Sep 282018
 

Jet tempur multiperan generasi 4++ Sukhoi Su-35S Rusia © Dmitry Terekhov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dalam langkah yang agak tak biasa, Departemen Pertahanan (Dephan) Jepang baru-baru ini merevisi laporan publik yang merangkum serangan pada tiga pesawat Angkatan Udara Rusia oleh jet tempur Angkatan Udara Jepang (JASDF) di Laut Jepang pada tangga 19 September, sebagaimana dilansir dari situs The Diplomat.

Menurut Kemenhan (MoD) Jepang, JASDF telah salah mengidentifikasi jet tempur multirole Sukhoi Su-35S (Flanker-E) sebagai pesawat tempur superioritas Sukhoi Su-27. Identifikasi asli tersebut dikoreksi oleh MoD pada tanggal 20 September.

Selama penerbangan diatas perairan internasional, Su-35S didampingi oleh sebuah pesawat Su-24 yang memiliki kemampuan serangan nuklir dan satu unit pesawat Rusia yang tidak dikenal.

Apa yang membuat koreksi tersebut terkenal adalah bahwa ini merupakan pertama kalinya JASDF mengumumkan secara terbuka bahwa jet tempur yang diacak untuk mencegat salah satu jet tempur paling canggih Rusia, meskipun jet tempur Su-35S dilaporkan untuk mengawal pembom Su-24 Rusia yang melakukan patroli udara di dekat Jepang. Departemen Pertahanan Jepang telah memperhatikan keberadaan Su-35S Rusia di Asia Timur dalam beberapa bulan terakhir.

Jet tempur Sukhoi Su-27SM3 Angkatan Udara Rusia. © Alan Wilson via Wikimedia Commons

Pada bulan Maret 2018, Angkatan Udara Rusia untuk sementara mengerahkan dua pesawat tempur Su-35S ke pangkalan di Iturup (Etorofu), pulau terbesar dan paling utara di Kuril selatan, yang menyebabkan pemerintah Jepang meminta Rusia untuk mengurangi kehadiran militernya di wilayah yang disengketakan.

Jet tempur Sukhoi Su-27SM3 dan Su-35S memiliki kemiripan yang erat satu sama lain. Akibatnya, kedua pesawat bisa sangat mudah membingungkan pilot. Memang, ada alasan untuk percaya bahwa Dephan Jepang mencatat “jet tempur yang tidak teridentifikasi” dalam laporan publiknya itu karena kesulitan membedakan kedua varian pesawat.

Menurut Dephan Jepang, JASDF mengirimkan pesawat pencegat 904 kali sebagai tanggapan terhadap pesawat tak dikenal yang mendekati ke wilayah udara Jepang selama tahun fiskal terakhir yang berakhir pada bulan Maret.

Dari total 904 pencegatan, 500 terjadi sebagai tanggapan terhadap pesawat militer China dan 390 oleh pesawat militer Rusia. Ini menandai penurunan 41 persen pada pesawat militer China, tapi peningkatan 29 persen untuk pencegatan pesawat Rusia.

  2 Responses to “JASDF Kesulitan Bedakan Su-27 dengan Su-35 Rusia”

  1.  

    Gimana mau bisa mengenali Su-35, kan itu radar pake teknologi barat, jadi semua serba dikadalin sama paman sam 😆 wkwkwkwkw… nasibmu lah jepon

    setahu saya Jepang itu dulu pinter-pinter, lha koq sekarang jadi O’on gini ya? Kebanyakan dibodohin AS nih, ketularan Saudi deh sekarang 😆 wkwkwk 😛

  2.  

    Mungkin russia perlu mmbangun fasilitas militer dikepulauan iturup & dikepulauan lainnya supaya jepang tdk merasa itu pulau msh miliknya, karna jepang sudah menyerah kpd sovyet sblm bom atom diledakkan, krna penyerahan jepang itu mewakili seluruh pulau yg msh dikuasai jepang sbgi negara bonekanya
    😀 😆

 Leave a Reply