Aug 212013
 
(grafik:ipll.manoa.hawaii.edu)

(grafik:ipll.manoa.hawaii.edu)

Pemerintah DKI Jakarta berencana membangun ruang bawah tanah seluas 160 hektar dengan titik central di Monas yang akan terkoneksi ke Gambir serta sejumlah tempat lain. Ruang bawah tanah ini akan dijadikan: Pertokoan/ Mall serta tempat parkir. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, proyek bangunan bawah tanah itu akan dimulai tahun 2014.

Di saat yang sama, Kementerian Pertahanan berencana menata ulang sistem pertahanan ibu kota negara, termasuk menyiapkan sejumlah skenario jika ibukota dalam bahaya/ mendapatkan serangan dari pihak asing. Untuk Wakil menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur DKI Jakarta untuk membahas penyelarasan pembangunan di DKI Jakarta dan strategi pertahanan nasional.

Tahun depan kita mau buat basement di Monas hampir 160 hektar. Fungsi pertahanan, strategi pertahanan ada di situ, tidak hanya parkir, jualan souvenir tapi ada strategi pertahanan,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013).

Strategi pertahanan dari Kementerian Pertahanan akan diakomodasi dalam Detail Engineering Design (DED) pembangunan ruang bawah tanah di kawasan Jakarta Pusat.

Wakil menteri Pertahanan juga meminta kepada Jokowi untuk memfasilitasi dan mengakomodasi penempatan alutsista di titik strategis dalam suatu tata ruang pertahanan di Jakarta.

Bulan September, Oktober Kemhan akan menerima ratusan tank berat yang masuk Jakarta dan disebarkan di satuan operasional. Kita juga akan menerima roket jarak jauh untuk mengamankan ibukota, serta sejumlah pesawat tempur, puluhan tank amfibi. Alutsistaini supaya Jakarta tidak hanya nyaman, tetapi juga aman,” tutur Sjafrie.

Pemerintah DKI Jakarta juga akan membenahi akses jalan ke wilayah Kemayoran agar bisa dijadikan tempat pendaratan pesawat dalam keadaan darurat. Flyover yang ada di sekitar Kemayoran akan diganti dengan underpass/ bawah tanah. Demikian juga dengan jalan tol Jagorawi akan kembali difungsikan bisa didarati pesawat tempur. Terkait rencana itu, Pemerintah DKI Jakarta, akan mengganti flyover dan jembatan penyeberangan menjadi underpass, sepanjang jalan dari Jakarta menuju Tol Jagorawi.

Kedepannya, pihak pemerintahan atau swasta yang ingin membangun gedung di lokasi yang berhubungan dengan pertahanan keamanan, akan diatur oleh Pemprov DKI. “Saat mereka minta IMB. Tidak saya beri IMB kalau tidak begini. Banyak sekali. Dan ini saya kira memang untuk kepentingan negara,” ujar Jokowi.

Tugu Monas Stasiun Gambir - Google Maps

Tugu Monas Stasiun Gambir – Google Maps

Jokowi berharap sistem pertahanan Jakarta seperti di Film Olympus Has Fallen. “Itu lho kayak di Olympus Has Fallen. Ada terowongan yang kita tau kalau ada apa-apa harus ke mana,” ujar Jokowi.

Film Olympus Has Fallen mengkisahkan tentang Gedung Putih, di Washington DC yang diserang oleh sekelompok teroris yang awalnya menyamar sebagai tamu kenegaraan. Mendapat serangan itu, sistem keamanan Gedung Putih bereaksi dengan peralatan tempur yang canggih.

Gubernur Jakarta menjelaskan Jakarta sebagai ibukota negara harus memiliki skenario yang detail terkait pertahanan. Dia juga mengaku kaget dengan belum adanya sistem pertahanan yang mumpuni di Jakarta. “Saya juga kaget. Kalau ada apa-apa lari ke mana, sembunyikan alat-alat perang di mana. Pertanyaan bagusnya memang kenapa baru sekarang,” ujar Jokowi sambil mengangkat bahu.

Jokowi sempat membandingkan Jakarta dengan Keraton Solo. “Keraton Solo ada kok terowongan, muat perahu, jadi kalau raja diserbu, lari ke mana juga sudah tahu. Bayangin, itu 300 tahun lalu,” lanjutnya.

Ketika di kejar tentang detil pangkalan militer di bawah Monas itu, Jokowi enggan menjawabnya. “Strateginya seperti apa, ya tidak dikasih tahu dong, bisa bubar nanti. Namanya administrasi pertahanan negara, jadi harus aman,” kata Jokowi sambil tertawa. (JKGR).

Bagikan Artikel :

  38 Responses to “Jakarta Bangun Pertahanan Militer Modern”

  1. saya punya usul draft pertahan negara dalam keadaan darurat pak menhan. Begini, bila sewaktu-waktu terjadi invasi, maka perlu dibuatkan:

