Jun 282016
 

Indonesia dalam waktu dekat bisa saja menambah Pesawat tempur yang didatangkan dari luar negara seperti Amerika Serikat (AS), Rusia dan Korea Selatan. Produsen Pesawat, Saab Swedia secara resmi telah menawarkan pesawat multi peran, JAS39 Gripen kepada pemerintah Indonesia.

“Kami telah mengajukan proposal resmi kepada Kementerian Indonesia pada Februari lalu dan kami menawarkan berbagai pola kerja sama dan transfer teknologi yang baik,” kata Kepala Saab Indonesia, Carl Calqvist, di Jakarta, Senin (27/06/2016) seperti dikutip dari antara.

JAS39 Gripen hingga saat ini telah diproduksi hingga versi JAS39 Gripen A/B, JAS39 Gripen C/D, dan paling mutakhir JAS39 Gripen NG (E/F) yang baru diluncurkan pada 18 Mei 2016 lalu di Linkoping, Swedia, dengan teknologi melengkapi pesawat tempur di kelasnya.

Saab Swedia telah menawarkan pilihan varian pesawat buatannya apa saja yang diinginkan Indonesia, JAS39 Gripen C/D atau JAS39 Gripen NG (E/F).

Sampai saat ini, JAS39 Gripen NG dan keluarga Gripen merupakan “pendatang baru” dalam kategori pesawat tempur canggih dunia dan diklaim sekelas dengan keluarga Sukhoi Su-27, Su-30, dan Su-35, keluarga F-16 Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon, dan Dassault Rafale.

Salah satu keunggulan JAS39 Gripen adalah bisa lepas landas dan mendarat pada angka ratusan meter saja di jalan raya yang memiliki 15 meter.

Untuk mendukung operasionalisasi dan perawatan/pemeliharaan lapangan satu skuadron penuh JAS39 Gripen, cukup diladeni belasan teknisi dan peralatan serta suku cadang yang dibawa dalam satu Hercules C-130.

Saab yang berkantor pusat di Stockholm, menawarkan pola pembelian dan kerja sama serta pengembangan dan teknologi untuk satu skuadron pesawat tempur atau sekitarc 16 unit. Nilai kontrak yang diajukan, yaitu 1,14 miliar dolar Amerika Serikat untuk paket pembelian satu skuadron JAS39 Gripen.

“Yang menarik, enam di antara jumlah yang dibeli Indonesia itu nanti akan dirakit di Indonesia. Ini proses penting untuk penguasaan teknologinya,” kata Calqvist.

Selain itu, penawaran yang diajukan juga akan melibatkan perguruan tinggi dan institusi penelitian-pengembangan dan industri pertahanan nasional di Indonesia. Ditambahkan Calqvist, jika penawaran dari Saab diterima, sekitar 1.000 tenaga kerja ahli Indonesia bisa turut dalam proyek pengembangan.

Nantinya Sisa dari unit JAS39 Gripen yang dipesan Indonesia, dibangun di hanggar produksi Saab di Linkoping, Swedia dan dikerjakan bersama dengan para teknisi dan ahli dari Indonesia dari proses pembuatan awal hingga akhir.

Terdapat beberapa skema dan tahapan yang dirancang dalam
pola kerja sama yang ditawarkan di proposal itu. Diantaranya, TNI AU di dapat memperbaiki dan mereparasi tahap tertentu sehingga menghemat pengeluaran untuk pemeliharaan dan perawatan karena bisa dilaksanakan di Indonesia.

Swedia memang dikenal dengan konsep Triple Helix-nya, di mana pemerintah, institusi pendidikan tinggi-penelitian dan pengembangan, dan industri pertahanan berada dalam visi dan derap langkah yang sama.

“Kami bukan negara super power dan kami sangat sadar itu. Inilah yang membuat kami mengembangkan semuanya secara cerdas dan terpadu dalam sistem yang telah teruji dan kami menaruh perhatian sangat besar pada kualitas SDM,” lanjut Calqvist.

Saab Swedia menjamin unit pesawat tempur bermesin tunggal multi peran (interseptor, serang darat, dan pengamatan-pengendalian tempur) ini bisa mendarat di Bumi Pertiwi hanya 12 bulan setelah kontrak pasti ditandatangani.

Hal ini Berbeda dengan penawaran yang biasa diterima sebelumnya. Umumnya pesawat tempur baru hadir unitnya di negara pemesan antara tiga hingga lima tahun setelah kontrak pasti ditandatangani.

Indonesia rencananya akan mengganti armada F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14 TNI AU yang telah berdinas lebih dari 30 tahun dengan kemampuan teknologi yang telah usang.

