Sep 152017
 

Sukhoi Su-35 ( Ausairpower.net)

Setelah dua tahun perundingan, Indonesia mengumumkan bahwa mereka akan membeli sebelas (11) pesawat tempur Su-35 Rusia untuk menggantikan pesawat F-5 buatan AS yang telah tua dan grounded. Indonesia awalnya membahas untuk mendapatkan 16 Su-35 dan masih mungkin jika kesepakatan Agustus 2017 berjalan.

Indonesia melakukan tawar-menawar yang keras dan saat membayar $ 104 juta per pesawat (termasuk perawatan, suku cadang dan dukungan teknis), hanya 15 persen yang dibayar tunai. Setengah harga pesawat dibayar dengan barang Indonesia. Ini terdiri dari barang-barang yang harus diimpor oleh Rusia dari barang produksi Indonesia seperti : minyak sawit, karet, kopi, kakao, teh, ikan olahan, kopra, dan rempah-rempah. Indonesia juga memiliki beberapa barang manufaktur yang bisa dipakai Rusia seperti :alas kaki, furnitur, kertas, tekstil dan beberapa jenis mesin. Indonesia juga memproduksi beberapa barang terkait pertahanan. Lalu ada 35 persen dari harga pesawat yang akan diimbangi. Ini termasuk transfer teknologi untuk komponen dan layanan (maintenance, assembly) yang akan dilakukan di Indonesia. Offset 35 persen untuk pembelian terkait pertahanan adalah standar ketentuan pemerintah Indonesia. Rincian offset dan ekspor ke Rusia masih harus dikerjakan. Rusia sangat ingin membuat penjualan ini berhasil karena akan menjadi penjualan ekspor kedua untuk Su-35.

Penjualan ekspor pertama adalah ke China, yang menerima Su-35 pertama pada tahun 2016. Karena seringnya penyalinan ilegal (illegal copying) teknologi Rusia, ini diharapkan menjadi pesawat tempur Rusia terakhir yang diekspor ke China. Penjualan Indonesia penting karena dapat membantu meyakinkan pelanggan potensial lainnya (UEA, Pakistan, Vietnam, Aljazair, Kazakhstan dan Mesir) yang telah negosiasi dengan Rusia. Brasil dan Korea Selatan menolak Su-35, sementara Venezuela dan Libya tertarik tapi keduanya mengalami masalah politik dan keuangan. Saat ini Rusia memiliki sekitar 60 Su-35 dan China memiliki empat (dari 24 pesanan). Rusia menerima Su-35 pertamanya pada tahun 2013 dan empat dikirim ke Suriah pada awal 2016 untuk beberapa pengalaman tempur. Ini ternyata berhasil, terutama saat mengirim bom pintar buatan Rusia.

Di atas kertas, Su-35 sangat mengesankan. Ini pesawat tempur berbobot 34 ton yang lebih bermanuver daripada yang asli, Su-27, berbobot 33 ton yang dijadikan basis, dan memiliki banyak elektronik yang lebih baik. Su-35 bisa menjelajah di atas kecepatan suara. Biayanya menghabiskan hampir dua kali lipat dari Su-27. Biayanya menjadi sekitar $ 80 juta (untuk model barebones), seharga biaya termahal (top-of-the-line) varian F-16. Su-27 awalnya dikembangkan untuk menandingi F-15, yang lebih besar dari mesin tunggal F-16. Ukuran yang lebih besar dari Su-27/30/35 memungkinkan desainer untuk melakukan lebih banyak hal dengan pesawat dalam hal modifikasi dan penyempurnaan.

Su-35 memiliki beberapa kemampuan stealth (siluman) (atau setidaknya tidak terdeteksi oleh kebanyakan radar pesawat tempur). Rusia mengklaim Su-35 memiliki masa pakai 6.000 jam terbang dan mesin yang bagus selama 4.000 jam. Rusia menjanjikan avionik kelas dunia, ditambah kokpit yang sangat ramah dengan pilot. Penggunaan banyak thrusters bersama dengan fly-by-wire membuat pesawat terbang lebih bermanuver daripada Su-30 (improved/tweak dari su-27s menjadi sangat lincah). Su-35 dalam pengembangan selama 20 tahun sebelum dinyatakan siap berproduksi pada tahun 2005. Namun, saat itu ada masalah dengan mesin baru (new engine) yang memberikannya kinerja superior. Rusia mengatakan masalah mesin telah terpecahkan, tapi hanya waktu yang akan mengatakan apakah itu benar.

