Aug 282014
 

Jas-39 “Gripen” Singgah di Lanud Ngurah Rai

LANUD NGURAH RAI (27/8),- Sejumlah 6 pesawat jet tempur terbaru yang dimiliki oleh Royal Thailand Air Force jenis Jas-39 “Gripen” 07.50 Local Time dan satu pesawat jenis C-130/RTAF 146, singgah di Lanud Ngurah Rai, Selasa (26/8), sejumlah Crew RTAF disambut oleh Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto W, S.Sos., beserta para Perwira lainnya. Pesawat tempur dengan Flight Number 70102/70103/70104/70105/70108/70111 dalam rangka Redeploy Pitch Black Exercise 2014 yang telah dilaksanakan di Darwin, Australia.

“Tahun ini Thailand telah memamerkan pesawat jenis terbaru kami berjenis tempur, serang dan pengintai”, ungkap Wing Commander Duangsungnaen, yaitu Jas-39 Gripen merupakan jenis pesawat yang sangat maneuverable dikarenakan memiliki big engine dengan dilengkapi oleh advanced flight control system “it employs a lot of technology and its very easy to fly”. Pesawat buatan Swedish Aerospace Company milik RTAF yang berlogo Hiu Putih tersebut bermarkas di Skadron 701 Surat Thani Thailand, setelah mengerahkan setengah jumlah kekuatan personil dengan 15 Pilot beserta 75 Teknisinya ke dalam Pelatihan Pitch Black setiap 2 tahun sekali tersebut diselenggarakan oleh  Royal Australian Air Force pada 1 – 22 Agustus 2014 lalu.

Selanjutnya, dengan route Brisbane-Dps-Sin pesawat jenis Jas 39 dan C-130 akan kembali bertolak ke Thailand. (www.tni.mil.id)

  88 Responses to “Jas-39 “Gripen” Singgah di Lanud Ngurah Rai”

  1.  

    yang kayak gini kita sudah lama punya,… namanya “jas merah”. he..he

  2.  

    Pesawat bagus dan cukup canggih.. light multirole jas 39 gripen. kecil, ringan, lincah dan hemat. tp sayang harganya setara dgn harga pespur heavy fighter buatan rusia sprt su27, su30 bahkan su35. tp klw utk hitungan pengoperasian jangka panjang. jatuhnya lbh hemat gripen kemana2. pespur rusia terkenal sangat boros bbm dan lifetime part yg umurnya pendek dan selalu diproduksi oleh pabrikan asli tdk lama. biasanya diatas 15 thn sparepart produk rusia yg asli buatan pabriknya biasanya sdh sulit didapat, yg msh byk adlh sparepart kw2 licensi buatan china. Salam sukhoi..

  3.  

    Selamat bung…
    Anda cukup beruntung dapat menyaksikannya…
    Saya saja yang di pulau jawa sampai saat ini belum pernah menyaksikan langsung seperti apa yang bung alami…

  4.  

    yah kalo bisa Indonesia borong RedFlag HQ 9 (Versi Open Sourcenya S300 Rusia) plus TOT nya untuk menjaga kedaulatan udara NKRI (Kedaulatan Indonesia harga mati COooy) , sebab menurut uji coba yang dilakukan oleh turki antara rudal S400,Patriot dan HQ900, ternyata banyak sekali target sasaran yang tidak kena oleh rudal Patriot ataupun S400. sehingga turki menggegerkan pihak NATO dengan keputusan kontroversial membeli HQ 9 ini
    Sumber : http://www.strategypage.com/militaryforums/7-3572.aspx

 Leave a Reply