Sumber antaranews.com

  83 Responses to “JAS39 Gripen, Tawaran Menarik dari Saab Swedia untuk Indonesia”

  1. SU35 tetap yang terbaik..

    • gripen opsi ke 3 aja

    • Buat ganti hawk sehrusnya bung dari pada FA-50

      • Ya…daripada F/A 50 milik korea …
        Lebih baik ini saja …
        Kekurangan nya mungkin ..mahal ..baru dan Asing …
        Tapi setidaknya kita dapat lisensi atau ToT yang jelas …
        Nego tidak rumit …
        Bisa kerja sama tambahan dengan Brazil dan yang lain….
        Sayang kalau tawaran ini diabaikan ….

        • Betul bung @Abyl :
          Klo d jadikan pengganti F-5 mgkn bkn keputusan yg tepat.. Terkecuali jika pesawat ini d jadikan pengganti HAWK, ini lumayan bagus, krn spek nya jelas diatas FA 50, selain itu nilai plus nya adalah TOT & proses penyerahan tahap pertama yg hanya memerlukan waktu 12 bln..
          Tp kita kembali lg kemasalah anggaran, sanggupkah kita ?
          Sekedar informasi harga 12 unit FA 50 adalah USD 415.000.000 , sdgkn harga 16 unit GRIPEN USD 1.140.000.000
          Kita semua mengharapkan alutsista terbaik buat bangsa kita, namun kita kembali lg kepada anggaran yg ada.

    • SU 35 jelas..
      Gripen boleh juga di ambil… tp jgn mengurangi jumlah SU 35 yg mau di angkut… apalagi sampai menggagalkannya…

    • Su-27 kalah telak dengan Gripen-C….hahahahaha
      Su-35 jelas kalah telak dengan Gripen-E….SEDAH JELASSSSS
      Su-35 besar doang….TAPI BANCIIIII

  2. Tawaran menarik….

  3. “Yang menarik, enam di antara jumlah yang dibeli Indonesia itu nanti akan dirakit di Indonesia. Ini proses penting untuk penguasaan teknologinya,” kata Calqvist.

    *kalimat yang menarik* 🙂

  4. Maju trus pantang mundur seblum laku..
    .

  5. yang penting realisasinya jangan cuma bikin perencanaan pertahanan

  6. sabar…semua tawaran yang masuk akan dipertimbangkan…dan ditindaklanjuti…

  7. Bisa bwt perang gk??

  8. tawaran menarik menambah teknologi pada IFX gen 2 😀

  9. Indonesia butuh pesawat yang bisa bikin musuh dan tetangga usil gemetar kakinya, berdetak keras jantungnya sehingga menjadi penggentar bagi mereka, bukan penggeli (tersenyum geli, tidur nyenyak dng geli, bahkan usil dng geli) bagi mereka. xixixi.

  10. kalo masalah perang…pesawat apapun jika kefefet pasti dipake buat mempertahankan diri….yg penting senjata dan sparepart komplit…. kalo ngga kasih …ape urusannya… mati mati sendiri…masa ngga boleh menggunakan hehehe

  11. Klo milih yg seri C/D bisa dpt stok baru ato recondisi dari AU Swedia, soalnya mereka jg sdg nunggu prod seri E/F. Klo berminta yg seri NG kayanya musti sabar, soalnya paling cepat 2020 baru akan diterima AU Swedia, lha kita bisa thn 2020sekian.. mungkin akan ada opsi sewa seri C/D utk familiarisasi dan menunggu lini produksi NG Series

  12. kenapa tidak beli ini saja …tapi dibawah TNI AL..cukup 18 saja full ammo Dan pesawat penginderanya..ntar di tambah 18 lagi FA 50,total 36.. dibawah TNI AL..utk misi patroli kelautan bisa..bantu sergap kapal juga bisa,sebagai jet serang darat untuk pendaratan marinir juga bisa,jika terpaksa sekali sebagai fighter Bantu secara mandiri juga bisa….kan kapal2 induk butuh pesawat(pulau2 yg dibangun)…hehehhe..

    • Setuju untuk TNI AL. Kita tinggal perbanyak landasan pendek yang dikamuflase di berbagai pulau kecil. Karena salah satu kelebihannya adalah bisa take off and landing pada landasan pendek. Dengan demikian skuadron Marinir ini bisa muncul di mana mana dan menghilang di mana-mana juga.