Su-35 tidak dimaksudkan untuk menjadi saingan langsung bagi pesawat F-22 karena pesawat Rusia ini tidak full siluman. Su-35 membawa autocannon 30 mm (dengan 150 peluru) dan sampai delapan ton amunisi, tergantung pada 12 titik cantolan (hard point). Ini mengurangi stealthiness (kemampuan siluman), sementara senjata yang dibawa F-22 dan F-35 menggunakan internal bay untuk bom dan rudal. Tapi jika manuver dan elektronik canggih dari Su-35 yang diusulkan sesuai dengan janji, pesawat akan lebih unggul terhadap setiap pesawat tempur di luar sana kecuali F-22. Karena Su-35 dijual dengan harga di bawah $ 100 juta, pasti ada banyak pembeli. “Belum ada” sehingga Rusia sangat ingin mengubahnya untuk memperbaiki reputasi Su-35.

Angkatan Udara Indonesia mencoba pulih dari keterpurukan selama dua dekade. Pada akhir 1990-an Indonesia, terhalang untuk menerima suku cadang dan dukungan dari jet tempur Amerika (sepuluh F-16, dan enam belas F-5) lalu beralih ke Rusia. A.S. dan Barat pada umumnya, marah kepada pemerintah Indonesia saat itu karena dituduh keras terhadap rakyatnya. Antara tahun 2003 dan 2013 Rusia mengirimkan enam jet tempur Su-27 dan delapan Su-30MK2 yang lebih maju. Pada saat itu beberapa dari pesawat tempur ini operasional karena Rusia telah mengirimkan sedikit senjata untuk mereka. Itu semua tentang uang, atau kekurangannya. Misalnya di tahun 2009 Qatar telah menawarkan kepada Angkatan Udara Indonesia sepuluh pesawat tempur Mirage Prancis bekas pakai, namun anggarannya tidak cukup untuk memelihara dan mengoperasikan pesawat yang lebih tua itu. Saat itu hanya sepuluh dari F-16 yang flyable dan hanya dua dari F-5.

Pada tahun 2010 sebuah pemerintahan baru dan reformasi telah memperbaiki reputasi Indonesia sampai pada titik di mana Amerika Serikat kembali bersedia memberikan dukungan untuk F-16 dan juga 24 unit lainnya. Sebagian besar (18) dari 24 F-16 gratis dan refurbished telah dikirim dengan empat pesawat yang tiba pada bulan Maret 2017. (strategypage.com, 10/9/2017).

  53 Responses to “Jangan Lawan Pesawat Tempur Su-35”

  1.  

    Artikel ini sekaligus peringatan keras buat kaleng keropos gripen jualan si Tukang Ngitung,Phd dan DR.

  2.  

    Sekali kali bahas rudalnya kenapa, ga bosen ya bahas pesawat melulu, meteor vs aim120/ r-77.

    Klo sudah begitu kan ketahuan yg mana yg terbaik xixi

  3.  

    Kalah maning …..garuda berduka….xixixixixi

  4.  

    Kalau postingnya berupa video pernyataan atau penandatanganan kan lebih afdol dan terpercaya min, soalnya saia sudah tak sabar pengen liat si beruk nyinyir dan dengki level dewa

    Biasanya sih, kalau kita beli atau kedatangan alutsista baru, si beruk pasti dengki ditandai dengan ngamuk ngamuk dan nyinyir gak jelas

  5.  

    Negara seluas dan sebesar RI masih kedodoran alutsista terutama Burung tempurnya!

  6.  