    1. Buku pertahanan sipil yang meliputi:
    – Cara bertahan hidup (survival) selama perang
    – Cara menggunakan senjata, membuat peledak, menggunakan kendaraan perang.
    – Titik-titik evakuasi dan markas militer
    – Cara menguasai atau meng-hack drone lawan
    – Cara membuat kebun di pekarangan rumah
    – Mengorganisir rakyat menjadi tentara sipil (militia)
    – Taktik perang gerilya, elektronik, dan serangan umum
    2. Membeli atau membuat MBT yang murah namun berkualitas dalam jumlah yang banyak (> 600) sekelas Type-85, T-80, T-72, Leopard 1, atau M-60 untuk digunakan oleh tentara sipil dan disimpan sebagai cadangan (belajar seperti Singapura yang menyimpan 300 tank M-60-nya) dan disebar di kota-kota penting (Medan, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura)
    3. Melindungi kota-kota penting yang telah disebutkan dengan Pertahanan udara SAM menengah (SAM sekelas HQ-9, S1 Pantsir, Atau SA-11 Gadfly) dan SAM jarak jauh (S-300, S-400, atau Patriot).
    4. Memperkuat armada kapal perang dan kapal selam dan membuat markas atau pangkalan rahasia.
    5. Memberlakukan sistem “Woman work, Man Fight” dimana wanita di atas umur 16 tahun akan menjadi penggerak ekonomi negara dan pria di atas umur 16 tahun akan menjadi tentara wajib militer selama perang.
    6. Membuat bunker-bunker raksasa sebagai pangkalan pesawat tempur.

  2. Ada joke; apa beda insinyur mesin dan sipil ? Insinyur mesin merancang pesawat tempur, rudal dll. insinyur sipil merancang target bagi pesawat tempur dan rudal tsb.

    Hare gene mikir bunker untuk pertahanan rasanya udah ketinggalan beberapa abad. Itu kan trick jaman ksatria baju besi, dari suatu kastil ada terowongan rahasia untuk kabur (di film Angels and Demons ada
    terowongan antara Vatikan dan suatu kastil). Harga per m2 struktur bawah tanah sangat tinggi (makanya nilai proyek MRT sangat besar), sementara manfaat dari segi pertahanan tidak begitu banyak mengingat teknologi bom bunker buster semakin maju, beton tebal 60m (harganya luarbiasa tinggi) sudah bisa ditembus.

    Lebih baik Op Center TNI ditaruh dalam bunker alam seperti gunung cadas (dengan tinggi sekitar 1,000 m), masih jauh dari kemampuan penetrasi bom terbesar yang cuma 60m. Dana selebihnya digunakan untuk beli rudal SAM mid dan long range.

    http://trendsupdates.com/wp-content/uploads/2009/10/Massive-Ordnance-Penetrator.jpg

    Tapi betul perlu dipikirkan hardened shelter untuk pespur TNI yang biasanya parkir berderet dibawah satu atap, sangat rawan untuk dilumpuhkan sekaligus dengan serangan dadakan rudal jelajah.

    http://www.wings900.com/cms/images/stories/jreviews/32015_IMG_8492_1188002418.jpg

    • Prioritas diberikan bagi sqn. Sukhoi yang parkirnya berderet mirip truk pemadam kebakaran.

      Minimal sekali jika masih ingin menggunakan shelter yang ada, dibangun sekat2 dinding beton antar pesawat.

      • PT. PEL BAHTERA ADIGUNA
        kantor : Jl. JL. Tebet Raya No. 81, Tebet, Jakarta Selata
        Email : bahtera.adiguna@asia.com
        Email : bahtera.adiguna01@gmail.com
        Hp :0852 1857 5859
        Agen tunggal BAHTERA ADIGUNA untuk wilayah Indonesia timur, pemasok BBM jenis solar ( High Speed Diesel) dan marine fuel oil ke konsumen industri, Bunker transportasi laut. Tujuan didirikannya agar lebih mendekatkan dan memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produk BBM industri dengan kualitas yang dijamin oleh Pertamina. Hal Ini Akan Memberikan benefit :
        1. Kemudahan mendapatkan BBM Industri dengan standart Mutu Internasional langsung di lokasi industri pelanggan
        2. Jaminan keaslian produk serta jaminan kualitas dan kuantitas produk dari Pertamina
        3. Kontinuitas Supply BBM untuk perusahaan pelanggan terjamin
        4. Harga mengikuti harga PERTAMINA

