontaminasi, ga cuma yg diatas tapi sudah menular kebawah. nyesek nih dada, negri berjuta potensi nasibnya kek gini padahal seharusnya kita sudah bisa menjadi negara maju mengingat SDA & SDM yg melimpah

    • memprihatinkan…ibarat tetangga depan rumah lebih sayang terhadap anak kita ketimbang orang tuanya sendiri

  8. sengaja…com

  9. Bung jalu dalm tayangan vedeo mesinnya masih pake 2 tack kah….
    Mirip super drone yah..mohon pncerahannya nih

  10. Masuk 10 Besar gak yah

  11. Vietnam sudah mau beli apache, A10 dan dpt hibah assault ship wasp (kapal induk serbu) lhooooo…..

  12. Kasian ni malon bikin drone aja belum bisa

  13. pulanglah pak josh,abdikan dr bpk bwt negeri ini,bpk udah kaya,semua udah bpk miliki.gantian skr mengabdi untuk bangsa

  14. Sayang seribu sayang……!!!

  15. Woii bangun..bangun…!!! Heran juga nih ma pemikiran para elite negerii ini, klo ga disenggol” ga bangun” …tar klo tetangga dah mulai rese lagi baru koar” ga karuan…persis waktu caplok mencaplok wilayah nkri,baru sadar langsung perkuat alutsista, kebanyakan makan pil koplo kali ya..he..he..he..!!! Masa harus diserang dulu nih negara baru bangkit melawan dan nyari antidotnye…keburu mokat yg ada..

    ….NKRI HARGA MATI…

  16. Lebih kasian kita pak! punya ilmunya dan bisa bikin tapi gak mau bikin ..
    masalah uang baru rebutan!

  17. Bangga skaligus sedih bung..
    BANGGA krna begitu bnyk ilmuwan qt yg brpresti d dunia internasional.. Tp jg SEDIH krna pmrintah qt gk bs menghargai keilmuan & hasil krya mereka…. Hadeww

  18. pulang lah ke indonesia,putra bangsa ku..bikin drone yg cetar membahana..buat ibu pertiwi,tumpah darah mu..

  19. Ngelus dada sesak rasane..gigit jari

  20. anti drone jangan sakit hati kalo karya ilmuwan kita di pakai tetangga sebelah,..

  21. TNI nunggu yg jx-2 jadi

  22. Salam Hormat Kepada Sesepuh Dan Keluarga Besar Warjakg.
    Izinkan Saya Untuk Bergabung Dlm Forum Ini.
    trimss.

  23. selama indonesia diisi pemimpin dn pejabat yg btmental korup jgan harap ad kmajuan tehnolgi..yg maju cuma perutnya..

  24. Ya begitulah yang niat nya baek di buang…yang jahat di kumpulinnn…

  25. saya bingung dengan tanggapan dari beberapa orang, n penggiringan opini dari om jalu, seolah pemerintah SBY (khususnya) tidak peduli ilmuwan indonesia n termasuk drone??

    Apakah ada bukti pemerintah tidak mengembangkan drone n tidak menggunakan drone?

    sekarang pertanyaaannya apakah ada perkembangan nyata pada teknologi Indonesia?
    kapal selam, kapal tempur, trimaran, pesawat tempur, helikopter, radar, roket satelit, dll..bahkan drone pun jg sudah cukup banyak dikembangkan n di aplikasi oleh TNI.

    kalo ada teknologi indonesia yang dipakai asing, apa bedanya dengan teknologi asing yang dipakai indonesia?

    anoa dipake malon terus ada kalimat: “miris karya indonesia dipake malon buat jaga negaranya”
    begitupun dgn cn235 ato ss2 : “miris senjata indonesia untuk nembaki tni”

    kaga usah dagang aja kalo gitu

    • Mungkin kasus Ricky Elson bisa jadi contoh… UU tidak berhasil meski sudah dibantu menteri, pernah tahu kasus jatuh bangun peneliti saat menggarap teknologi wulung pertama. Saat perhatian presiden SBY terhadap wulung itu sudah masuk di seri ke 6…

      Maaf saya tidak menggiring opini, karena kasus seperti ini sudah lama terjadi. Mungkin anggaran 0.08% untuk riset bisa jadi contoh, ingat yg diperlukan itu R&D investment dan adakah program ini yg sudah diterapkan di badan penelitian kita.