    Su35 beratnya 34tons? Sepertinya ada yg keliru dari pernyataan diatas.
    Hahhahaaa

    •  

      ada lagi, setengah dibayar dengan produk dari Indonesia…

      maksud imbal beli bukan seperti barter, tapi Indonesia harus bayar tetep dengan cash dan kredit untuk seluruh harga pesawat.

      sedangkan dipihak lain Russia juga harus mengimport produk-produk dari Indonesia senilai 50% dari total belanja pespur itu. Itupun harus diluar nilai import reguler yaitu import Russia sebelum ada transaksi sukhoi…

    •  

      sepertinya ya bang.
      Karakteristik umum
      Kru: 1
      Panjang: 21,9 m
      Lebar sayap: 15,3 m
      Tinggi: 5,90 m
      Luas sayap: 62,0 m²
      Berat kosong: 18.400 kg [50]
      Berat terisi: 25.300 kg
      Berat maksimum lepas landas: 34.500 kg
      Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
      Dorongan kering: 8.800 kgf [51] (86,3 kN) masing-masing
      Dorongan dengan afterburner : 14.500 kgf masing-masing

  7.  

    Meskipun banyak halangan dan rintangan, untuk di angkasa Indonesia sedikit demi sedikit sudah terkoreksi ke arah yang lebih baik.
    Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pespur yang telah dimiliki dan akan dimiliki.
    Tapi sangat disayangkan untuk payung udaranya masih belum terkoreksi dengan signifikan.
    Semoga saja Indonesia berencana untuk melengkapi system pertahanan udaranya bukan saja hanya mengandalkan pespur, karena deteksi dini yang tertangkap oleh radar jika hanya mengandalkan pespur apapun tetap membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan payung udara seperti S400 atau Patriot.

    •  

      Tenang saja, Nasams sudah diakuisisi tinggal tunggu di delivery.
      Jika ada objek asing masuk di ruang udara RI, tetap dibutuhkan yang namanya pesawat intercept untuk identifikasi, mengawasi, mengusir, atau pendaratan paksa. Apalagi dikondisi bukan perang seperti saat ini.
      Tidak mungkin bila ada objek asing masuk langsung di rudal pakai S-400. Rusia saja selalu menggunakan jet tempurnya untuk mengintercept pesawat asing.

      •  

        NASAMS dari zaman entah kapan ingin diamusisi, tapi yang datang hanya dibawah 4000 meter.
        Btw memang benar, kita butuh kapal untuk intercepct hanya untuk object pespur…
        Bagaimana jika yang lewat ICBM atau rudal lainnya?
        Bagaimanapun hampir setiap negara di sekeliling negara kita ataupun yang numpang lewat memiliki alutista (rudal) yang dapat mengarah ke wilayah Indonesia ataupun yang hanya numpang lewat saja diatas ruang udara di wilayah negara Indonesia.

        •  

          Info dari penghuni warung sebelah, yg gawe jadi makelar industri pertahanan, katanya sih nasams sudah deal tapi memang nggak dipublish ke media.
          Hehe kalau ICBM yg masuk ya terima nasib saja sama berdoa. Saat ini kan Indonesia tidak punya musuh, jadi petinggi militer kita tenang2 saja.

          •  

            Saat ini para pejabat & petinggi militer mau mencari tempat aman saja, yaitu ingin mnjd sekutu nato supaya aman dari gangguan yg bisa mengakibatkan perang.
            Hahhahaaa

      •  

        Kalau mengenai tindakan intersep ini berawal dari informasi temuan radar bukan temuan pesawat yg setiap harinya wari wiri alias ngeronda, jadi dibutuhkan juga radar permukaan ke udara utk mengawasi pergerakan diudara utk pesawat tempur melanjutkan laporan dari temuan radar jika ada penyusup utk kemudia di intersep

