Sep 022017
 

Pesawat F-16

Columbia – Jika Lockheed Martin memenangkan kontrak dengan India untuk membangun 100 jet tempur F-16, perusahaan tersebut akan memindahkan produksi jet dari Greenville.

“Yap, Lockheed Martin menawarkan F-16 ke India,” kata Don Erickson, Direktur Lockheed di Greenville, AS, kepada seorang penonton di Konferensi dan Ekspedisi Ruang Angkasa S.C di Columbia pada hari Rabu, 30/8/2017. “India memiliki kebutuhan untuk 100 pesawat lebih. Jika Lockheed Martin dipilih sebagai pemenang program tersebut, jalur produksi akan beralih ke India.”

Kesepakatan itu akan memberi India kemampuan untuk memproduksi, mengoperasikan dan mengekspor pesawat F-16 Block 70.

Erickson mengatakan pemindahan itu tidak akan terjadi dalam semalam. Greenville akan mempertahankan produksi hingga pertengahan 2020-an, katanya.

Perencanaan masih di tempatnya untuk produksi F-16 yang meninggalkan fasilitas Lockheed’s Fort Worth, di Texas, dan pindah ke tempat Greenville di Pusat Teknologi dan Penerbangan S.C., atau SCTAC, tahun ini.

Pabrik Fort Worth Texas akan beralih ke produksi F-35 Joint Strike Fighter.

Erickson mengatakan F-16 terakhir yang dibangun di Fort Worth Texas, akan diluncurkan pada bulan September.

Sejak mengumumkan peralihan di bulan Maret, beberapa peralatan fasilitas Texas telah dikirim ke Greenville.

Erickson mengatakan bahwa perundingan pemerintah untuk menjual 19 pesawat tempur F-16 ke Bahrain masih berlangsung antara negara tersebut dan Amerika Serikat.

Setelah selesai, Departemen Luar Negeri akan mengirimkan pemberitahuan resmi ke Kongres.

Setelah periode tinjauan selesai, “an 18-month clock starts”, Lockheed akan mengupgrade fasilitas Greenville untuk jalur produksi F-16, kata Erickson.

Lockheed berencana untuk mempekerjakan 170 pekerja pada kuartal ketiga tahun 2018 untuk jalur produksi Bahrian. Sumber pertama staf tersebut akan berasal dari angkatan kerja yang ada, dengan tambahan perekrutan dari fasilitas lain dan Greenville Technical College, kata Erickson.

Ketika dan jika produksi bergeser ke India, 170 pekerja yang dipekerjakan di Greenville kemungkinan akan dipertahankan untuk proyek produksi lainnya, Erickson mengatakan kepada The Greenville News.

Erickson mengatakan dia mengharapkan kontrak dengan Bahrain dapat terlaksana pada awal tahun depan. Greenvilleonline.com.

  5 Responses to “Jalur Produksi Pesawat Tempur F-16 Pindah ke India, Jika Deal”

  1. F-16 dan Gripen sama-sama mengajukan tawaran ke India.
    Pastinya orang India menjawab dengan gelengan kepala.

  2. Israel mau menjual seluruh F16nya, sebiji tinggal sebagai barang antik militer.
    Hahhahaaaa

  3. indonesia masih mau mempertahankan F16, jika nanti india jadi membeli F16? Mungkin lockheed martin pabrik F16 akan pindah ke india, maka indonesia akan ke india utk membeli kebutuhan F16 dgn lisensi india.
    Hahhahaaa

  4. Setelah F-35 menjadikan F-16 seperti padang bayang kelabu… sulit untuk unjuk gigi karena semua pihak sedang mempertahankan dan mempertaruhkan project F-35… project F-35 memang benar2 begitu menyita dan memberikan pengaruh kurang menguntungkan untuk jenis jet tempur lain… bahkan rela menempatkan F-16 sebagai jet tempur tanpa daya melawan F-35… benar2 dalam situasi buah simalakama

 Leave a Reply