Jan 202019
 


Fighter Su-35 (foto:Common Wikipedia)

Jakarta mungkin akan menyelesaikan pesanan pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi Indonesia, Kepala Staf Angkatan Udara Yuyu Sutisna yang saat itu baru dilantik mengatakan bahwa akuisisi Su-35 yang telah lama ditunggu-tunggu seperti “makanan di piring kita” dan dapat diwujudkan dalam beberapa bulan mendatang.

Pada bulan Agustus 2017, Jakarta mengkonfirmasi bahwa mereka akan membeli 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 seharga US$ 1,14 miliar, dengan kesepakatan yang akan melibatkan komoditas pertanian.

Jakarta sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk membeli 16 unit Su-35, tetapi tampaknya pembelian itu akan dikurangi.

Nantinya Su-35 akan menggantikan enam pesawat tempur Northrop F-5E, yang menurut catatan Flight Fleets Analyzer sudah berusia rata-rata 38,7 tahun.

Sutisna memberikan pernyataan setelah Jakarta menerima pesawat tempur F-16 Block 25 yang diperbaharui dari Amerika Serikat, yang terdiri dari 19 F-16C dan lima F-16 D kursi tandem. Indonesia hanya mendapatkan 23 unit F-16, karena satu F-16 hancur dalam kecelakaan.

Proses pembaharuan F-16 untuk Indonesia ini dilakukan di Kompleks Logistik Udara Ogden dan merupakan bekas F-16 milik USAF dan US Air National Guard.

Fleets Analyzer mencatat total Jakarta memiliki 84 aset pesawat tempur sayap tetap, yang terdiri dari 24 jet serang Hawk Mk. 209, 15 Embraer EMB-314 Super Tucans, 23 unit F-16, enam F-5E, lima Su-27SKs dan 11 Su-30MK.

Jakarta juga mengoperasikan 15 jet latih tingkat lanjut T-50I, dan 14 pesawat latih dasar KT-1. Selain itu, ada pesanan untuk dua KT-1 tambahan.

Dalam jangka panjang, Jakarta berharap untuk mendapatkan 80 pesawat tempur KFX Korea Aerospace Industries. KFX adalah pesawat tempur bermesin ganda yang dikembangkan oleh Korea Selatan. Seoul, yang ingin membeli 120 KFX, memiliki 80% saham dalam program ini dan Jakarta ikut berkontribusi 20%.

Flightglobal

Bagikan
 Posted by on Januari 20, 2019