      Salam hangat bung, πŸ™‚

      • Tapi om jalu sadarkan,
        antara indonesia sebelumnya n sekarang sudah ada perkembangan pesat dalam teknologi indonesia??
        om jalu pribadi yang sering menginformasikan kita, dengan artikel2 membanggakan perkembangan teknologi indonesia.

        DPR banyak menghambat kebijakan positif selama 10 tahun kemarin.
        Realistis saja, siapa yang menghambat?
        siapa yang paling keras teriak menolak subsidi BBM?
        siapa yang paling keras menolak beberapa alutsista kita?
        siapa yang paling sering n keras mengerecoki??

        n sekarang mereka mo sok suci seolah pemerintah sebelumnya meninggalkan sampah utk pemerintahan berikutnya?

        anda tidak sadar telah melakukan penggirang opini seolah pemerintah sebelumnya sama sekali tidak peduli n tidak ada progres.

        setiap manusia punya jalannya masing2…mungkin kebetulan proj josp memiliki jalandiluar pemerintah.
        n memberikan kontribusi kepada negara melalui jalan lain.

        bukan harus diratapi.

        • Memang ada kemajuan bung meski tidak besar tapi setidaknya ini bisa menjadi pelajaran untuk pemerintah kedepan. Yg saya tekankan bahwa kata2 saya tidak ada menjurus ke presiden, tapi kepada pemerintahan kita. Memang presiden sebagai kepalanya, tapi yah gitu kekecewaan itu pasti ada. Karena kenyataannya anggaran R&D kita masih dibawah angka normal atau bahasa kerennya miris. Beliau menerapkan kemajuan pembangunan melalui MP3EI dan meminta kementrian ristek membantu. Tapi kasihan dengan anggaran dan fasilitas yg diberikan, kalau saya bilang kurang maksimal.

          Saya jujur orang yg tidak suka beliau, apalagi beliau sering menggunakan alat negara untuk kepentingan partai beliau. Cuman karena beliau adalah presiden terpilih oleh rakyat kita jadi saya harus mencoba bersabar dan legowo di kepemimpinan beliau.

          Untuk Penggiringan opini saya tidak merasa, karena kenyataannya produk yg dihasilkan itu digunakan oleh negara luar. Ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah kita, yg menjelekan iti kembali ke individu masing2 dalam menyikapinya. Saya yakin teman2 sudah dewasa, kasus begini kan bukan baru pertama kali terjadi. Dulu gw pernah nulis soal Prof. Diran dan sejumlah ilmuwan lain. Lalu ada artikel anda percaya, kami pasti bisa. Silahkan dilihat lagi, πŸ™‚

    • Saran aja nih bung, apakah R&D tdk bisa dilakukan oleh perusahaan ybs? kan untuk maju dan berkembangnya sebuah perusahaan ntu harus juga memiliki dana sendiri untuk R&D, tdk melulu dari pemerintah, kalo bisa jualan produknya jangan ke TNI dulu, ikutin semua pameran alusista yang bertaraf Internasional. Tar kan lama lama pihak user atau dari pemerintah akan malu juga dengan sendirinya kalo produk dalam negeri jadi idola konsumen luar πŸ™‚

      • Yg perlu diketahui, Prof. Josh ini salah satu ilmuwan yg mendapat dana riset terbesar kalau gak salah di Asia. Apa yg beliau lakukan itu untuk skala pendidikan, bukan masuk di Industri. Tanpa bantuan pemerintah Indonesia beliau sudah dibantu baik sebagai pembicara atau ilmuwan oleh pemerintah Jepang maupun dunia internasional. Harapan beliau cuman pemerintah kita memberikan perhatian, kan bisa melalu kerjasama G to G seperti yg dilakukan Malaysia. Karena jika sudah di aplikasikan, teknologi ini orang Indonesia yg kembangkan sendiri termasuk melakukan industri sendiri.

        Saya pernah ngobrol dengan beliau, dan kemarin beliau membantu mahasiswa Udayana mengembangkan mikro satelit. Selama ini yg meminta bantuan beliau adalah dari perguruan tinggi, perusahaan swasta dan beberapa lembaga penelitian. Namun tidak langsung dari yg membuat kebijakan, dulu beliau pernah menawarkan diri sayang dikucilkan.

