Sep 122017
 

KRI Nagapasa 403 (DSME)

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang mengembangkan teknologi aplikasi deteksi kapal selam untuk melacak kapal selam yang masuk ke perairan Indonesia.

Aplikasi ini menggunakan teknologi akustik atau sound navigation and ranging (sonar) dengan memanfaatkan dinding selat untuk memantulkan sinyal. Jika frekuensi dan resolusi benda yang melewati aplikasi itu terpenuhi, aplikasi akan melacak dan melaporkannya.

“Tiap dinding selat saling memberikan sinyal. Kalau ada yang berbeda akan langsung terdeteksi. Tidak cuma kapal selam, ikan besar juga bisa terdeteksi,” ujar Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Kelautan, Yudi Anantasena kepada Anadolu Agency, 31 Juli 2017.

Selain bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL, BPPT menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi aplikasi pendeteksi kapal selam, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Institut Pertanian Bogor.

“Kita akan coba menghimpun diaspora Indonesia di luar ngeri yang ahli akustik. Semua pihak terkait akan kita ajak berhimpun,” katanya.

Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan menyambut baik upaya ini. Selama ini, pengawasan kapal selam di Indonesia dilakukan secara manual oleh TNI AL.

“Ke depan kita mampu untuk monitor langsung, karya anak bangsa pula. Ternyata dengan biaya yang tidak terlalu mahal kita bisa memonitor semua kapal,” ujar Luhut, usai rapat koordinasi di Penyusunan Kebijakan Aplikasi Teknologi Kapal Selam di Perairan Indoensia, Senin, 31 Juli 2017 di Kemenko Maritim, Jakarta.

Rencananya aplikasi ini akan digunakan di seluruh Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan banyak aplikasi pendeteksi kapal selam. Dari Sabang di ujung barat, Natuna, Selat Makassar hingga wilayah timur Indonesia. Untuk sementara uji coba akan dipasang di selat dengan kepadatan tinggi seperti Selat Sunda dan Selat Lombok. (Anadolu Agency).

  31 Responses to “Jangankan Kapal Selam, Ikan Besar pun Terdeteksi”

  1. Semuga segera di eksekusi

  2. Busyeettt dah…ngeri gila nih cuuyyy

  3. Bagus lah… Sekalian bikin kaselnya juga

  4. Kalau pakai Aplikasi kayaknya masih rawan diretas deh menurut saya

  5. Butuh berapa banyak tuh untuk cover wilayah seluas Indonesia

  6. Mantap,,,,!!! Maju terus IT NKRI.

  7. Mudah2 risetnya membuahkn hasil.

  8. Jangankan kapal selam, ikan besar pun bisa terdeteksi? Kapal selam tempur saya mana mungkin bisa terdeteksi oleh mrk walau sudah brjarak sekitar 20m.
    Hahhahaaaa

    • Sonar yg dipakai ini berbeda dgn sonar umum nya, dipasang dibeberapa titik, menghasilkan data perkiraan gambar bukan bentuk perkiraan tempat suara berbeda aja, asal bergerak bakal ketahuan

  9. syukurlah karya anak bangsa sdh terdeteksi dg jelas dan mau di manfaatkan oleh negara, selamat berkarya kepada team developer nya …

  10. Lbh bagus bikin kapal selam mirip persis dgn ikan besar…gmn? baguskan ide sy? jika dideteksi ya di anggap ikan…xixii peace

  11. Tapi jangan lupa penangkalnya, begitu terdeteksi torpedo siap luncur…

  12. Tembak dulu pake torpedox nagapasa bru dah nyelam..,

  13. Semoga cepat terwujud demi NKRI..

  14. semoga bukan sekedar wacana…yg lama2 hilang gk jls…
    moga cpt terealisasi

  15. Ini baru mantap tap taaap

  16. Lebih bagus lg kalo ” Jangankan kapal selam, Ikan Teri pun bakal terdeteksi ” yg artinya dari segede gaban ukurannya sampe yg sebesar pentol korek jika masuk ilegal bakal terdeteksi.
    Lalu jika sdh terdeteksi kasel atau kri kita disuruh nguber2 sampe ketemu gitu ya pak lek.?

  17. AS sudah lama pake bahkan pada jarak 200 mil ZEEnya yg dikenal sebagai zona ADIZ AS. Selain itu AS dan NATO juga pasang alat sonar portabel yg ditanam didasar laut dari Greenland-Islandia-Inggris buat melacak kasel2 Rusia yg suka nyelonong. Tentu juga Selat Bering antara Alaska-Siberia (Sem. Kamtacka) walo cuma di wil. AS. Alat yg dibuat BPPT wajib dipasang disemua jalur ALKi dan jalur tikus lainnya.

  18. Alternatif penjaga selat dan jalur laut strategis yang pas sebagai pengganti kekurangan kapal selam…

  19. Jng lupa indentification, friend or foe(IFF) systemnya..

  20. Kalau dipasang ditiap Alki dan batas ZEE NKRI, puyeng2 dah pemilik hiu yg selalu slonong boy karena bisa ciluk ba dgn Hiu2 TNI AL. Apakah bs mendeteksi Kaselpur yg paling senyap sekalipun?

  21. tolong sonar utk mendeteksi sales2 liar dipasang dimari

  22. mana Heli panthernya? Ini heli pemburu Kapal selam….cocok buat buru kalsel asing yg neyelong masuk

  23. Apresiasi yang tinggi untuk para ahli Indonesia yg berada di luar negeri bersama para ahli di dalam negeri untuk mewujudkannya, ………… awas hasil karya anak bangsa ini jangan sampai di klaim atw di curi oleh jiran2 yg doyan nguping & maling !!!

 Leave a Reply