        •  

          @Aliasa Huha: Radar dan pespur sudah peremajaan, baik dari gennya ataupun rangenya (4++ dan WEIBEL beroprasi 360 derajat. Jarak pelacakannya antara 550 sampai lebih dari 1000 Km dan pengintaian pada jarak 250 sampai 400 Km)
          lalu untuk payung udara?
          Btw namanya juga intercept, sudah pasti ada object yang belum terindikasi yang masuk wilayah Indonesia di radar (radar darat, pespur, kaprang, satelit atau lainnya) dan tanpa ijin, lalu di lakukan tindakan memburu object untuk di indikasi dan bila diperlukan melakukan tindakan pemberitahuan, pencegahan hingga pemaksaan.
          Pemberitahuan dapat dilakukan dengan cara komunikasi atau visual (menggerakan wing) lalu ada cara pencegahan yang mungkin pespur kita dapat mencegah arah object pespur untuk masuk ke wilayah kita dan tindakan pemaksaan dapat dibagi dalam beberapa subject, yang diantaranya dipaksa untuk keluar wilayah Indonesia, dipaksa mendarat ataupun dipaksa di tembak / dihancurkan.
          Hanya saja perbandingan radar aktif (24 jam dalam 1 minggu) sudah pasti lebih dititik beratkan kepada radar darat.
          Untuk S400 dan Patriot dan lainnya adalah payung udara yang didalamnya sudah ada termasuk perangkat radar, batrai, post komando dan lainnya.
          Jadi intercept tidak harus berasal dari laporan radar darat, karena belum tentu radar darat yang kita miliki dapat manjangkau zona terluar Utara, Selatan, Timur dan barat wilayah Indonesia

          Sumber :
          * Radar – http://www.militerhankam.com/2015/01/tni-au-segera-operasikan-radar-weibel.html?m=1

          •  

            Itu makanya radar kapal juga hrs aktif yg memiliki jangkauan, karna wilayah indonesia dikelilingi samudra yg mana jika ada pergerakan diudara pasti melalui laut indonesia utk itu & sekarang radar kapal indonesia sudah memiliki jangkauan merespons setiap pergerakan diudara utk pedasawat tempur menindak lanjutkan laporan temuan tersebut.
            Hahhahaa

    •  

      Kalau mengenai tindakan intersep ini berawal dari informasi temuan radar bukan temuan pesawat yg setiap harinya wari wiri alias ngeronda, jadi dibutuhkan juga radar permukaan ke udara utk mengawasi pergerakan diudara utk pesawat tempur melanjutkan laporan dari temuan radar jika ada penyusup utk kemudia di intersep

      •  

        Hehehe ya jelas namanya juga intercept, informasi ada object asing diterima dari radar Kohanudhas, radar sipil, atau beberapa kapal AL. Kalau pesawat disuruh ngeronda dengan jangkauan radar yg pendek dan sempit ya cepet abis dong lifetime usia pespurnya, bisa2 banyak pespur yg di grounded.

        •  

          Bukan cuma itu broo, dibutuhkan juga kilang minyak di bandara kalau itu pesawat ngeronda setiap hari & memang radar pesawat jangkauannya tak dan begitu jauh apa lg yg menggunakan aesa yg jangkauan deteknya pun tidak melebihi 300km jika pun melebihi itu moncong pesawat pasti gede kecuali pesawat AWACS.
          Hahahaaaa

        •  

          Nah itu dia bung, kok tiba2 saya jadi ingat lagu benyamin,,,cintaku berat diongkos……kwak kwak kwak….

          •  

            Jika patrolinya lebih dititikberatkan kepada SU family sudah pasti cintaku berat di ongkos, karena kurang efisien baik.
            Pespur dengan cantelan banyak hanya untuk patroli?
            Masih ada Tukino dan F-16 yang masih dapat menghandlenya..

          •  

            Idenya boleh juga tuh bung, kilang minyak dibandara, klo bisa yg dilindungi oleh bunker supaya ga gampang diserang.
            Jgn kaya ukraina, gudang amunisi ga pake bunker, meledak satu jadi kembang api dah amunisinya…..

          •  

            Kalaupun menggunakan f16 utk wara wiri bukan tucano yg radarnya terkadang merespon terkadang tidak, dibutuhkan juga kilang minyak di bandara walau itu minyak sudah dipertanggungjawabkan bumn, tapi sejauh mana jangkauan radar f16 situ.
            Artinya percuma juga.
            Hahhaaaaa
            Hahhahaaaa

          •  

            Aliasa huha, situ kayanya kudet ya, yg namanya infrastruktur itu juga penting da nilai plusnya, jdi ga sembarang merancang pertahanan, contoh lah cina di hainan udah ada hanggar yg ada dibawah tanah. Di lcs cina dah bangun bunker tuk kilang minyaknya. Di rudal pake tomahawk juga ga bakalan ancur tuh bunker….

