Jas-39 “Gripen” Singgah di Lanud Ngurah Rai

88
75

Jas-39 “Gripen” Singgah di Lanud Ngurah Rai

LANUD NGURAH RAI (27/8),- Sejumlah 6 pesawat jet tempur terbaru yang dimiliki oleh Royal Thailand Air Force jenis Jas-39 “Gripen” 07.50 Local Time dan satu pesawat jenis C-130/RTAF 146, singgah di Lanud Ngurah Rai, Selasa (26/8), sejumlah Crew RTAF disambut oleh Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto W, S.Sos., beserta para Perwira lainnya. Pesawat tempur dengan Flight Number 70102/70103/70104/70105/70108/70111 dalam rangka Redeploy Pitch Black Exercise 2014 yang telah dilaksanakan di Darwin, Australia.

“Tahun ini Thailand telah memamerkan pesawat jenis terbaru kami berjenis tempur, serang dan pengintai”, ungkap Wing Commander Duangsungnaen, yaitu Jas-39 Gripen merupakan jenis pesawat yang sangat maneuverable dikarenakan memiliki big engine dengan dilengkapi oleh advanced flight control system “it employs a lot of technology and its very easy to fly”. Pesawat buatan Swedish Aerospace Company milik RTAF yang berlogo Hiu Putih tersebut bermarkas di Skadron 701 Surat Thani Thailand, setelah mengerahkan setengah jumlah kekuatan personil dengan 15 Pilot beserta 75 Teknisinya ke dalam Pelatihan Pitch Black setiap 2 tahun sekali tersebut diselenggarakan oleh  Royal Australian Air Force pada 1 – 22 Agustus 2014 lalu.

Selanjutnya, dengan route Brisbane-Dps-Sin pesawat jenis Jas 39 dan C-130 akan kembali bertolak ke Thailand. (www.tni.mil.id)

88 KOMENTAR

    • Ah macam mana pula abang ini, kayak tak tau aja. ya pastilah ada maunya. Selama ini kita kan arahnya ke timur. nah pas sopir kita mau ganti yang baru buru buru dah tuh yankee cs pengaruhi kita supaya mau ke arah barat lagi. kalau yang lain ya dikit dikit ada lah..hehe

  1. Mampir beli Avtur dulu sekalian utk window shopping sapa tau para Petinggi negeri ini tertarik ma ni pesawat kan sekalian mumpung ada momen pertemuan 2 tokoh yg bertemu juga di Bali Bpk SBY dan Bpk Jokowi..sapa tau klo yg satu gak tertarik mungkin yg satu lagi tertarik ma Jas-Gripen???? sapa yg tau

  2. Maaf OOT. Jam 12 WIT kota Timika ,enyaksikan aksi manuver2 TNI AU dengan Sukhoinya. Wowww…. Ini kali pertama menyaksikan fighter kebanggaan TNI AU dr dekat, krn manuver2nya tadi dpt disaksikan dg sangat jelas dari darat. Semua siswa n guru2 sempat keluar ruangan menyaksikan adegan langka tsb. Mau tanya TNI AU yg latihan dI BIAK tu sampai kapan? Makin bangga ama TNI… Back to SR lagi…

  3. Kita sudah tidak tertarik dengan Gripen,, sudah tersingkirkan di tikungan terakhir,
    Dan jangan berharap harap akan beli gripen

    Lanud Ngurah rai memang sering dibuat transit pesawat militer untuk mengisi perbekalan ,
    Pernah ada pesawat militer angkut segede gaban milik usa dari diego garcia mampir ke lanud ngurah rai hanya untuk mengambil nasigoreng dan bakso pesanan obama ,, dan terus cabut lagi menuju sam

    gak hoax ini lho ya

  4. Jas 39 ini sebetulnya cukup bagus, tapi kelas light fighter nya sudah diisi T 50 Golden Eagle. Belum kalau beli lagi yg FA 50 yg kemampuannya hampir nyundul Jas 39 tapi dgn harga setengahnya.