  13. Kalau saya…..
    Lupakan Su35, ambil JAS Gripen, nggak usah banyak bacot, sekarang tanda tangan, tahun depan dapat kiriman,
    Saya dukung 100% Jas Gripen

  14. Su.35,viper,raffael,gripen dah masuk daftar pembelian. Jgn kaget tau-tau tuh barang dah masuk sini semua.

  15. Borong aja semua alutsista…
    Tyusss duite sopo..?
    Hehehe….

  16. ARC udah ada data alokasi dana alutsista tuh … coba bung @diego angkat tuh artikelnya …

  17. LEBIH COCOK BUAT PENGGANTI HAWK ATAU F16 ELBOT..

  18. 2015 – 2019

    # TNI AU :
    JET FIGHTER = USD 1,2 Billion

    # TNI AL :
    STRIKING SHIP = USD 1,06 Billion
    SUBMARINE = USD 1,24 Billion

    # TNI AD
    AIRCRAFT & HELI = USD 0,47 Billion

    selengkapnya lihat ARC

  19. kalo pespur class berat mending su35,sedangkan kalo untuk patroli/sergap ya gripen bisa mengalahkan versi cost biaya bahan bakarnya,tergantung opsi mana perlu kalo untuk sekarang,
    tyhoon,rafale alternatif juga(jgn terlalu lama)<<< bukan sales gripen heheeheh

    bukan dalam warfare modern,supremasi udara merupakan kunci vital untuk memenangkan perang diabad modern.

    salam damai selalu:)

  20. Klu kita beli mungkin yang Bekas Atau Kwalitas nomer 2 aja…
    Maklum Negara kita Paling senang Beli yang bekas pakai dan kwalitas nomer 2..
    Parah….

  21. Comment:

    iya kalau proses assembling tinggal di siap kan crane, jig, fixture, tools, rotary lift, dan sdm.

  22. Paket rasional buat kebutuhan RI saat ini dan manfaat sampingannya yg sangat membantu untuk pengembangan program IFX ???

  23. brai mw tanya, sehabat2 teknologi kl berhadapan sm yg ini Electromagnetic Pulse Weapon (EMP) msh bs di andalin teknologi yg katanya super?.

    Yuk mari lihat proyek2 pesawat yg ngandelin kecepatan di masa depan. Kecepatan 5 march….
    Sory brai sedikit menyimpang….

  24. Jas 39 Gripen C/D terbukti kalahkan J10 dan J11 achong, jadi nggak salah bila ditempatkan di Natuna dgn sarana perawatan terbatas, bila T/FA 50 pesawat baru dan blm banyak teruji, apalagi mbah hawk mk 100/109 sdh saatnya merapat ke kantor pos tgl 5 tiap bulan utk ambil uang pensiun

  25. Langkah swedia emank mantap… Imbas dari gejolak UE baru2 ni dan ketegangan antara NaTO dgn Rusia, Timur Tengah dan LCS… Dmn semua harus segera dbangun fasilitas dan kerjasama dgn RI, yg mana RI merupakan negara bebas dari dampak itu semua utama nya ttg UE dan LCS

  26. Setuju indo elite

  27. beli buat interseptor pesawat yang nyelonong masuk RI, daripada sukhoi bisa tekor bandar

  28. rencana sudah matang… anggaran dah ada yg kasih pinjam… tinggal tunggu tanggal mainnya aja kan…

  29. Apapun itu yg penting pesawat generasi ke 4 sampai 4.5 bisa di pertimbangkan…
    yang utama adalah ilmu/ alih teknologi apalagi Indonesia sudah ada PT. Dirgantara Indonesia.
    hal-hal seperti ini jgn disia-siakan krn u kemandirian Alusista Indonesia……
    hal utama sekarang alaih teknologi di pesawat tempur dan kapal selam…..

  30. Ambil aja penawarannya. Untuk kemandirian alutsista …

  31. Pilih ini untuk anti kapal…..cocok pengganti hawk 100. Ingat saat falkland war. Mirage dan A4 menggempur royal navy di ketinggian rendah. Jika dilengkapi dengan RBS 15 dan bomb akan menjadi ancaman PLA china navy…china akan berpikir 3 kali masuk selat malaka / LCS……tidak perlu sukhoi semua….tidak untuk FA 50……tidak baik pesawat ini….tapi jika untuk program IFX dan terpaksa masuk FA 50 untuk ganti hawk 100….alangkah mirisnya negara segede indonesia membeli FA 50. Saat ini gripen cocok untuk LCS seperti titah gripen saat lahir multirole mencari kapal selam rusia….jng gadaikan striking force wing “jo gga” dengan Made in korea…..harussss sangar seperti B 25 mitchel AURI dan selincah P 51 Dewanto…..Gripen cocok untuk pengganti B 25 dan P 51. Prinsip nya harus mampu menggempur kapal laut dan mengejar pesawat musuh…..Jack attack spanning…..