  3. Wah keren spt negara2 berkekuatan nuklir…atau RI sebenarnya sudah akan punya senjata nuklir?

  4. bunker yg model kyk apa ya??? bunker itu rahasia atau tidak?? berapa kekuatannya….. krn rudal2 atau bom2 modern skrg bisa menjebol pertahanan bunker2 yg skrg ada di dunia. Bukti perang di timur tengah sana. klo buat terowongan yg pembuatannya dirahasiakan juga nggak bisa karena pelaksanaannya harus di tender di LPSE nasional sistem terbuka, kecuali alutsista yg bisa penunjukan langsung
    Pada prinsipnya PBB melarang penjajahan dgn pendudukan wilayah suatu negara , paling banter adlah penjahan model baru penguasaan udara (larangan terbang) , penguasaan lautan (embargo laut udara) , intinya embargo ekonomi dan militer.
    Mending konsepnya : lebih baik pertahanan berlapis
    1. Mulai gelar kekuatan TNI AL : dgn kekuatan pemukul striking force dgn berlapis mengelilingi seluruh NKRI, kalau wilayan ibukota berarti arah ancaman dari utara (dari arah singapura) dan LCS, sedangkan kalau dari arah selatan ada Pangkalan AS yang akan dibangun kabarnya akan ditempatkan di Pulau Cocos, yang hanya berjarak sekitar 3.000km sebelah barat daya Jakarta. Tawaran 10 ks kilo rusia sangat efektif untuk ini, tambahan 2 fregat sigma PKR, 3 light fregat ragam clas masih kurang (diluar KCR2 buatan dlm negeri
    2. Gelar kekuatan penuh skuadron pemukul TNI AU dengan penambahan minimal 2 skuadron fighter kelas berat macam SU-35 BM penempatan di pangkalan tni au iswahyudi , jawa timur dan menambah skuadron di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru Provinsi Riau, sedangkan untuk medium figter seperti F-16 c/d upgrade (24 bh) dan F-16 a/b upgrde (10 bh) untuk peronda.
    3. TNI AD: sudah koordinasi dgn jokowi untuk penempatan manuver tempur tank tempur utama leopard, marder, MLRS Atross, Caesar dgn payung udara apache dan rudal starktreak/mistral comodo.
    4. Komando Pertahanan udara Nasional : Payung Udara : harusnya punya fighter sendiri (minimal 2 skuadron), Rudal pertahanan udara jarak menengah/sedang/jauh, rudal pertahanan titik, radar pertahan udara, satelit pertahanan, dan UAV/pesawat intai, pesawat anti jamming elotronik/pengacak
    5. Pembentukan team /pasukan cyber untuk melawan penyerang hawker musuh di dunia maya (team telik sandi negara+team BIN+team BAIS+ team khusus densus polri+ BPPT+LIPI+ perguruan tinggi).
    6. Pertahanan Rakyat Semesta (ini terakhir paling ampuh apabila tjd kolonialisme pendudukan wilayah).
    7. Kekuatan diplomasi internasional (dukungan negara2 di dunia thd indonesia).

    • bunker itu ada yg sifatnya rahasia dan tidak bung

      yg tidak contohnya:
      1. bunker penduduk israel yg digunakan untuk penyelamatan diri ketika sirine tanda bahaya dinyalakan yg dilancarkan oleh pejuang-pejuang HAMAS dll.
      2. bunker yang ada di prusia/swiss (cmiiw), setiap bangunan diwajibkan untuk memiliki bunker yg di isi perbekalan untuk sekian hari.
      3. bunker yang sengaja dibangun untuk menghadapi serangan 21-12-2012 he he he

      yang rahasia emmm… pastinya serba dihiasi oleh teori konspirasi:
      1. area 51
      2. silo-silo nuklir/ICBM
      3. pangkalan KS rahasia
      4. bunker pespur

      yang jelas, bunker itu memang sifatnya perlu dan fardhu ain untuk sebuah negara besar. terlebih mengingat situasi kawasan yang semakin memanas. dan mungkin itulah yang ada di pikiran wamenhan

      • Sip bung penjelasannya!

        Di artikel ini yg disorot adalah soal sinkronisasi penataan kota & strategi pertahanan-keamanan. Jadi lebih ke upaya pelibatan pihak sipil dalam pertahanan negara, khususnya dlm lingkup kota.

        Jadi ketika kemenhan beli alutsista2 canggih, berbarengan dengan itu pemprov+BUMN+swasta bangun fasilitas2 kota yg bisa akomodasi alutsista2 itu. Dan itu diluar anggaran pertahanan! (tentu u/ yg sifatnya bukan rahasia).

        Lagian juga tanpa tuntutan pertahanan, itu basement2 tetep akan dibangun. Ya buat parkir, buat jualan, buat transportasi, jd ya sekalian aja dimungkinkan buat dijadikan bunker. Ini seperti stasiun subway di Moskow (kalo gk salah di Pyong Yang jg ada) yg letaknya amat dalam, luas, & kokoh.

        Jalan raya/tol yg lurus mulus kan lumayan juga buat landasan cadangan. Ntar bisa bikin latgab TNI makin inovatif (jet2 tempur lepas landas & mendarat di jalan raya).

        Wacana sinkronisasi tata kota/wilayah+bangunan dengan strategi pertahanan memang musti makin digalakkan. Ini biar para perencana & perancang gak ngasal dlm mendesain (selalu prtimbangannya cuma ekonomi & estetik) yg bisa2 bikin blunder bagi kepentingan pertahanan kita (coba kalo bangunan2nya kaca melulu, kalo kena bom serpihannya nyebar ke mana2 & bikin sulit sniper kita untuk ngumpet).

        Di komik Detektif Conan pernah diceritakan bahwa stasiun TV dirancang berliku-liku kayak labirin biar sulit direbut musuh. Kota bikinan Belanda di nusantara juga jalannya dibikin berliku, misal di Kota Lama Semarang. Belanda dlm merancang emang perhatian banget dgn konsep pertahanan. Nah, kalo begini kan lumayan buat perang kota, sniper2 & peroket2 bisa ngumpet di mana2…

        Perang kota kan bagian dari strategi pertahanan berlapis juga.

        Tapi ya jgn sampe bom2 itu menghujani bunker2 kota & musuh merayap-rayap di labirin kita. Makanya jet tempur, kapal selem, rudal2 pertahanan udara jarah jauh, & alustsista2 lainnya musti kita tingkatkan. Dan siapapun setuju dengan kawan2 di sini: kita musti punya banyak & canggih.

        Tinggal gimana ngaturnya biar bisa gitu.

        • Kalo ada yg bisa kasih ulasan2 tambahan ttg kaitan tata kota & pertahanan-keamanan bagus juga nih. Contoh ato refrensinya jg boleh. Misal di Singapura, kalo gak salah, tiap 3 kamar apartemen musti ada 1 yg dinding2nya diperkuat.