          •  

            Banker minyak yg loe bilang itu jelas bukan utk ngeronda tapi utk siaga tempur

          •  

            @Aliasa Huha : Status kilang minyak tidak dapat mobile dan seharusnya anda mengetahuinya.
            Adapun radar darat (militer) yang kita miliki belum semuanya ter-remajakan.
            Adapun luas kilang minyak tidak akan seluas daratan (pulau) dan jika di pasang radar tanpa backup pasukan yang mencukupi akan terlalu riskan.
            Hal tersebut dapat anda perhatikan di edisi jauh sebelumnya yang mengangkat artikel kilang minyak negara tetangga yang dijadikan pos keamanan dengan segala perlengkapannya.
            Anyway mohon sebutkan 1 artikel yang menyatakan radar pespur tukino bermasalah

    •  

      @Sigma Lover : Mungkin ya dan mungkin tidak…
      Memang tidak semua alutista akan di publish, tapi untuk mengetahui hasilnya tetap saja akan diuji coba dan sudah pasti tercium oleh luar…

      Intinya jika kita sudah memilikinya, hanya kemungkinan kecil jika ditutupi, hal tersebut dikarenakan NASAMS hanyalah medium type, mungkin akan berbanding terbalik jika kita memiliki yang long range.

  8.  

    bravo sukhoi! perbanyak Kandungan Lokal

  9.  

    2 Tahun diskusi, kalo china dari 2008 udah AKAN….dikontrak tahun 2015

  10.  

    Apapun itu… jika sebelumnya setiap kali ada yang masuk wilayah NKRI atau nyolong lewat hanya menjadi keluah, sekarang setiap ada kegiatan itu langsung ada tindakan sampai Intercept… dan tercatat keluarga Shukoi yang memaksa pelanggar wilayah sampai mendarat atau keluar dari wilayah… mestinya ada alasan tersendiri dan jelas bukannya tanpa kesengajaan tugas itu dibebankan kepada keluarga Flanker… Bahkan di 2015 dari angkatan udara sering mengeluhkan tindakan pelanggaran wilayah oleh tetangga setiap kali tidak ada Flanker group di parkir di daerah situ, dan baru bersih dari pelanggaran hanya dengan penugasan Flanker disitu, seolah2 tetangga juga memantau keberadaan dan rotasi dari Flanker milik TNI AU

    •  

      *keluah = Keluhan

    •  

      Salah satu TNI AU mengakusisi SU adalah efek gentarnya…
      Permasalahannya adalah biaya oprasional SU sangat mahal…
      Mungkin sudah saatnya kita kombinasi dengan Patriot atau S400 karena pespur sekelas Tukino ataupun F-16 jika dibackup Patriot atau S400 memiliki nilai daya yang sama atau bahkan mungkin lebih dari pespur SU

      •  

        Bagusnya itu f16 dijual saja bukan dipelihara terus terusan.
        Hahhahaaaa

        •  

          F-16 yg kita punya itu memang rumit, dibilang canggih ya lumayan, dibilang gahar sudah mulai ketinggalan jaman, dibilang tua ya memang tua… kalau dijual gimana tuh?? bukanya itu gratisan… hehehe
          @Wangsa Kencana, kalau menilik dari kengototan membeli SU-35 saya rasa biaya operasional tidak menjadi masalah utama, tapi saya sangat setuju dengan sistem pertahanan seperti S-300/400 dimana untuk mendapatkan THAAD jelas tidak mungkin, dan bila membeli Patriot nanggung… dan bisa mudah diintegrasikan sama BUK/Pantsir… dan yang pasti kawasan bakalan panas dingin…

          •  

            @Yulihantoro
            : Untuk F16 mungkin akan tergantikan jika IFX sudah masuk lini produksi, hal tersebut dikarenakan persenjataan yang akan di cantelkan di hard poin hampir mirip.
            Untuk biaya oprasional payung udara seperti S400 sebenarnya lebih murah dibandingkan keluarga SU dan juga lebih membuat efek gentar yang tidak kalah hebat dengan keluarga SU, karena rangenya (radar dan rudal) sudah termasuk range jauh.
            Mungkin pespur yang tanpa ada sopan santun masuk wilayah Indonesia akan lebih sopan, meskipun yang menginterceptnya sekelas F16, setidaknya pespur dibawah gen 5 masih dapat di diteksi dengan baik dan untuk menditeksi F35 masih 50 : 50

          •  

            Sebenarnya mrk gk perlu panas dingin, karna S400 hanya rudak pencegat anti pesawat & rudal jelajah, lain kalau S400 dilengkapi rudal jelajah, mungkin mrk bakalan panas dingin kawasan asia bahkan jika mrk buka berita yg tayang pertama itu, indonesia mendatangkan s400 dgn rudal jelajah.
            Hahhahaaa

  11.  