    • Kata siapa FA-50 untuk striking force ?

      FA-50 adalah golongan advance jet trainer / light fighter.
      Jadi FA-50 untuk :
      – training
      – lapis 3
      – serang darat / permukaan mendampingi Super Tucano dan Apache.

  32. Beli gripen dengan skema tot. Stop sukhoi dulu….cukup sudah sukhoi 35 mengganti tiger…….jika semua sukhoi melempem juga duitnya. Kali ini gripen cocok dehhhh…….

  33. tenang aja, pd akhirnya sukhoi akan tinggal dan gantinya y gripen ini PT.DI jg psti senang klw pemerintah beli gripen ini. apa yg slh dgn gripen, go gripen…go tot

  34. Yang menarik adalah kalimat ini :

    “Nilai kontrak yang diajukan, yaitu 1,14 miliar dolar Amerika Serikat untuk paket pembelian satu skuadron JAS39 Gripen. ”

    1,14 milyar USD dapat 1 skuadron (minimum 12 unit plus tot 85% plus 1000 tenaga ahli dididik plus 6 unit dirakit di RI).

    jumlah besaran nilai yang mirip USD 1,14 milyar adalah pembelian heli serang Apache sejumlah 8 unit lengkap.

    Nilai Gripen Apache
    1,14 milyar dapat 12 unit 8 unit
    TOT 85% ????
    Pelatihan Tenaga Ahli 1000 ????
    Dibuat di RI 6 unit ????
    rudal ????? lengkap
    tipe jet kitiran
    jangkauan +1200 km 796 km maximum
    perbandingan motor gp motor bebek

    jadi apa masih percaya kalau Apache RI belinya cuma 8 unit ?

    Xixixixi

    • Ora percoyo…sisanya direntalkan ..biar cepet BEP..hahahaha…

    • Buat pengganti hawk cocok.. Bukti TOT nya udah ada tuh bung@TN, brasil udah ngirim SDM nya buat transfer teknologinya.. utk program kfx/ifx biar ga dipandang sebelah mata lg.. malah kemungkinan bisa lebih maju dibanding korsel kalo TOT nya bisa diserap..

      Kemungkinan pengembangan bersama jg cukup besar dgn saab.. gmana pun jg saab belom punya pespur double engine.. di program ifx blok 2, PT DI bisa ngembangin brsama dgn saab gripen..

    • Untuk heli AKS nanti sesudah lebaran ya. Udah jadi kok, cuma nanti kalian jadi kesemutan, cenat cenut dan kliyengan pastinya.

  35. enggak percaya lah orang helm nya aja ada 300 biji

    Iraq = 24 Apache + 90 AAIH + 480 Hellfire

    Indonesia = 8 Apache + 300 AAIH + 140 Hellfire

  36. Kalau buat gantinya hawk, okelah.
    Tapi F5T, tetep sukronya.
    Mantabs.

  37. FA 50 mesinnya sama kayak gripen…..F5 ganti sukhoi 35…Hawk diganti gripen cocok…iya itu FA 50 bukan striking force…itu lapis 3 / latih / serang…

    Jadi intinya hawk harus diganti gripen…..

    @mabok sukhoi :
    RAPTOR mana mungkin………
    SUKHOI Series bosen…….
    FA 50 tanggung…….
    GRIPEN…….BOLEHLAH…….

    kenapa tidak Eurofighter……yg satu pabrikan……

  38. Intinya harus mandiri bro….habibie sudah merancang dornier, messerscmith, CASA….basic tot itu eropa sudah sangat maju. Gak tau dehhhhhh………roadmap nya jelas kemandirian plus MEF….cocoknya emang gripen atau eurofighter.

    Downgrade pengganti hawk :
    FC 1 pakistan
    FA 50
    Hal tejas
    IAI KFIR

    atau mau Sukhoi PAK fa / Raptor………

    Seng penting pesawate ojo jancukkkkk……tibo tibo wae, mesake pilote lan keluargane

  39. pesannya nanti udah sukhoi datang.

  40. Gripen aja dprd f50 korea

  41. Tawaran bagus…bikin tambahan satu squadron lagi buat penerbang angkatan laut marinir….

  42. Tawaranya menggiurkan lebih mateng tawaran gripen ini daripada kerjasama ifx kfx…

    Mumpung ada jet dg model plug and play sperti gripen ini segera beli …..awas nyesel ntar kalo kalah duluan sama negara tetangga…

    Sumpeh ane bukan sales…

  43. cocoknya gripen c/d ini buat 2 sq kohanudnas saja deh.