          Ntar ane bantu share ke kawan2 arsitek 😀

        • Protocol Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949, and relating to the Protection of Victims of International Armed Conflicts (Protocol I), 8 June 1977.

          Article 57 – Precautions in attack
          1. In the conduct of military operations, constant care shall be taken to spare the civilian population, civilians and civilian objects.

          (a) those who plan or decide upon an attack shall:

          (i) do everything feasible to verify that the objectives to be attacked are neither civilians nor civilian objects and are not subject to special protection but are military objectives within the meaning of paragraph 2
          of Article 52 [ Link ] and that it is not prohibited by the provisions of this Protocol to attack them;

          (ii) take all feasible precautions in the choice of means and methods of attack with a view to avoiding, and in any event to minimizing, incidental loss of civilian life, injury to civilians and damage to civilian objects;

          Konvensi Jenewa membedakan obyek sipil dan obyek militer, obyek sipil terlarang untuk diserang pada saat perang.
          Jika kita yang sengaja menumpang tindihkan kedua obyek itu, resikonya tanggung sendiri, artinya collateral damage berupa korban rakyat sipil akan besar. Contoh Israel menghancurkan bangunan hunian / flat di Gaza dengan alasan pejuang Hamas menembakkan roket dari daerah hunian.

          Mis. “ketika kemenhan beli alutsista2 canggih, berbarengan dengan itu pemprov+BUMN+swasta bangun fasilitas2 kota yg bisa akomodasi alutsista2 itu”.

          Konvensi juga membedakan antara ‘civilian’ (dilindungi) dan ‘combatant’ sehingga “upaya pelibatan pihak sipil dalam pertahanan negara, khususnya dlm lingkup kota” membuat grey area yang rawan bagi terjadinya salah sasaran dari pihak lawan…

          • Dalam konteks ini bunker di Swiss adalah ‘bonus’ bagi rakyat dari pemerintah, karena pada dasarnya rakyat sipil sudah dilindungi oleh Konvensi.

            Di AS fasilitas militer terpisah dari pusat2 populasi, buat AD biasanya diberi nama Fort (mis. Campbell), Marinir menggunakan Camp (mis. Lejeune).

            Fasilitas/pangkalan TNI juga cukup banyak yang berlokasi di daerah pinggiran kota.

          • Klo tjd perang mlh paling aman Tinggal di hotel berbintang 4 keatas , apalagi punya amerika atau eropa . Hotel2 itu di komputer musuh tdk dimasukkan target (apalagi byk media massa disitu) . Atau nginep di stasiun televisi he he he he . Tp santai byk dukun2 supranatural , jd rudal2 musuh bisa dibuat mancet semua hi hihi klo ada yg nggak mancet ya apes gitu aja hi hi hi

          • Lho, bukannya kita menganut sistem Hankamrata, sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta? Kalo gak salah, arti sederhananya ya pengerahan/pelibatan rakyat dalam upaya pertahanan, kayak perang gerilya (tp peran utama tetep di TNI). Dan ini bener2 perang total (mungkin ada yg bisa nambahi infonya?).

            Singapura mengatur apartemen2nya musti punya ‘Panic Room’ (kayak ruang lemari besi). Tiap lantai musti ada. Stasiun subway di Moskow didesain jg sebagai bunker (bunker yg juga buat perlindungan sipil).

            Dalam perancangan arsitektur bangunan biasanya ada standar2 keamanan bangunan. Misal sarana2 untuk bahaya kebakaran, jalur evakuasi, jalur mobil pemadam, sprinkler, dsb. Tp yg belum bnyk dipikirkan ya terkait dgn tempat2 perlindungan-pertahanan (gak musti buat militer lho), gimana jalur tank, gimana nyimpan logistik2 buat keadaan darurat, bahkan gimana perkuatan atap biar bisa diletakkin anti pertahanan udara ato didarati helikopter (di Patlabor The Movie 2 ada scene di mana chinook2 JSDF mendarat serentak di atap2 gedung lalu memuntahkan pasukan. Subway2nya juga digambarkn bisa buat mobilisasi tank).

            Mensinkronkan brarti bukan mencampuradukkan. Mensinkronkan lebih pd upaya membuat spek teknis yg bisa akomodasi kebutuhan pertahanan. Ya misal standar perkerasan jalan dinaikkan biar bisa dilalui tank & didarati pesawat. Jembatan2 & segala penghalang dihilangkan.

            Tapi memang dlm perang seringkali fasilitas sipil akan dialihfungsikan buat kepentingan militer. Kalo pos2 & lapis2 pertahanan TNI babak belur semua mau gak mau larinya ya ke rimbaraya hutan & rimbaraya kota. Nah, yg di kota kan musti siap. Rakyat kita juga gk akan tinggal diam. Mereka pasti angkat senjata (militansi rakyat Indonesia cukup tinggi sebagaimana komentar2 di formil).

            Untuk yg bener2 kepentingan militer ya gk akan dibicarakan luas di publik. Artikel di atas kan lebih menyoroti sinkronisasi & sumbangsih Jakarta buat pertahanan tanpa harus mengambil alih peran Kemenhan-TNI. Dan harapannya ini memicu kesadaran masyarakat bahwa upaya pertahanan memerlukan dukungan dari tata kota juga. Gak cuma beli alutsista & bangun benteng2 di dalam gunung. Tapi membangun kota yg bisa melindungi warganya & mempersulit kemenangan musuh.