        Beliau sudah lama membuat konsep drone yg cocok dengan kebutuhan Indonesia baik itu sipil atau militer. Drone yg sesuai kondisi geografis ini sudah lama beliau sampaikan yg punya kebijakan, dan yg perlu diketahui bantuan beliau ini cuman pengembangan SDM bukan skala industri. Namun penolakan yg terjadi saat beliau mempresentasikan masalah tersebut. Kalau anda dipihak beliau gimana??

        Ingat untuk kebutuhan iptek berbeda dengan kebutuhan industri.

    • Maksudnya gini bung, kita punya ilmuwan hebat tp tidak dimanfaatkan utk mengembangkan dlm negeri dulu. Itulah yg bikin miris. Harusnya kita belajar seperti china yg memanggil pulang semua ilmuwannya di awal 1970an dmn skrg sudah ada hasilnya.

  26. untung bukan orang korea nih yang nulis nick nya heboh ein = pacar/kekasih

  27. baguslah.. biar pemerintah melek dan berfikir kedepan.. bagusan mana ya sama wulung? hehee

    • Aplikasi teknologi SAR-nya iti yg bahaya. Apalagi menggunakan frekuensi L-Band. Secara atruktur, besar dan jarak operasional juga sudah berbeda. πŸ™‚

      Lebih cocok dengan LSU-05, tapi tetap kalah dengan aplikasi diatas. πŸ™‚

      • met mlm bung, Mau tanya ni bung @jalo,. UAV buatn dlm negri tu buatan mana y bung? BPPT,LAPAN / univ.SURYA…
        Mhon pencerhan nya, . Biar sya tau smpe dmna teknologi UAV buatn dlm negri…
        Mf prtnyaan ny gk brbobot ..hehe

  28. Untuk sekedar peniti saja,impor dari tiongkok..

  29. dr dl gx ad yg berubah dikit2 duit .
    mang pantes negara ini dsbt negara prototip
    amsyong tenan

  30. siap bilang. nggeh ndorone unjuk’ane sampun siap

  31. Selamat Malam….. Anggota baru dari tanah kelahiran Jenderal Besar Soedirman. Salam hangat buat sesepuh dan warga JKGR

  32. he…ni disengaja/bisnis?…ane msh percaya ini 22nya.

  33. Sesak dadaku bacanya.Sampai kapan hrs begini?

  34. Suaranya gak jauh beda kaya bemo

  35. perasaan SDM Indonesia baru bisa maju menguasai teknologi canggih kalo belajar ke luar negeri atau belajar ilmu dari luar negeri. siapa bilang orang pinter indo terbuang? mereka tidak terbuang, mereka justru nga bisa maju kalau belajar cuma modal ilmu dari dalem negeri aja. justru mereka ngak maju kalau terkekang oleh negara sendiri terutama oleh aturan2 garis keras sebagian masyarakatnya. lha teknologi2 yang origin yang kita kembangkan ini kan dari luar negeri asalnya. orang indo jadi pinter justru karena ada intervensi asing (tapi bukan asing yang ngajarin kita jadi teroris loh).

  36. pak jokowi,, tolong balikin ilmuwan2 kita dunk,, kasi mereka proyek biar ilmunya tumbuh dan dipakai di indonesia,, jgn lupa gajinya yg sesuai jgn kalah dg yg ditawarin jiran,,

  37. met mlm bung, Mau tanya ni bung @jalo,. Untk saat ini UAV buatn dlm negri tu buatan mana yg paling canggih y bung? BPPT,LAPAN / univ.SURYA …
    Mhon pencerhan nya, . Pngen tau smpe dmna teknologi UAV buatn dlm negri…
    Mf prtnyaan ny gk brbobot ..hehe

    • Wah pertanyaannya berbobot banget, πŸ™‚

      Saya tidak bisa membandingkan antara buatan ini dan itu. Cuman saya bisa sedikit kasih gambaran aja, begini bung Lapan pernah kembangkan namanya LSU-02 dengan jangkaun maksimal 200 km namun beban muatannya ringan contohnya 10 kg. Saat dikembangkan ke LSU-03 peneliti ingin menambah beban muatan, akhirnya berhasil dan UAV ini bisa mengangkut muatan seberat 30 kg tapi jarak jangkauannya hanya bisa mencapai maksimal 150 km.