    Artikel diatas dimaksudkan agar yg pro alutsista barat gak nyinyir terus. Alutsista barat dan timur sebetulnya semua bagus dan masing2 punya kelemahan dan kelebihan sendiri2. Asalkan kalo kita niat beli ya beli aja yg terbaik sekalian. Disamping yg utama hrs inhan dlm negeri.
    Beli sukhoi ok…beli F16/gripen jg ok
    Beli leopard ok…beli T90/armata ok
    Beli nassam ok…beli s400 n pantsir ok
    Beli changbogo/a26/u214 ok….beli kilo ok
    Beli iver huidtfelt ok…beli admiral gorskof ok
    Beli apache ok….beli mil 35 ok
    Jadinya adilkan asal ada tot dan memang belum bisa bikin sendiri. Kalo bisa bikin sendiri lbh baik pakai buatan sendiri.
    Mau coba2 embargo secara sepihak gak bakal lumpuu total lagi TNI dan efek bergaining politik dan defence msh cukup tinggi.

  12.  

    Pakistan dan mesir jg pernah merasakan embargo tp sama sekali gak ngefek berat buat mereka, krn mereka punya alutsista gabungan disamping inhannya sendiri. Dan pastinya gak kehilangan pulau atau propinsi lagi….xixixixii

  13.  

    semoga dlm parade ultah TNI sukhoi baru sdh bisa ikut fly pass …

  14.  

    Oke !! Ditunggu kedatangannya di Indonesia

  15.  

    Saya sebagai pengamat alutsista barat, mengakui di atas kertas, untuk su.35 bkn tandingan Gripen, Dassault, tyhpoon, F.16 familiy, F.15 family, F/A 18 family bahkan F35 JSF atau bsa di bilang pespure gen 4, kalah jauh kecuali F.35 yg msh mengandlkan stealth & BVR,
    Semua teknologi berguna dgn baik tergntung skill pilot dan sarana pendukung lain nya.

    Saya realistis untuk fans gripen, typhoon atau F family, untuk mngakui ke unggulan dr SU.35

  16.  

    jangan dilawan,..di beli ajah….

  17.  

    Gini ajaa, Masyarakat Indonesia hrus paham bermain saham, lah klo duitnya sudah cukup banyak, masing masing orang, bagikan setengahnya kepada Pemerintah Indonesia. Yang sudah sering bermain saham, seperti aplikasi androind tentang saham saham, jgan pelit laah duit pemain saham itu sudah banyak bnget !!!
    Mnding salurkan ajaa ke Pemerintah Indonesia, biar kita bisa beli SU 35 lagi !!!
    Atau bisa membeli Alustsista dri Rusia !!
    Indonesia itu bisa melakukan apapun, cumaaann, Korupsi itulah penyebabnya !!!
    Makanya saja ajak anda – anda semua untuk bermain saham, yang baru pemula.., pelajari dulu sampai bisa, sampai paham !

    Saya ingatkaan, jangan cuman bisa memperkaya diri sendiri !! Di dunia, uang itu nggak ada artinya, uang itu hanya titipan Tuhan, makanya kalo hidup anda ingin berguna di dunia…, sumbangkan saja separoh dananya untuk kepentingan sektor Industri, Militer, Pembangunan, dll. Mau sampai kapan Indonesia menjadi Negara Berkembang kalo ada sebagian Masyarakatnya yang egois atau hanya memperkaya diri sendiri tanpa memperhatikan kondisi NKRI saat ini ??!!
    Negara Indonesia harus bisa menjadi negara Maju doong, jgn kalah dengan Tetangga Asia lainnya !!!
    Niih, website yang saya andalkan.
    http://www.binary.com

 Leave a Reply