          • Good point, Sishankamrata vs. Protocol I to the Geneva Conventions -8 June 1977.
            Protokol I relatif baru dan saya belum pernah baca penyelarasan doktrin Sishankamrata dengan protokol ini. Tapi rasanya juga tidak sulit menerapkan Sishankamrata dalam rambu2 protokol tsb.

            Mungkin SOP-nya ketika seorang warga sipil (yang pernah ikut latihan militer) bergabung dalam upaya bela negara, dia harus mengenakan seragam untuk menandakan status barunya sebagai combatant.
            Milisi/sukarelawan yang mengangkat senjata melawan musuh dengan berpakaian sipil akan menciptakan preseden untuk salah tembak bagi lawan. Ketika sejumlah orang sipil yang bukan pejuang tewas tertembak rudal Hellfire dari UAV, lawan akan berkilah; kami kira milisi, soalnya milisi mereka juga berpakaian sipil.

            Dalam konteks protokol ini, bunker perlindungan sipil dipandang sebagai tindakan ekstra mengantisipasi bom nyasar, bukan karena kompleks pemukiman dapat dengan SENGAJA / SAH untuk dijadikan sasaran serangan (beda dari serangan membabi buta roket V2 Nazi ke London pada PD II, sebelum berlakunya Konvensi Jenewa). Panic room di apt. saya rasa berfungsi sama seperti di film Jodie Foster, bukan untuk menahan ledakan bom nyasar, yang dapat meruntuhkan seluruh bangunan apt.

            Intinya protokol ini memberikan perlindungan bagi warga sipil, khususnya anak2, wanita, lansia, jompo, orang sakit dan cacat dari bahaya perang. Menghadapi invasi lawan, pasukan bertahan seharusnya membuka front di daerah pinggiran, persawahan, perbukitan. Jauhkan pertempuran dari pusat populasi, jangan justru ‘membawa’ pertempuran ke arah anak2, wanita, lansia, jompo, orang sakit dan cacat dengan
            mundur ke kota. Umumnya RS, universitas dll. dengan perlengkapan paling canggih ada di kota, sebisa mungkin jauhkan perang dari sarana2 ini. Sebisa mungkin jauhkan juga pertempuran dari kantong2 penduduk di pedesaan / countryside. Bagi lawanpun sebuah kota yang murni merupakan kumpulan obyek2 (sarana/prasarana) sipil tanpa obyek militer, tidak memiliki nilai strategis untuk dikuasai.

            Menurut saya ini tergolong mencampuradukkan bukan mensinkronkan;
            ‘Fungsi pertahanan, strategi pertahanan ada di situ, tidak hanya parkir, jualan souvenir’, ‘tanpa tuntutan pertahanan, itu basement2 tetep akan dibangun. Ya buat parkir, buat jualan, buat transportasi, jd ya sekalian aja dimungkinkan buat dijadikan bunker’.

            Fungsi pertahanan = obyek militer, dimana military objectives within the meaning of paragraph 2 of Article 52 is not prohibited by the provisions of this Protocol to be attacked.

            Sebuah serangan rudal jelajah / bom bunker buster walaupun tepat mengenai fungsi pertahanan2 tsb tetap saja akan ikut menghancurkan fungsi2 lain di sekelilingnya, termasuk warga sipil non combatant pengguna fasilitas2 lain tsb (parkir, jualan souvenir, transportasi).

          • Kita tunggu saja penerapannya gimana. Kemenhan & Jokowi dkk pasti tau mana yg trbaik berdasar situasi & kondisi.

            Btw, jd inget kasus pemboman deket kedubes Australia. Bangunan sekitarnya bnyk yg rusak berat. Tapi bangunan kedubes gak luka apa2. hmm… jd pengen nyontek desain pagarnya.. 😀

          • Maaf bung danu, apakah konvensi genewa akan berlaku dan ditaati dalam perang dunia ke 3? Bukan paranoid, tetapi apakah tidak sebaiknya sistem pertahanan kota di integrasikan dengan keberadaan base2 kekuatan dari rural areas dan hutan2 dengan akses infrastruktur rahasia guna memudah kan deployment bala bantuan dan memaksimalkan strategi gerilya kota?? Belum lagi aliran pengungsian, mau disuruh kemana jutaan sipil dari setiap kota yang diserang tanpa manual yang jelas dan infrastruktur yang mendukung, lha wong mudik saja banyak jatuh korban kok, apalagi dimasa panik dimana pesawat tempur China meraung2 diatas kepala (skenario terburuknya). Menurut saya, pada saat pesawat tempur asing yang hostile sudah melayang2 diatas sebuah kota, kota tersbut sudah bukan tempat nya sipil lagi. Konvensi Genewa terbukti tidak mampu melindungi rakyat sipil di Iraq dan tempat2 lain nya.Salam kenal dan salam NKRI

          • Bung AD, kalau PD III melibatkan juga penggunaan senjata nuklir yang sifatnya ‘indiscriminate’, KG praktis sudah tidak berlaku lagi, populasi rakyat sipil yang berjarak ratusan km dari medan tempur dapat terdampak efek2 tidak langsung ledakan nuklir.

            ‘Akses infrastruktur rahasia’ (yang belum tentu digunakan 1x dalam 10 tahun) mungkin bagus tapi biayanya sangat besar, faktanya infrastruktur yang akan digunakan setiap hari bagi kegiatan ekonomi saja, kita masih lemah dan menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

            Yang saya pahami dari KG, justru pengungsian tidak perlu terjadi karena pusat2 populasi sipil/non kombatan dilarang untuk diserang (yang repot kalau campur aduk antara fas. sipil dan militer). Kita mengenal pengungsian dalam perang kemerdekaan, sebelum berlakunya KG.

