Aug 312018
 

ilustrasi: Rudal Patriot. (DoD – Glenn Fawcett via Commons.wikimedia.org)

Moskow,  Jakartagreater.com  – Laporan terbaru tentang Amerika Serikat yang mempersiapkan pembangun perisai pertahanan Rudal di Suriah Timur Laut tidak benar, dan sistem pertahanan udara koalisi pimpinan AS hanya digunakan untuk memerangi kelompok teroris Daesh * (dilarang di Rusia), ujar juru bicara Joint Task Force Operation Inherent Resolve kepada Sputniknews.com, Rabu, 29-8-2018.

“Akun yang Anda lihat adalah campuran dari misreporting dan propaganda sensasional,” kata juru bicara. “Mitra-mitra koalisi, sebagai bagian penting dari upaya mengalahkan Daesh, telah memasang sistem di Suriah Timur Laut untuk memberikan perlindungan dan bimbingan penting bagi pesawat Koalisi yang mendukung misi mengalahkan Daesh. Sistem seperti ini hanya terfokus pada misi D-ISIS.”

Juru bicara koalisi pimpinan AS menanggapi tuduhan yang dibuat oleh mantan komandan Majelis Militer Deir ez-Zor, Fayez Esmer, yang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Yeni Safak pada hari Selasa 28-8-2018 bahwa perisai pertahanan Rudal yang direncanakan adalah bagian dari rencana Washington untuk menabur “kekacauan” di Timur Tengah.

Juru bicara itu mengatakan kepada Sputnik bahwa koalisi tidak dapat berspekulasi mengenai apa yang akan diputuskan oleh para pembuat kebijakan di negara itu setelah selesainya Operasi Roundup – sebuah misi untuk mengalahkan sisa-sisa pertahanan Daesh di Suriah dan Irak.

Pada hari Selasa, media melaporkan, mengutip mantan Panglima militer Deir ez-Zor, Fayez Esmer, bahwa Pentagon bersiap-siap untuk memasang perisai pertahanan Rudal di Timur aut Suriah Al Hasakah dan Rmelan.

Koalisi pimpinan AS yang terdiri lebih dari 70 negara melakukan operasi militer terhadap Daesh di Suriah dan Irak. Operasi koalisi di Irak dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Irak, tetapi mereka di Suriah tidak diizinkan oleh pemerintah Presiden Bashar Assad atau Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pernyataan Eks Komandan Deir ez-Zor

Sebelumnya, Pentagon dicurigai bersiap-siap untuk memasang perisai pertahanan Rudal di Timur Laut Suriah, Al Hasakah dan Rmelan, kata mantan Panglima  Militer Deir ez-Zor, Fayez Esmer, dirlis Sputniknews.com, 29-8-2018.

“Langkah AS selanjutnya adalah membangun perisai pertahanan Rudal di kawasan itu yang harus dianggap sebagai bagian dari rencana jangka panjang Washington untuk membuat kekacauan di kawasan itu,” ujar Esmer kepada surat kabar Yeni Safak, pada Selasa 28-8-2018.

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat, antara lain, mencoba untuk melindungi militan Kurdistan Workers’ Party (PKK) di wilayah tersebut.

“Pemerintah Washington telah menyadari bahwa keberadaan PKK tidak mencukupi mengenai sejumlah rencananya yang terkait dengan timur dari Sungai Efrat. Oleh karena itu, mereka akan semakin memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut. Di sisi lain, kegiatan AS yang dilakukan di Suriah dan Irak adalah karena tekadnya untuk mengeksploitasi sumber daya bawah tanah, “kata Esmer.

Menurut surat kabar Yeni Safak, Washington telah membangun tiga sistem radar di Hasakah-Tal Baidar pedesaan bersama dengan daerah Ayn al-Arab dan Sarrin, Yeni Safak melaporkan.

* Daesh (juga dikenal sebagai ISIS / ISIL / IS) adalah kelompok teroris yang dilarang di Rusia

Berbagi

  2 Responses to “Jawaban Pentagon tentang Perisai Rudal AS di Suriah”

  1.  

    Jelas jelas pelanggaran kadaulatan utk rampok sumber daya alam negara lain..pbb where r u…hhhh

 Leave a Reply