  44. perasaan…ngiikkk….dari awal dilantik…ngiiiikkk….pesawat ini yang disuka jokowi…tapi…ngiikkk…ga pernah juga jadi dibeli…..

  45. Ya boleh ini diadakan barangnya.. Tp setelah su-35 yaa.. Hihihi

  46. Msh hebat f16
    Dari pada ini gripen.
    Nekat bingit diskonnya…
    Hehehehe….

  47. Gripen c/d. Cocok tuh buat kohanudnas sambil nunggu ifx

  48. F16 cocok untk di natuna. Nambahin yg sdh ada.
    Lagian usa bakalan bantu kt juga pakai f16. Jd pas. Untk natuna brai.

  49. Kalau untuk sekarang mah lebih baik FA 50 dulu, soalnya berpengaruh ke KFX/IFX maupun chanbogo class tapi setelah itu gripen bisa masuk pertimbangan buat squadron baru TNI AL …
    Su-35 sudah jadi kebutuhan wajib buat pengganti F-5 Tiger karna punya daya gentar yg cukup, jadi menurut ane lebih baik menunggu tapi syukur kalau misal nya anggaran cukup biar bisa sekalian …
    Walaupun ane agak bingung sama penawarannya buat TOT, pelatihan dan pespur lengkap, apa gak kemurahan ???

  50. Gripen pasti dibeli kok minimal 32-36 unit

    • Iya bung asal anggarannya ditambah jadi 1,8%, kalau masih kayak yg sekarang ya bisa2 ngantri jadi pengantinya hawk..
      Kalau 2ska kelihatannya kebanyakan, tp kalau 1ska pasti lebih. Mungkin cuma 28 unit (2ska mini), atau bakal ada skuadron komposit. Hhi”

    • bung P.Hd.lalu ada clue dari bung kunto: joklowi setuju akan beli gripen sampai 2 skuadron.banyak fans Su 35 yang protes.akhirnya yang jelaS SU35.kiranya gripen emang datang mau masuk skuadron baru atau gantikan pesawat dari skuadron lama.lw gantikan pesawat dari skuadron lama,kiranya skuadron berapa.trims

  51. di tawarkan sekitar 4 bulan lagi,artikel baru nongol sekarang..mungkin sudah ada deal..biasanya gitu..hehehe

  52. ralat 4 bulan lalu

  53. Tawaran tot, perakitan disini oleh kita, senjata dan avionik standar nato.
    Jika kita ambil bisa saja kita banyak belajar bikin pesawat tempur, seperti Pindad, PAL dan IPTN, awalnya lisensi sekarang bisa rancang dan buat sendiri. Misal desain JAS 39 dual engine, desain mendekati Sukhoi, avionik cari yang terbaik.

    Ingat kasus SS1 jadi SS 3, CN-235 jadi N-250, Pkr pilipin.

    Saran bagi pemerintah ambil peluang ini, untuk gantikan hawk, pengadaan Sukhoi tetap jalan.

    Dan “BATALkan IFX”, kita tidak akan dapat apa2 dari sana, basis desain IFX adalah F-35, yang kemampuan tempurnya rendah.

    Ingat Indonesia bukan sekutu USA, kalaupun tetap jalan sampai akhir bisa dijamin IFX dan KFX kualitasnya teknologinya bisa2 100:10.
    Teknologinya downgrade abis2an. Yang didapat adalah pesawat macam FA-50 saja!!!

  54. Bnyk pesawat hebattt…..

    Lihat saja Mig 21……..
    Pesawat ini sangat sederhana dengan satu mesin dan sayap delta tipis….lincah dan awet murah…Tidak perlu besar dan canggih seperti F4 phantom.

    Atau F 16…..
    Lebih hebat karena konsepnya mirip MIG 21 dan canggih…

    Atau Sukhoi 27
    Manuver lincah dan bertenaga….

    Jadiiiii…….
    Pesawat hebat bukan masalah TOT atau murah canggih.

    Tapi memang hebatttt……..
    Simple…..

    Semoga IFX hebat……jika tidak hebat maka akan terjadi pemborosan biaya…SDM kita bisa dan mampu bikin IFX…saya yakin sekali. apalagi pilot TNI….mampu sekali dan nekat….

    Pertanyaan besarrrnya……IFX apa hebat…apakah akan jadi burung emprit, kacer atau garuda……

    Itu yg saya takuti…..jika dia hebat dan tepat maka beruntunglah Indonesia……

    Bismillahhh

 Leave a Reply