            KG masih diperhitungkan oleh militer negara maju seperti AS/Eropa, mulai dari tingkat SOP, misal;
            Field Manual (FM) 27-10, The Law of Land Warfare, specifies, “Those who plan or decide upon an attack, therefore, must take all reasonable steps to ensure that the objectives are identified as military objectives or defended places within the meaning of the preceding paragraph but also that these objectives may be attacked without probable losses in lives and damage to property disproportionate to the military advantage gained.”

            Hingga ke detail, seperti rancangan peluru mutakhir;
            In mid-2010 the US Army started to field the M855A1 EPR (Enhanced Performance Round, previously known as the LFS – Lead Free Slug), while the USMC selected in early 2010 the MK318 Mod 0 SOST (Special Operations Science & Technology). Both rounds are claimed to offer better performance from short-barrelled carbines, improved barrier penetration and more reliable terminal effectiveness.
            The M855A1 also penetrates more armour and contains no lead. The preferred US Army EPR design features an exposed steel penetrator, and it seems likely that the same design would be adopted in any other standard rifle/MG calibre. However, to satisfy European requirements, the standard (ball) bullet must be compliant with their interpretation of the Hague and Geneva Conventions. Which is to say that in a jacketed bullet, the jacket must fully enclose the nose and sides of the bullet. Furthermore, the bullet must not only not expand on impact, it should be designed so that it does not readily fragment either.
            Salam.

      • Sip. Memang mustinya begitu.

        Poin 2 berarti juga memasukkan tata kota – tata wilayah yg baik/pas.

        Poin 4 biar di-‘blusuki’ Jokowi. Di tambah subway2 di Moskow & bunker2 sipil di Swiss 😀

      • bung Gue

        saya tidak melihat adanya kesulitan dalam pembangunan bunker tidak rahasia ataupun rahasia di Jakarta (dalam hal perizinan). padatnya penduduk justru bisa menjadi justifikasi buat pemerintah kota untuk membuat hal tersebut. yang jadi masalah utamanya adalah cuma 1 hal, yaitu BANJIR.

        bila rumahnya sudah tenggelam/dimasuki air, bisa dipastikan bunker tersebut juga pasti terisi air dan pastinya sulit untuk mengurasnya.
        IMHO

      • bunker hukumnya bukan fardhu ain lagi lah bang..
        Tapi wajibb ain hehehe..

        Tapi kenapa bunker di negeri kita malah di publikasikan.. Lihat korut,iran,swedia,bungker merka tersembunyi…

        Aman dari antek asing. Bhkan ada yg di dalam gunung trus di bawah bumi pojokannya langitt hehehe just kidding bang..

        Konsep bunker kog baru sekarang,, itupun yang usul bukan kang es-beye,, tapi jokowi nd menhan..
        Trus kapan majune.. Negeriku ikii..
        Cidromreng panguoso…

  5. Sebagai analisa sederhana:
    Biasanya pesawat musuh membawa bom penghancur bunker seperti :bom BLU-109 tipe bunker buster dgn sistem ekor rudal Joint Direct Attack Munition (JDAM) yg dijual AS untuk israel , dan
    Dan Amerika Serikat sekarang mengumumkan keberhasilan Angkatan Udara AS memproduksi 15 ton bom penghancur bunker. Penghancur bunker bernama Massive Ordnance Penetrato ini, mampu menghancurkan bunker beton atau terowongan bawah tanah dengan ketebalan 200 kaki.
    Nah kalau memakai bunker alami/pertahanan alami kayak pegunungan batu / tandus kayak afganistan di jawa jelas tidak ada (yg dibom oleh amerika+nato beribu2 ton bom, menter ae…. he he he he)

    • Banyak gunung api di Jawa, baik aktif maupun sudah tidak aktif, penghasil batuan terkeras dan terkuat di bumi.

      Batu beku adlh salah satu dr 3 golongan utama batuan, 2 golongan batuan yg lainnya adlh batuan endapan & batuan metamorfik. Batuan beku terbentuk dua cara, cairan yang disebut magma lambat laun dapat mengeras di dlm bumi lalu mnjadi batuan beku seperti granit. Magma dpt jg muncul ke permukaan bumi, disebut lava atau lahar, yg cepat mengeras mnjdi batuan beku sprt basal. Hal ini trjadi bila gunung berapi meletus. Batuan beku tergolong batu tertua, terkuat, & terkeras di bumi ini (sumber: lawu-hadiningrat.blogspot.com).

      • Hehe, deposit batu mulia ya dikomersialkan saja, sama seperti bikin basement parkir di bawah monas, ada penghasilan berkelanjutan (recurring-income) dari parkir jam2an, sehingga biaya konstruksi bisa kembali setelah sekian tahun…

  6. Selamat dtng, S300..

    • kok saya merasa yang akan datang bukan s-300 ya…tetapi patriot pac-2. karena tepat didepan monas adalah kedubes as. selain mengamankan istana negara sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka. “Selamat bergabung di BMD (balistic missile Defence)”

  7. kita simulasikan 5 th kedepan konflik musuh menyerang NKRI, asumsi apabila amerika menyerang dng kapal perusak dan kapal selam rudal tomahawk:
    Jarak Operasional:
    • Block II TLAM-A–1,350 nmi (2,500 km),
    • Block III TLAM-C & Block IV TLAM-E-900 nmi (1,700 km)
    • Block III TLAM-D-700 nmi (1,300 km)
    dan pangkalan mereka buat di pulau cocos yg berjarak 3000 km barat daya jantung ibukota NKRI (jakarta), dgn asumsi mereka melepas rudalnya dari 1500-2000 km dari jarak jakarta, karena kapal induk, kapal2 perang amerika tidak terlalu mendekat mungkin takut dgn 10 KS kilo indonesia (anggap aja udah punya hi hi hi).
    Apa yg kita lakukan terhadap hujan rudal tomahawk di ibukota?