      Lalu itu belum dengan masalah pengiriman data ke GCS (Ground Control Station), masalah frekuensi, masalah aplikasi baik gymbalnya, lalu struktur, untuk telemetrinya bisa sejauh mana. Itu banyak bung, lalu bisa dilihat lagi masalah engine, bahan baku, bahan bakar, itu banyak bung.

      Saat ini Wulung masih menggunakan engine dari China, untuk TKDN masih saya bilang memprihatinkan karena dibawah 35%, tapi setidaknya yg saya salute teknologi ini sudah mulai. BPPT juga sudah mulai melakukan rekayasa mesin sendiri. Lalu masalah buatan TNI AD dengan Univ. Surya, saya juga kurang tahu TKDN dan aplikasinya seperti apa termasuk aplikasi GCS-nya. Kalau Lapan saya sudah lihat dan TKDN termasuk besar diatas 50%, aplikasinya rata2 buatan sendiri termasuk autonomosnya.

      Setiap jenis punya kekurangan dan kelebihan, saya tidak bisa membandingkan tapi saya tetap salut yg mereka buat. Yg menjadi kendala adalah fasilitas untuk mereka. Kalau buatan Profesor tidaj perlu diragukan, karena dikerjakan di Jepang dengan berbagai fasilitas yg bagus tapi beliau akhirnya menciptakan berbagai penemuan salah satunya circularly polarized synthetic aperture untuk UAV san berbagai sensor SAR, sensor ini bisa dikembangkan untuk Ilmu Pengetahuan di masa depan. Dan perlu diingat radar L-Band itu termasuk teknologi yg rumit.

      • Makasih y bung atas pencerahan nya.. Salam kenal y bung @Jalo.
        seandaenya ja antara BPPT,LAPAN,univ SURYA & prof.JOSH dll brkolaborasi ,. Pasti akan tercipta UAV made in INDONESIA yg bgitu canggih…
        Semoga.. Amin

  38. Sebelumnya saya minta maaf Bung- bung semua…
    Apa mungkin saja pemerintah sudah memilah milah siapa-siapa yang betul hebat dari yang terhebat.jadi walaupun pak Josh berkarir dan bisa membuat yang hebat,tetapi pemerintah tau ada yang lebih hebat didalam negeri.contohnya kasus olahraga bulutangkis,dibiarkan pemain yang bermain diluar ternyata mereka belum mampu menyaingi pemain dalam negeri.Apapun alasanya pemerintah harus memanggil putra-putra terbaik bangsa untuk membangun bersama negeri ini seperti harapan masyarakat Indonesia.

  39. Maaf nih bung ikut nimbrung, tidak perlu men-just seseorang, karena pemerintahan itu bukan hanya pak Beye, meski beliau panglima tertinggi. Saya meski tidak suka beliau, tapi saya sangat berterima kasih sudah memberikan yg terbaik buat bangsa ini. Memang kasus anggaran riset, bbm bersubsidi beliau tidak tegas setidaknya ada sedikit perubahan.

    Beliau adalah pilihan rakyat kita selama 10 tahun ini, jadi kita harus mengapresiasi apa yg telah beliau lakukan. Mari kita buka lembaran baru dipemerintah sekarang dan berharap yg duduk sekarang bisa menjalankan amanah dengan bener.

  40. nyimak

  41. tempalah dirimu di negeri seberang sampai menjadi intan , barulah negerimu silau akan sinarmu sehingga ingin memilikimu….melungenes.com

  42. Tarik nafaaa..ss!!! WHOOOSSHAAA…..aa
    Berhubung saya nggak tahu birokrasi, dan kurang wawasan dalam negri saya cuma bisa koment
    Lebih ngenes ostrali..kalau perang dg Indonesia pakai herkules hibahnya….

  43. Kapan yah seluruh ilmuwan Indonesia karya nya bisa untuk negerinya sendiri … sungguh ironis

  44. Affirmative 😈

  45. Wani piro aku oleh opo

  46. winoko # betul mas, politikus yg hanya mementingkan sarangnya sendiri..

 Leave a Reply