    Bagi TNI AU Jas 39 memang tanggung, krn di medium class kita sdg memperbanyak dan meningkatkan kemampuan F-16. Sebuah terobosan yg bagus, dgn modal cekak, TNI AU tetap pede melawan JSF, F-15, 18, dst milik tetangga ..

    • Waduh…suka bener sy ama koment bung WH…dgn MODAL CEKAK tetap PD melawan JSF,F15,F16….. :mrgreen:

      Tp yg jd pertanyaan apa iya bung WH elang botak kita lawan yg sepadan? Bukannya yg sepadan itu sukhoi series? F16 kita akan jd pesawat CAP dan akan segera memanggil sukhoi kita apabila lawannya seperti di atas lalu kabur secepat mungkin…

      • Hallo bung Wehrmacht thanks challengenya hehe .. Tesis saya tsb adalah ada opportunity F-16 tidak 100% pasti kalah. Bisa jadi draw, seri, atau malahan menang tergantung “term and condition” dalam bertarung: skill pilot, strategi, dst. Kita ambil lawan yg paling top, JSF. JSF tidak 100% akan selalu stealth, invisible, tidak kelihatan.

        JSF RCS nya memang sangat kecil …. kalau dilihat dari depan. Kalau dari samping lain lagi. Internal weapon bay nya yg ikut menjadikannya stealth “cuman” memuat 4 senjata: 2 bom + 2 AMRAAM. Selebihnya senjata yg di sayap membuatnya tidak 100% invisible. Exhaustnya bolehlah diredam dan disembunyiin, tapi radiasi panas dari energi yg sangat besar +10,000 kgf masih bisa ditracking sensor infra red. Dan “kebetulan” Falcon yg baru kita bisa membawa missile IRIS-T.

        Mau duel? Speed si Falcon bisa 2 Mach vs 1.6. Wing loading JSF jauh lebih besar dari Falcon, dan kontur JSF “tidak ramah” thd aero dibanding F-16 karena dia nya mengejar kontur “stealth”. Secara demikian F-16 akan lebih baik dalam manuver duel. Kalau pesawat AEW&C nya dihabisi oleh rudal anti radiasinya Su-27/30 kita, akan repot lagi bagi JSF.
        AMRAAM juga tidak selamanya akan bisa mencapai target sesuai labelnya, say 180km. Misal JSF berada di medium-low altitude dalam duel di ketinggian rendah, maka AMRAAM nya hanya mampu lari puluhan km saja bila ditembakkan ke Falcon lain yg di high altitude 50,000 feet. Study dari APA (Air Power Australia) secara statistik efektifitas misil udara ke udara kena sasaran hanya 76%. Shg masih ada cukup ruang bagi skill pilot, strategi, dst untuk memenangkan duel udara.

        Demikian mohon maklum …

  5. Pesawat bagus dan cukup canggih.. light multirole jas 39 gripen. kecil, ringan, lincah dan hemat. tp sayang harganya setara dgn harga pespur heavy fighter buatan rusia sprt su27, su30 bahkan su35. tp klw utk hitungan pengoperasian jangka panjang. jatuhnya lbh hemat gripen kemana2. pespur rusia terkenal sangat boros bbm dan lifetime part yg umurnya pendek dan selalu diproduksi oleh pabrikan asli tdk lama. biasanya diatas 15 thn sparepart produk rusia yg asli buatan pabriknya biasanya sdh sulit didapat, yg msh byk adlh sparepart kw2 licensi buatan china. Salam sukhoi..

  6. yah kalo bisa Indonesia borong RedFlag HQ 9 (Versi Open Sourcenya S300 Rusia) plus TOT nya untuk menjaga kedaulatan udara NKRI (Kedaulatan Indonesia harga mati COooy) , sebab menurut uji coba yang dilakukan oleh turki antara rudal S400,Patriot dan HQ900, ternyata banyak sekali target sasaran yang tidak kena oleh rudal Patriot ataupun S400. sehingga turki menggegerkan pihak NATO dengan keputusan kontroversial membeli HQ 9 ini
    Sumber : http://www.strategypage.com/militaryforums/7-3572.aspx