    1. Salah satu jawabannya pasti kita harus mempunyai kita hrs mempunyai perisai pertahanan udara yg tangguh. Untuk pertahanan udara baik heavy fighter, rudal pertahan udara menengah/jauh, rudal/meriam pertahanan titik, radar pertahanan, percayakan pada produk rusia aja. Karena kemungkinan kecil rusia menyerang indonesia he he he , klo amerika dgn sekutunya kemungkinan 50-50 he he he
    2. Swasembada satelit pertahanan (LAPAN) – kemhan harus cepat direalisasikan .
    3. Swasembada roket /roket kendali permukaan-permukaan jarak jauh dlm waktu paling lama 5 th dgn jarak lebih dari 500 km keatas (siapa tau bisa 1000 km lebih he he he) ….. untuk menghantam australia harus bisa dgn penenpatan di NTT.
    Pasti musuh sebelum menggasak ibukota, pastilah mereka mengganggu wilayah2 lainnya di nkri ini agar kosentrasi TNI terpecah.

    • Apa yg kita lakukan terhadap hujan rudal tomahawk di ibukota?”

      S-300 adalah jawaban terbaik,

      The S-300 PMU2 FAVORIT air defence missile system is designed for defense of vital facilities of the state and its armed forces against mass strikes by modem and future aircraft, strategic cruise missiles, tactical and theatre ballistic missiles, and other air attack weapons over a full range of altitudes and speeds in heavy ECM environments. The S-300PMU2 Favorit can engage targets flying from 10 m to 27 km above the surface at a speed of up to 10,000 km/h. It is claimed that it has a kill ratio ranging from 0.8 to 0.93 against aircraft and from 0.8 to 0.98 against Tomahawk-class cruise missiles. The S-300PMU2 can engage up to 6 targets simultaneously while providing guidance for up to 12 missiles – two missiles per target ensuring target kill.

      Kalau sekarang kita diserang dengan Tomahawk, maka tidak ada yang bisa kita lakukan, semua alutsista pertahanan udara termasuk pesawat tempur Sukhoi kita saat ini tidak akan berdaya menghadapi serangan rudal ini yang diluncurkan dari jarak ribuan km.

      Seperti serangan Tomahawk ke Sudan pada 1998 yang diluncurkan dari Laut Merah, President Sudan Omar al-Bashir hanya bisa memerintahkan rakyatnya untuk menjalankan aksi protest anti Amerika keesokan harinya..

      • Bung the great berarti setuju alternative points 1, perisai pertahanan berlapis mulai rudal pertahanan jarak jauh, jarak menengah, jarak dekat. Dan itu jatuh pada produk rusia.
        Kenapa amerika dan nato ragu menyerang suriah:
        1. Pertahanan udara suriah berlapis lebih baik dari libia.
        2. Iran ditakutkan membantu suriah. Hal itu bisa berdampak perang menjalar ke selurih kawasan timur tengah
        3. Kekuatan diplomasi suriah untuk mendapatkan dukungan penuh rusia dan china.

      • Jadi bung great kapan S300 hadir? .. klo perlu di beli licens nya skalian, nungguin china kebanyakan bacon , rewel, minta ini itu.. kaya anak kecil.
        dapat ilmu akan lebih mantap klo dari suhu nya langsung smoga indonesia di percaya ama om Rusky.

  8. Bung errik , Dahulu memang Konsep Bung Karno (tata ruang kota dan tata ruang wilayah geopolitik NKRI) membagi dua kekuatan itu besar pertahanan nasional dalam dua garis besar : Pertahanan Laut di Indonesia Timur dengan Biak menjadi pusat armada-nya (ini sesuai dengan garis geopolitik Douglas MacArthur) dan Pertahanan Udara di Kalimantan. Lalu Bung Karno mencari kota yang tepat untuk menjadi ‘Pusat Kalimantan’. Kemudian cetak biru besar tentang rancangan tata ruang negara dari Sabang Sampai merauke. Antara Pulau Sumatera-Jawa dan Bali akan dibangun terowongan bawah tanah, Dan rencana membuat channel seperti di selat Inggris, Channel bawah tanah yang menghubungkan Pulau Sumatera-Jawa dan Bali. Pusat pelabuhan dagang bukan diletakkan di Jawa, tapi disepanjang pesisir Sumatera Utara- Kalimantan-Sulawesi, Sukarno mempersiapkan rangkaian pelabuhan yang ia sebut sebagai “Zona Tapal Kuda”. Wilayah Jawa dan Bali dijadikan pusat lumbung pangan. Kota-kota baru dibangun, pilot project-nya adalah Palangkaraya dan Sampit, setelah itu Djakarta juga dibangun untuk display ruang atau model kota modern, Jakarta tetap dijadikan pusat kota jasa Internasional sementara Palangkaraya menjadi pusat pemerintahan dan pertahanam militer udara, Biak di Irian Barat jadi pertahanan militer laut dan Bandung jadi Pusat Pertahanan militer darat. Pembangunan tata ruang kota Palangkaraya diatur amat teliti, sampai sekarang tata ruang kota Palangkaraya paling rapi di Indonesia. Jawa juga disiapkan Sukarno sebagai pulau yang khusus lumbung pangan dan pariwisata, pulau peristirahatan,

  9. ada pernyataan menggelitik tentang revitalisasi waduk pluit, ada statmen dari beberapa pihak bahwa revitalisasi waduk pluit juga diperuntukkan untuk menciptakan area penempatan Alutsista,dalam hal ini untuk penempatan sista Arhanud, bayangkan dengan wilayah sepenting Jakarta tp tidak ada spot yang luas untuk penempatan Arhanud, ini sangat menggelikan,ini kenapa Jokowi mendapat dukungan sangat besar dari TNI sebelum dan sesudah dia jadi Gubernur (Jokowi sangat akrab dengan pihak Militer saat menjadi Walikota Solo,Stttt…….!)hehehe tukang kayu yang sangat visioner…

  10. jgn suka berharap besar pd seseorang..yg kata2nya…..dukung tni borong s-350 ARHANUD

  11. pertahanan gunung2 yg ada di nkri…..cocok kah di taruh di gunung atau bukit yg ada….arhanud tni…biar lebih mudah radar menjejaknya ……

  12. Ikut Coment ya…Kenapa kita tidak buat bungker untuk melindungi alutsista kita yang canggih dan mahal itu? Waktu agresi belanda 1 hampir seluruh pesawat peninggalan Jepang yg susah payah dikumpulkan di Manguwo Jogja dihancurkan pesawat Belanda. Australia pernah berencana membom kota2 di Indonesia waktu kita konfrontasi dgn Malaysia dan pasca referendum di Timor leste. Ingat pula flypass F18 Australia diatas pangkalan El Tari Kupang 1999. Pangkalan udara Hasanudin Makasar, Iswahyudi Madiun, dll sepertinya butuh bungker Apa jadinya kalo ada serangan mendadak dalam 1 kali serangan Sukhoi kita habis dibom?. Begitu juga dengan AD. Bisa contoh bungker punya Cina dan Korut. Sebagai pemilik pantai terpanjang di dunia, Indonesia bisa membuat Bungker AL seperti punya Swedia (Musco). Bungker juga dapat digunakan untuk melindungi logistik, bahkan industri strategis. Indonesia sebenarnya dikelilingi kekuatan2 besar yg kelak dapat menjadi ancaman. Rasanya bungker yang bagus yg kuat terhadap gempa, kuat terhadap bom2 penghancur bungker (tergantung yg mendisain dan yg membuat), efectif dan efisien digunakan (jangan sampai jadi mubazir dan diterlantarkan setelah dibuat), tidak terkumpul jadi 1 (kalo hancur 1 yang lain masih bisa dipakai). Kita bisa buat setelah melihat contoh2 Bungker dari negara2 lain. seperti halnya lapangan udara, bungker bisa digunakan hingga ratusan tahun.

  13. PT. PEL BAHTERA ADIGUNA
    kantor : Jl. JL. Tebet Raya No. 81, Tebet, Jakarta Selata
    Email : bahtera.adiguna@asia.com
    Email : bahtera.adiguna01@gmail.com
    Hp :0852 1857 5859
    Agen tunggal BAHTERA ADIGUNA untuk wilayah Indonesia timur, pemasok BBM jenis solar ( High Speed Diesel) dan marine fuel oil ke konsumen industri, Bunker transportasi laut. Tujuan didirikannya agar lebih mendekatkan dan memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produk BBM industri dengan kualitas yang dijamin oleh Pertamina. Hal Ini Akan Memberikan benefit :
    1. Kemudahan mendapatkan BBM Industri dengan standart Mutu Internasional langsung di lokasi industri pelanggan
    2. Jaminan keaslian produk serta jaminan kualitas dan kuantitas produk dari Pertamina
    3. Kontinuitas Supply BBM untuk perusahaan pelanggan terjamin
    4. Harga mengikuti harga PERTAMINA

  14. PT. PEL BAHTERA ADIGUNA
    kantor : Jl. JL. Tebet Raya No. 81, Tebet, Jakarta Selata
    Email : bahtera.adiguna@asia.com
    Email : bahtera.adiguna01@gmail.com
    Hp :0852 1857 5859
    Agen tunggal BAHTERA ADIGUNA untuk wilayah Indonesia timur, pemasok BBM jenis solar ( High Speed Diesel) dan marine fuel oil ke konsumen industri, Bunker transportasi laut. Tujuan didirikannya agar lebih mendekatkan dan memudahkan pelanggan untuk mendapatkan produk BBM industri dengan kualitas yang dijamin oleh Pertamina. Hal Ini Akan Memberikan benefit :
    1. Kemudahan mendapatkan BBM Industri dengan standart Mutu Internasional langsung di lokasi industri pelanggan
    2. Jaminan keaslian produk serta jaminan kualitas dan kuantitas produk dari Pertamina
    3. Kontinuitas Supply BBM untuk perusahaan pelanggan terjamin
    4. Harga mengikuti harga PERTAMINA

  15. Terus sekarang proyeknya gimana?

 Leave a Reply